
Chapter 3
...***********...
Di lorong sekolah.
Setelah berbincang-bincang dengan Airi dan Nobu, Kuro membawa Shiro ke kantin sekolah, akan tetapi di perjalanan munuju ke kantin ada 2 murid yang menghalangi Kuro dan Shiro.
Siswa: "Hei tunggu dulu dong." Sambil menghalangi jalan Kuro.
Kuro: Ada apa?
Siswa: "Kenalin dulu dong perempuan yang disitu." Sambil melirik ke Shiro.
Kuro: "Apa maumu?."
Siswi: "Hanya kenalan doang ko."
Siswa: "Iya cuma kenalan doang." Sambil senyum manis ke Shiro.
Siswi: "Namamu Karashina Shiro kan?"
Shiro: "Iya itu namaku.
Siswa: "Ouh begitu, sedikit saran dariku lebih baik kau jangan berteman dengan Kuro".
Kuro langsung tertengun mendengar omongan siswa tadi.
Shiro: "Memangnya kenapa?"
Siswi: "Jadi gini, sebenarnya Kuro itu seorang-"
"DUKK" Suara keras tiba tiba muncul dari arah tembok, yang ternyata Kuro memukul tembok dengan sangat keras.
Kuro: "WOYY" Sambil menatap Dua murid tadi dengan tatapan yang sangat marah.
Siswa: "HAHAHA Kita benar kan kalo kamu adalah orang-"
Kuro mendekat dan langsung memukul muka Siswa yang tertawa itu dengan sangat keras, dan langsung mencengkram leher siswa itu.
Tampa disadari ternyata banyak murid yang melihat kejadian itu termasuk Shiro.
Kuro: "Jangan bicara apa apa lagi, jika kau tidak tau yang sebenarnya. Sambil melepas cengkramannya.
Siswa: "(Cih) Aku benar kan jangan menutupi lagi kalau kau sebenarnya adalah-"
Kuro hendak memukul siswa itu lagi, akan tetapi kali ini di tahan oleh tangan Shiro.
Shiro: "Biarkan saja Kuro, lebih baik kita ke kantin saja." Sambil tersenyum.
Shiro yang masih memegang tangan Kuro langsung membawa kuro pergi ke kantin walaupun dilihat oleh banyak orang dengan tatapan meremehkan.
...**********...
Di Kantin.
Sesampainya di kantin terdapat murid-murid yang masih melihat Kuro dengan tatapan meremehkan.
Kuro: "(Cih) Masih ada saja yang belum mengerti kejadian yang sebenarnya." Berbicara di dalam hati.
Shiro: "Ayo kita pesan makanan terlebih dahulu"
Kuro: "Iya"
Shiro: "Kuro Kau Mau pesan apa?"
Kuro: "Hmmm, Ramen saja aja deh"
Shiro: "Yaudah aku juga"
Kuro: "Bu pesan Mie Ayam dua"
Bu Kantin: "Oke tunggu bentar."
Sambil menunggu Mie ayam jadi, mereka berdua duduk di bangku dekat jendela.
Shiro: "Oiya Kuro Kata kamu ada hal penting yang mau di omongkan memangnya apa?"
Kuro: "Jadi gini ku dengar dari kepala sekolah kalau kamu itu gak bisa nolak permintaan orang lain, apa itu benar?"
Shiro: "Iya itu benar karna aku punya prinsip."
Kuro: "Prinsip? Prinsip apa?"
Shiro: "Kalau aku melakukan banyak kebaikan pasti akan dibalas dengan kebaikan juga, dan lagi aku mau menerima tugas apapun agar aku dapat di akui oleh masyarakat."
Kuro: "Tapi kalau kamu cuma dimafaatkan doang gimana? Terus kalau kena masalah juga gimana?"
Shiro: "Kalau itu- Hehehehehehe." Sambil senyum dipaksa.
Kuro: "Sudah kuduga" sambil menghela napas beratnya.
Shiro: "Sudalah tidak papa aku yang mau ini ko." Sambil menundukan kepalanya.
Kuro: "Gak boleh gini dong ayah kamu sudah mempercayakan aku buat jagain kamu."
Shiro yang mendengar omongan kuro entah mengapa malah membuat Shiro cemas. Kuro yang melihat itu langsung berdiri dan mendekatkan mukanya
Kuro: "Tenang saja, ada aku disini untuk menjagamu dari orang yang ingin memafaatkan kamu." Sambil tersenyum.
Shiro: "Terima kasih Kuro." sambil tersenyum.
Tiba tiba datang bu kantin yang mengantar makanannya.
Bu kantin: "Nih dek Mie ayamnya." sambil menaruh makanannya ke meja.
Kuro dan Shiro: "Makasih bu."
Kuro: "Ayo dimakan Shiro."
Shiro: "Iya."
Shiro: "Entah kenapa setelah aku mendengar omongan Kuro tadi rasanya tenang sekali." Berbicara di dalam hati.
Kuro: "Hmm kamu kenapa Shiro? Ko diem-"
Shiro: Gak papa ko, oiya,
Tiba tiba Shiro langsung memasang muka seriusnya dan-
Shiro: "Kuro apa aku boleh tau apa yang terjadi?"
Kuro: "Maksudmu?" Sambil tersenyum.
Shiro: "Aku melihatnya Kuro anak sekolah
pada melihatmu dengan tatapan meremehkan sebenarnya apa yang terjadi." Berbicara dengan serius.
Kuro: "Masih terlalu cepat jika kau tau “itu” lebih baik kamu tidak perlu tau." Sambil membuang muka.
Shiro: "Tapi Kuro-"
KRINGGGGG bel berbunyi yang berarti pelajaran akan dimulai.
Kuro: "Sudalah lebih baik kita cepat habiskan makanannya, dan masuk ke kelas."
Kuro dan Shiro pun pergi ke kelas dan langsung mengikuti pelajarannya dengan lancar. Dan bel pun berbunyi tanda kalau pembelajaran hari ini telah selesai, dan boleh pulang.
...**********...
Di Gerbang sekolah
Kuro: "HAH cape, sekarang dah jam 3 sore, mampir ke perpustakaan ah. Berbicara di dalam hati
Tiba tiba ada 2 cewe dan 1 cowo yang menghampiri Kuro yang ternyata itu Nobu, Airi, dan Shiro.
Nobu: "Hei Kuro!!!" Sanbil berlari kecil dikuti oleh Airi dan Shiro di belakang.
Nobu: "Mau ke perpustakaan ya?"
Kuro: "Iya, ada apa emang?"
Airi: "Hari ini gak usah ke perpustakaan, hari
ini kita ke café maid aja." Sambil tersenyum.
Nobu: "Iya, dah lama kita gak kesana, itung itung memperingati teman baru kita Shiro. Haha." Sambil tertawa
Kuro: "Yaudah, yuk kebetulan ku lagi laper"
Nobu: "Yaudah ayo berangkat."
Airi: "Eh kita jalan kaki nih?" Sambil memasang muka lesu
Nobu: "Gak ko, kita naik Taksi."
Airi: "Oke deh bagus."
Kemudian Nobu mengambil HP di saku celana dan menelpon taksinya. Tak lama kemudian taksi pun datang dan mereka pun berangkat ke café.
**********
Di cafe
Nobu: "Nah ayo masuk ke dalam."
Mereka pun masuk ke cafe dan langsung duduk. Nobu disamping Airi dan Kuro disamping Shiro.
Nobu: "Hari ini aku traktir kalian deh, karna hari ini kita dapat teman baru HAHAHA."
Kuro: "Widih lagi banyak duit nih kayaknya."
Airi: "Yaudah yuk kita pesan makanannya." Sambil melambaikan tangannya ke Maid.
Seorang Maid datang dan dan memberi buku
pesanan.
Shiro: "Kamu mau pesan apa Kuro?"
Kuro: "Sebentar, Nobu bener nih kamu yang bayar semuanya?"
Nobu: "Iyalah aku kan pengen jadi Pria sejati." Sambil membusung kan dada.
Kuro Airi dan Shiro langsung tertawa mendengar omongan Nobu yang percaya diri itu.
Nobu: "Lah kenapa kalian ketawa?" Sambil memasang muka membingungkan.
Airi: "Aku gak salah denger nih, kalau kamu Pria sejati." Sambil tertawa kecil.
Nobu: "Dih ko gitu tau ah malas aku sama kamu Airi." Sambil membuang mukanya.
Kuro: "Yah dia ngambek, dah lah yuk pesan dulu aja makanannya."
Shiro: "Kamu pesan apa Kuro?"
Kuro: "Ku pesan Caffe Latte dan makanannya Hamburger."
Shiro: "Ya sudah aku juga pesan itu." Sambil tersenyum.
Seketika Airi dan Nobu melihat Kuro dan Shiro dengan tatapan yang kaget, seperti tidak percaya dengan apa yang mereka dengar dan lihat…
Airi: "Kuro sebenarnya aku penasaran apa yang terjadi dengan kalian?" Memasang muka serius
Nobu: "Aku juga penasaran, sebenarnya apa
yang terjadi saat kamu di panggil ke ruang kepala sekolah?" Memasang muka serius.
Kuro: (HAH) "Panjang ceritanya." Sambil menghela napas berat.
Nobu dan Airi: "Ceritaiin dong plis." Sambil memasang muka memohon
Kuro: "Gak boleh, masih rahasia."
Airi: "Ceritaiin dong Shiro." Sambil memasang muka memohon
Shiro: "Ha-Hanya perkenalan saja." sambil tersenyum dan bicara gugup.
Nobu: "Masa perkenalan bisa sedekat ini sih? Pasti kalian dah jadian."
Kuro: "Dah gak usah dibahas ayo makan pesanannya dah dateng tuh.
Pesanan pun datang dan mereka langsung menyatap makanannya bersama sama, setelah makan Nobu pergi ke kasir untuk membayar, sedangkan lainnya menunggu di luar.
Nobu: "Sudah beres"
Kuro Airi Shiro: "Ok"
Kuro: "Oiya sekarang sudah jam 5 sore lebih baik kita pulang saja, besok sekolah."
Airi: "Ada benernya juga, yaudah kalau gitu kita pulang saja, dadah." Sambil berjalan
Nobu: "Tunggu Airi, aku ikut kamu."
Shiro: "Ciee berduan pulangnya ekhem." Pura pura batuk
Nobu: "Kuro antar Shiro pulang ya, dan jadilah pria sejati."
Kuro: "Tampa kau suruh juga akan ku lakukan."
Shiro: "HAH" Sambil tersipu malu.
Airi: "Ciee berduaan pulangnya ekhem." Pura pura batuk.
Nobu: "HAHAHA Dibalikin omongannya. Sambil tertawa terbahak bahak.
Kuro: "Sudalah pulang saja kalian."
Nobu Airi: "Dadah" sambil melambaikan tangannya.
Kuro dan Shiro hanya membalas lambaian tangan, dan setelah itu Nobu dan Airi pergi dari hadapan Kuro dan Shiro
Kuro: "Ayo Ku antar pulang." Sambil hendak memegang tangan Shiro.
Shiro: "I-iya" Sambil tersipu malu.
...*********...
Chapter 3 END
Beautiful transfer student and Smart guy