
Chapter 6
Pagi hari, di rumah Shiro.
Kringgg-Kringgg-Kringgg… (Suara jam)
Shiro: “Sudah pagi” Sambil mematikan jam.
Shiro: “(Kemarin Kuro kenapa ya? Seperti sedang menahan tangisan).”
Shiro: “Ah sudalah, ngapain juga dipikirin mending langsung mandi aja.”
Setelah Mandi dan berpakaian
Shiro: “Sip dah selesai…
Shiro pun memakai sepatu dan keluar ke rumah dan sudah ada Kuro yang sedang mengunci pintu rumahnya…
Shiro: “Hai Kuro. Sambil melambaikan tangan.”
Kuro: “Hai, hari ini mau bareng juga?” berbicara dengan nada malas.
Shiro: “ Iya, memangnya kenapa?
Kuro: “Tidak apa-apa, ayo jalan nanti telat lagi”
******
Di kelas…
Sesampainya di depan kelas banyak murid yang melihat kuro dan langsung membuang mukanya.
Kuro: “Hmmm…”
Nobu: “Yo Kuro!” Sambil melambaikan tangannya
Kuro: “Yo, Pasti terjadi lagi ya?” berbicara dengan nada malas.
Nobu: “Begitulah.”
Shiro: “Ada apa emangnya?”
Nobu: “Kau akan tahu kalau kau melihatnya.”
Shiro: “Hmm? Yaudah yuk masuk kelas.”
Nobu & Kuro: “Iyah.”
Di saat ingin duduk banyak coretan yang bertulisan ‘Pembunuh’ di sekeling
Nobu: “Tenangkan dirimu ya Kuro, aku percaya padamu.”
Kuro: Iyah. berbicara dengan nada malas
Nobu: Bersihkan dulu saja coretannya
Shiro: Ku bantu ya.
Kuro hanya men-iyakan dan mulai membersihkannya. Setelah membersihkan meja, guru pun datang dan pelajaran dimulai…
Kringg Kringg Kringg Kringg bell berbunyi
menandakan jam istirahat, Nobu pun berjalan menuju tempat duduk Kuro.
Nobu: “Maaf Shiro tapi bolehkah ku meminjam Kuro sebentar?” Sambil tersenyum.
Shiro: “Tdak masalah.”
Kuro: (“Aku bukan barang.”) Berbicara di dalam hati
*****
Di atap sekolah.
Kuro: “Ada apa?” Jika kau hanya ingin membahas masalah tadi lebih baik lupakan saja.”
Nobu: “Sebenarnya sih iya, tapi bukan hanya itu saja.”
Kuro: “Langsung saja ke intinya?
Nobu: “Oke, jadi apa menurut tentang dia?”
Nobu: “Shiro”
Kuro: “Maksudnya gimana?”
Nobu: “Aku melihatnya, kau ingin dekat
dengan dia karna dia mirip dengan ‘Gadis itu’ kan!!!”
Kuro: “Sejak kapan kau melihatku seperti?”
Nobu: “Sejak kau selalu bersamanya.”
Kuro: “Begitu ya… Apa Airi juga tau.”
Airi: “Iyah aku juga tau”
Kuro: “Sejak kapan kau disitu.”
Airi: “Sejak kau berbicara serius dengan Nobu.” Sambil tersenyum
Kuro: “Begitu ya…”
Airi: “Terus gimana?”
Kuro: “Hmm?”
Nobu: “Tentang Shiro, dia kan sangat mirip dengan gadis itu”
Kuro: “Untuk masalah itu akan kupikirkan nanti”
Airi: “Aku hanya ingin memastikan apa kamu dapat surat dari ‘dia’?”
Kuro: “Iya, beberapa hari yang lalu” Sambil memasang muka serius.
Nobu: “Sampai sini saja dulu kita berbicaranya.”
Airi: yaudah kalau begitu waktu istirahat juga sudah mau abis.
Nobu: “Ayo kembali ke kelas.”
Mereka pergi dari atap sekolah menuju ke kelas. Dan bertemu Shiro di depan kelas…
Shiro: “Apa yang kau bicarakan dengan Nobu?”
Kuro: “Hanya berbicara antara laki-laki.” Sambil tersenyum
Shiro: “Oh begitu, antar laki-laki ya?” Sambil memasang muka curiga.
Kuro: “Iyah begitu deh hahaha.” Sambil tertawa kecil.
Shiro: “Hmm…” Sambil menatap Kuro dengan tajam.
Kuro: “Tuh dah ada guru lebih baik kita belajar saja…”
Shiro:…….
Mereka pun mulai mengikuti pelajaran terakhir dan bel berbunyi menadakan waktu pulang…
Kuro: “Shiro hari ini kamu bisa pulang sendiri dulu?”
Shiro: “Kenapa?”
Kuro: “Ada sedikit masalah antara laki-laki”
Shiro: “Oke kalau gitu.”
Airi: “Kau pergilah Kuro aku yang akan menemani Shiro pulang.” Sambil membereskan barang-barangnya.
Kuro: “Baiklah kalau gitu tolong ya.”
Airi: “Iyah.”
Kuro: “Kalau gitu sampai jumpa ya.” Sambil melambaikan tangan..
Shiro: “Iyah…”
Chapter 6 End
Beautiful transfer student and Smart guy