Beautiful Transfer Student And Smart Guy

Beautiful Transfer Student And Smart Guy
Masalah sebelum acara dansa



Chapter 17


Setelah mereka berlatih bersama di tempat latihan mereka pun beristirahat dulu untuk sementara waktu.


Nobu : “Oke pelatihan untuk hari ini telah selesai, apa ingin langsung pulang aja apa istirahat?” Sambil mengambil minuman di tasnya.


Airi : “Istirahat saja dulu.”


Nobu : “Hmm. Bagaimana dengan Shiro? Sambil berjalan dan duduk di samping Airi.”


Shiro : “Istirahat saja dulu.”


Nobu : “Kalau kau Kuro?”


Kuro : “Dua gadis sudah mengatakan “istirahat saja”, kita ikuti saja mau mereka, itupun kalau kau mau mendengar keinginan kekasih barumu itu.” Sambil berjalan menghampiri Shiro dan duduk disebelahnya.


Nobu : “Benar juga, yaudah kalau begitu. Ngomong-ngomong ada yang haus?”


Serentak mereka mereka bertiga mengangkat tangannya, Nobu pun bangun dari tempat duduknya dan


menghampiri tasnya lalu mengeluarkan 3 minuman botol dan memberinya ke mereka bertiga.


Kuro&Airi&Shiro : “Terima kasih”


Nobu : “Sama-sama” Sambil kembali duduk di sebelah Airi.”


Mereka pun minum bersama


Shiro : Hei Kuro bagaimana kalau nanti-


BRAKKK (Suara Pintu yang dibuka kencang)


 Tiba-tiba datang kepala sekolah ke tempat latihan.


Aiden : “Selamat sore semua.” Sambil berjalan menuju mereka berempat.


Semuanya : “Sore”


Shiro : “Ada apa ayah kesini?” Sambil berdiri dari tempat duduk.


Aiden : “Ayah hanya ingin berbicara ke pada 2 pria yang ada disana.” Sambil menunjuk ke Kuro dan Nobu.


Kuro&Nobu : “Ada apa memangnya?


Aiden : “Kemarilah ikut saya ke ruangan.” Sambil berjalan keluar gedung olahraga.”


Kuro dan Nobu berjalan keluar gedung sekolah. sedangkan Airi dan Shiro hanya saling menatap satu sama


lain.


**********


Di ruang kepala sekolah.


Sesampainya mereka bertiga di ruangan Kepala sekolah. Kepala sekolah langsung duduk dan membiarkan Kuro dan Nobu berdiri di depannya.


Kuro : “Jadi ada apa memanggil kami kesini?


Aiden : “Ada beberapa masalah di sekolah ini dan saya ingin kalian menyelidikinya.


Nobu : “Kenapa harus kami? Bukanya akan ada acara dansa dan kami harus mengikutinya.


Aiden : “Hanya hari ini saja tidak akan menggangu latihan kalian bukan?”


Kuro : “Langsung saja ke intinya saja, ada apa memanggil kami?”


Aiden : Ada beberapa orang yang akan mensabotase tempat dansa nanti dan saya ingin kalian berdua


melihatnya, jika ada sesuatu hal yang aneh segera laporkan.”


Nobu : “Hah? Ini hanya masalah sepele kenapa kita harus yang turun dengan masalah ini!”


Kuro : “Nobu!, Sepertinya ini masalah serius!”


Nobu : “Apa maksudmu? Kita hanya menyelidiki sebuah alat-alat dansa saja kenapa jadi masalah serius?”


Aiden : “Sebenarnya aku tak ingin memikirkan ini, tapi sepertinya “mereka” sudah bergerak.” Sambil melihat


ke Kuro.


Nobu : “(Hahhh) Kuro persiapkan dirimu, jika “mereka” benar-benar muncul”


Aiden : “Kalau begitu tunggu apalagi, cepat pergi dari sini dan menuju tempat acara dansa!!!”


Nobu&Kuro : “Baik!!!”


Mereka berdua pun pergi dari ruangan Kepala sekolah menuju TKP(acara dansa.)


Aiden : (Hahh) Aku mengandalkan kalian.” Sambil menghela napas berat.


**********


Di tempat acara dansa.


Sesampainya mereka berdua disana mereka melihat sebuah alat radio, speker, microphone dan alat musik lainnya berserakan dimana-mana.


Kuro : “Sepertinya kita terlambat.” Sambil melihat sekeliling tempat.


Nobu : “Cih, semua berserakan dimana-mana.”


Kuro : “ Mau gimana lagi, kita datang terlambat.” Sambil melihat keseliling ruangan.


Kuro : “(Oh…  Jadi begitu.)” berbicara di dalam hati dan sambil tersenyum tipis.


Nobu : “Kenapa kau terlihat santai dan tersenyum? Apa kau tidak lihat acaranya akan gagal.”


Kuro : “Kata siapa? Acara akan tetap berlanjut ko.” Sambil berjalan dan melihat sekeliling.


Nobu : “Woy woy woy, jangan bilang kau mau membereskan semua ini dan membenarkan semua alat-alat disini.


Kuro hanya tersenyum dan mengambil alat-alat rusak.”


Kuro : “Nobu ambil alat pekakas untuk membenarkan semua alat disini, sekalian beri tahu ini ke kepala sekolah.”


Nobu : “Hoo… Kau niat sekali, jangan bilang kalau ini demi bisa berdansa dengan Shiro?” Sambil menyenggol pundak kuro beberapa kali.


Kuro : “Sudahlah jangan bahas hal aneh dulu dan cepat ambilkan alatnya dan panggil kepala sekolah.”


Nobu : “Oke-oke”


Nobu pun keluar dari ruangan untuk mengambil alat pekakas. Sedangkan Kuro memastikan keadaan kalau Nobu


sudah keluar dan pergi jauh.


Kuro : “Dia sudah  pergi, baiklah kalau begitu.


Kuro pun melepaskan alat


rusak tadi di tangannya dan tiba-tiba.


 Wushhh!!!


Sebuah alat musik terlempar mengenai pundak Kuro.


Kuro : “(Cih ternyata main kotor.)” Berbicara di dalam hati.


Pria asing : “Apa terasa sakit?” Sambil memasang muka sombongnya.


Kuro : “Siapa kau dan mau apa kau merusak properti sekolah?”


Pria asing : “Itu bukan urursanmu ,dan terima ini.”


Pria asing itu melempar sebuah bola hitam kepada Kuro.


Kuro : “Hm apa hanya ini? Sambil menahan bola hitam.


Tiba-tiba pria asing itu melemparkan sebuah properti musik ke jendela, Jendela itu pun hancur  dan pria asing tersebut kabur lewat jendela yang ia pecahkan.


Selang beberapa detik kemudian Bola hitam itu bercahaya.


Kuro : "Cih, ternyata BOM!!! Aku melempar jauh ini."


Di saat Kuro ingin melempar BOM tersebut, BOM itu malah meledak duluan dan  mengenai tubuh Kuro.


Chapter 17 END


Beautiful Transfer Student And Smart Guy.