
Chapter 4
Selesai dari cafe mereka pun berpisah Nobu dengan Airi, Kuro dengan Shiro,
Kuro: "Ayo ku antar kamu pulang."
Shiro: "I-Iya tapi jangan pegangan ya hehehe. Sambil membuang muka."
Kuro: "Oke… Ayo jalan."
Shiro: "I-iya."
Kuro: "Eh tunggu dulu, rumahmu di mana?"
Shiro: "Ayo ikut aja."
Kuro: "Oke…"
Mereka pun mulai berjalan, Shiro berjalan di depan, sedangkan Kuro mengekor dari belakang ..
Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumahnya Shiro.
Shiro: "Nah dah sampai, ini rumahku. Sambil menunjuk ke rumahnya."
Kuro: "Tunggu dulu, rumahmu disini?"
Shiro: "Iya, Memangnya kenapa?"
Kuro: "Aneh aja, Kita satu kelas, duduk bersampingan, dan rumahnya juga bersampingan." Sambil menunjuk rumah Kuro.
Shiro: "HAH Ko bisa?" Sambil melihat rumah kuro.
Kuro: "Manaku tau."
Shiro: "Aduh ko malah jadi begini sih." Sambil
menutupi mukanya
Kuro: "Emang kenapa kalau bersampingan rumahnya?"
Shiro: "Lupakan saja, aku mau masuk ke rumah, dadah sampai ketemu besok." Sambil melambaikan tanganya dan masuk ke rumah.
Kuro: "Iya sampai ketemu besok." Sambil membalas lambaiannya.
Setelah mengantar Shiro pulang Kuro pun langsung masuk ke rumah, dan melihat sekeliling rumah yang ternyata tidak ada siapapun di rumah, hanya ada 2 sepucuk surat di meja berwarna hitam dan biru.
Kuro: "Ada dua surat yang biru pasti dari ayah, terus yang hitam dari siapa ya? Gak ada namanya. Hmmm. Buka ada deh dari yang biru." sambil memegang kedua surat itu.
Kuro: Hmmm Seperti biasa diawali dengan penghinaan, untung sudah terbiasa. Hmm lanjut ke hitam dari siapa ya kira kira. Berbicara di dalam hati.
Kuro "(Cih) Baru saja mendapatkan kesenangan, Sudah mendapatkan Masalah lagi aja (HAH)." Sambil menghela napas
Setelah Membaca dua surat tersebut Kuro langsung pergi ke tempat tidur untuk mengisi tenaganya, alias tidur.
*********
Di Rumah (Kuro)
Kuro: "Sudah pagi aja, dah jam berapa ya?"
Kuro langsung melihat jam yang sudah menadakan jam 6 pagi, Kuro langsung bangun dan pergi mandi. Setelah mandi entah mengapa tiba-tiba ada surat yang berwarna putih di atas kasurnya.
Kuro: "kenapa ada surat disini perasaan semua pintu sudah di tutup. Hmmm kira-kira apa isinya ya?
Kuro langsung membuka surat tersebut yang ternyata berisikan 8 kata saja, “Pergilah dari tempatmu jika kau tidak ingin mati”
Kuro: Hmm aku tidak mengerti tentang apa yang terjadi, tapi sepertinya akan terjadi hal yang menarik. Sambil merobek surat tersebut.
**********
Setelah selesai membaca surat tersebut Kuro langsung bersiap pergi ke sekolah saat membuka pintu rumah ternyata sudah ada Shiro di depan pagar rumah.
Kuro: "Selamat pagi Shiro."
Shiro: "Pagii." Sambil tersenyum
Kuro: "Kenapa kamu gak berangkat duluan?" Sambil mengunci pintu.
Shiro: "Kata ayahku harus bareng kamu ke sekolahnya."
Kuro: "Oh begitu, yaudah ayo berangkat."
Shiro: "Iya"
**********
Di kelas
Sesampainya di kelas Kuro dan Shiro disambut dengan tatapan yang tidak enak dari siswa/I yang tau kejadian kemarin kecuali Nobu dan Airi.
Kuro: "(Cih) masih saja begini." Sambil membuang muka.
Shiro: "Ada apa Kuro?" Sambil memegang pundaknya.
Kuro: "Gak papa, oiya Shiro kamu masuk duluan aja, aku mau ke perpustakaan dulu.
Shiro: "Ok, Tapi jangan dipikirin ya" sambil senyum
Kuro: "Oh kau menyadarinya juga ya." sambil menghela napas berat.
Shiro: "Tentu saja ku tau kan sudah terlihat jelas."
Kuro: "Ya sudahlah kalau begitu aku ke perpustakaan dulu." Sambil berjalan
Shiro: "Oke." Sambil tersenyum.
Kuro pun pergi ke perpustakaan sekolah, seperti biasa dia dilihat oleh banyak orang dengan tatapan meremehkan.
**********
Di perpustakaan
Sesampainya di perpustakaan Kuro hanya duduk dan berdiam sejenak, dan berfikir tentang siapa yang menulis dan mengirim surat putih tersebut.
Kuro: "Hmm Hari ini agak membingungkan, lebih baik ambil buku saja deh. Berbicara di dalam hati.
Kuro pun berjalan jalan mencari buku yang menurut dia menarik, akan tetapi saat Kuro berjalan terdapat buku yang tiba-tiba jatuh dari rak.
Kuro: "Hmm ko tiba-tiba jatuh sih?" Sambil memasang muka heran.
Kuro langsung mengambil buku itu, dan saat membuka buku itu, Kuro langsung kaget dan tidak percaya, kalau buku itu ada darah.
Kuro: "Apa apaan ini kenapa ada darah di buku ini." Sambil melihat lembaran kertas lainya.
Di saat Kuro melihat lembaran kertas lainya terdapat tulisan darah dan terdapat kata-kata seperti ini “Lindungilah dia jika tidak mau kehilangan lagi”
Kuro: Aneh sekali, kenapa buku ini seperti mengarah kepadaku ya?
KRINGGG KRINGGG KRINGGG KRINGGG KRINGGG
Kuro: "Sudah bell saja, Hmmm Kubawa saja ah buku ini." Sambil memasukan buku itu ke dalam tasnya.
**********
Chapter 4 END
Beautiful transfer student and Smart guy