
Chapter 12
Setelah sampai di rumahnya,
Kuro pun bersiap-siap untuk pergi ke rumah Shiro.
Kuro: “Hmm Kuatkan imanmu
Kuro, ini hanya menjengguk dan menjaganya saja.” Sambil menghela napas.
Kuro: “Tapi sepertinya harus bawa buah-buahan saja kali ya?” Sambil mengaruk-garuk
kepalanya.
Kuro pun pergi ke ruang
makan sambil melihat-lihat buah-buah yang ada di keranjang buah.
Kuro: “Oke buah ini dan ini saja dah” Sambil
mengambil buah.
Setelah Kuro memilih
buah-buahan di keranjang tersebut, Kuro
pun pergi ke rumah Shiro
**********
Di rumah Shiro.
Di waktu yang sama di rumah
Shiro sebelum Kuro datang.
Shiro: “Hah aku lapar masak sesuatu aja kali ya? Tapi aku lagi gak enak badan.” Sambil bangun dari tempat
tidur.
Shiro pun berjalan keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang makan, akan tetapi saat berjalan tiba-tiba Shiro pingsan di tempat.
Kembali ke Kuro.
Kuro pun sampai ke rumah Shiro dan membuka pintunya. Di saat Kuro membuka lebar pintunya ia melihat
Shiro yang sudah terkapar di bawah lantai.
Kuro: “Hei Shiro Kamu kenapa?” Sambil menepuk pipinya Shiro.
Kuro pun membawa Shiro ke kamarnya dan mengistirahatkannya.
Kuro: “Ya ampun… Jangan memasakan dirimu dong” Sambil menaruh Shiro ke kasurnya.
Selang beberapa waktu Shiro pun terbangun dengan keadaan yang masih sakit.
Kuro: “Jangan memasakan dirimu, Kau istirahat saja.” Sambil berjalan ke kasur Shiro dan duduk.
Shiro: “Ku…ro?”
Kuro: “Iya, ini aku.” Sambil tersenyum.
Kuro: “Kamu sudah bangun kan? Aku keluar sebentar ya.” Sambil bangun dari kasur.
HUP
Shiro: “Jangan pergi dan
tetap disini. Berbicara dengan nada kecil.
Kuro hanya terdiam dan kembali duduk sambil menggenggam tangan Shiro dan tertidur.
********
Di tempat lain.
Lebih tepatnya di ruang kepala sekolah.
Tiba-tiba muncul seorang pria misterius dari jendela ruang kepala sekolah.
(Note: Aiden adalah nama dari ayah Shiro.)
Aiden : “Hoo Kau datang juga rupanya ... Lagipula ini bukan urusanmu!” Sambil Memainkan Pulpen.
Pria misterius: “Memang bukan urusanku juga sih, tapi kau yakin, Cepat atau lambat “Pria” yang menjaga putrimu
itu bakal mati loh.” Sambil tersenyum.
Slushhh….
Sebuah pulpen terlempar ke pria misterius tersebut, akan tetapi pria misterius itu langsung menghilang, dan pulpen tersebut tertancap di kaca jendela.
Aiden: “Cih…. Pria yang merepotkan lebih baik pulang aja dah, Tugasku juga dah selesai disini.” Sambil membereskan barang
***********
Kembali di rumah Shiro.
Selang beberapa jam
kemudian, Kuro terbangun dan melihat tangannya yang masih memegang tangannya Shiro.
Kuro: “Hmm lebih baik ku lepas saja dah.”
Di saat ingin melepas tangan dari Shiro, Shiro malah terbangun dan melihat Kuro, tapi masih setengah sadar,
sampai tiba-tiba.
Kuro: “Oh maaf membangunkanmu” Sambil memasang muka malasnya.
Shiro: "Eh… K-kenapa kamu ada disini!!! Sambil mengangkat selimutnya untuk menutup bajunya
Kuro: “Karna ayah kamu yang-”
Belum selesainya ngomong, tiba-tiba sebuah tamparan hangat mengenai pipi kanan Kuro sampai terjatuh…
Kuro: “Aduh…. Kenapa kamu menamparku? Kan aku hanya disuruh ayahmu
untuk menjagamu. Lagipula tadi kau bilang-” Sambil membuang muka.
Shiro: “Lupakan!!!”
Sebuah bantal empuk mendarat pas dimuka Kuro.
Kuro: (Hah…, Lebih baik aku tadi gak usah kesini.) Berbicara di dalam hati.
Selang waktu beberapa menit setelah peributan Kuro dan Shiro sebuah pintu depan rumah terbuka.
Kuro: “Kau dengar itu? Sepertinya itu ayahmu.”
Shiro: “Jangan mengubah topik pembicaraan!” Sambil berdiri mendekat.
Kuro : “itu benar ayahmu.” Sambil ingin berdiri.
Shiro: “ Sudahlah itu tidak mungkin, jangan mengubah topik pembicaraan. Sambil ingin menahan pundak Kuro
untuk tetap duduk.
Di saat ingin menahannya, Shiro malah tersandung dan terjatuh di pundak Kuro.
Aiden: “Shiro ayah pulang” Sambil membuka pintu kamar Shiro.
Di saat membuka pintu kamar Shiro, Ayahnya melihat Keadaan Shiro yang ada di atas Kuro, dan terdiam sejenak
dan menghela napas dan berkata.
Aiden : “Selamat menikmati...” Sambil menutup pintu kamar Shiro.
Kuro : “Eh Bukannya ini gawat ya?”
Shiro : “Ra…”
Kuro : “Ra?” Sambil memiringkan kepalanya sedikit.
Shiro : “RAPAT KELUARGA!!!!!” Sambil berteriak keras.
Chapter 12 END
Beautiful Transfer Student And Smart Guy