
Chapter 13
Setelah Kuro dan Shiro
berada di kamar, mereka pun pergi ke ruang tamu untuk menjelaskan apa yang terjadi di kamar tadi.
Aiden : “Apa itu tadi cuma kecelakaan atau emang dah di scenario kan?”
Kuro : “Cuma Kecelakaandoang ko” Sambil Menunduk
Aiden : “Kuro bisa kau jelaskan apa yang terjadi sepenuhnya?”
Kuro : “Baiklah”
Kuro pun menjelaskan semua yang terjadi”
Aiden : Jadi begitu, memang benar sih kalau Ayah yang menyuruh Kuro untuk menjagamu, tapi tidak di sangka akan terjadi seperti itu.”
Shiro : “Tapi kenapa ayah tidak bilang dulu kalau Kuro bakal datang ke rumah!”
Aiden : “Oiya Ayah lupa memberitahumu. Yasudah Kuro kau boleh pulang.”
Kuro : “Oke” Sambil berjalan keluar rumah.
Kuro pun pulang kerumahnya dengan santainya.
Aiden : Sepertinya kau dah sehat, Apa tidurnya nyenyak?”
Shiro : “Ya seperti yang bisa Ayah liat, Ngomong-ngomong kenapa ayah menyuruh Kuro datang, kan Shiro bisa jaga diri juga walaupun sedang sakit.”
Aiden : “Apa Shiro lupa cerita dari Kuro tadi? Tadi aja sampai pingsan.
Shiro : “Tapi Yah”
Aiden : “Sudalah Ayah cape pengen tidur ini juga sudah malam, Lebih baik kamu tidur lagi saja, besok sekolah” Sambil berjalan ke kamar.
Shiro : “Baiklah”
Di Kamar Ayah Shiro/Aiden
Aiden : “Hmm tinggal tahap terahir dan semoga ini berhasil.” Sambil memegang HP yang ada di sakunya dan
tersenyum.
*********
Ke Esokan Hari nya Di Sekolah
Shiro pun masuk ke kelasnya seperti biasa.
Airi : “Shiroooo Selamat datang kembali” Sambil melompat dan memeluknya.
Nobu : “Kau sudah tidak apa-apa Shiro?. Sambil memiringkan kepalanya
Shiro : “Iyah Seperti yang bisa kalian liat, Aku dah sembuh.” Sambil tersenyum.
Nobu : “Hari ini gak bareng sama Kuro?”
Shiro : “Katanya sih duluan aja.”
Airi & Nobu : “Ohhh”
Setelah beberapa menit Kuro pun datang membawa sebuah kotak besar yang dibungkus dengan plastik kado.
Nobu : “Apa itu Kuro?
Kuro tidak bicara dan langsung menaruh kotak itu di meja Shiro.
Kuro : “Ini ambilah aku lupa memberi mu ini kemarin.”
Airi: “Kuro, Apa kamu ke rumah Shiro kemarin?”
Kuro hanya mengangguk dan duduk di meja, Nobu dan Airi hanya melempar pandangan dan tersenyum.
Kuro : “Jangan di buka disini, bukanya nanti saja dirumah.”
Shiro : “Oh-ok”
Guru pun masuk dan pelajaran di mulai seperti biasa, beberapa jam pun berlalu dan waktu bell istirahat pun berbunyi.
Kuro pun langsung pergi dan menuju ke Ruang Kepala Sekolah.
Kuro : “Aku sudah mengirimkan kotak itu ke Shiro,lagipula kenapa menelponku kemarin malam hanya
untuk membeli barang sebagus itu.”
Kepala Sekolah mengambil sebuah Brosur dan menaruhnya di mejanya.
Aiden : Sebenarnya sekolah ingin menyelegarakan Pesta Dansa, dan Aku ingin kau memenangkannya bersama
Shiro
Kuro pun membaca semua Brosur tersebut.
Kuro : “Kenapa sampai melakukan ini?”
Aiden : “kau tidak membaca di belakang brosur disitu kan tertulis hari ulang tahun sekolah.”
Kuro: “Iya aku tau, tapi pasti ini hanya acara untuk menutup masalah yang akan datang kan?”
Aiden : “Hooo.. Kau tahu sampai mana?” Sambil memandang serius Kuro
Kuro : “Sederhana saja, pasti kau ingin membuat Shiro mengalami kecelakaan dan aku yang harus
menyelamatkannya sama seperti kejadian terdahap gadis itu .”
Aiden : “Bukan hanya itu saja, akan ada hal yang lebih menarik daripada kejadian tersebut, kau nantikan
saja.” Sambil tersenyum.
Kuro : “ Cih, Aku tau kau adalah ayahnya, tapi akan ku ingatkan ini padamu jika kau membuat dia sampai mengalami kaejadian lebih parah dari gadis itu, kau tau akan akibatnya.” Sambil
memasang muka seriusnya.
Aiden : “Menangnya apa yang kau bisa lakukan? Kau hanya akan menggalami kejadian itu lagi.”
Kuro : “Itupun kalau aku tidak bergerak dengan cepat, kali ini aku tidak akan melakukan kesalahan kedua
kalinya camkan itu baik-baik.” Sambil memandang Aiden dengan tatapan serius.
Aiden : “Baiklah kalau begitu, lakukanlah jika kau bisa, tapi tolong menangkan perlombaan dansanya. Oiya
brosurnya sudah di tempelkan di papan pengumuman oleh para osis” Sambil
tersenyum.
Kuro : “Baiklah kalau begitu akan kupikirkan tentang masalah dansa nanti, kalau begitu aku permisi dulu.”
Kuro pun pergi meninggalkan Ruang Kepala Sekolah dan berdiam diri sejenak di depan pintu ruang kepala
sekolah.
Kuro : “Kejadian tersebut tidak akan terulang lagi, selagi aku masih dekat dengannya. Aku tidak akan
membiarkan kejadian tersebut terulang kembali, dan hanya aku saja yang tau apa
yang sebenarnya terjadi terhadap gadis itu.” Berbicara di dalam hati, dan
sambil berjalan pergi.
Chapter 13 END
Beautiful Transfer Student And Smart Guy