
Chapter 11
Setelah kejadian yang terjadi di kelas pagi itu, Kuro pun disuruh Menghadap ke kepala sekolah sambil berjalan.
Kuro: “Pasti aku disuruh membersihkan lapangan sekolah lagi.” Sambil mengambil Headphone di leher Nobu.
Nobu: “Hei, kalau mau meminjam bilang aja napa.” Sambil menunduk sedikit.
Airi: “Tapi kan yang salah dia menaruh sekotak pekakas disitu.” Sambil menunjuk ke murid laki-laki itu. Sambil menunjuk ke pria pembuat masalah tadi.
Kuro: “Lagipula aku juga gak peduli ini, kalau sudah aku pukul rasanya juga dah puas.” Berbicara dengan malas.
**********
Ruang kepala sekolah…
Sesampainya di ruang kepala sekolah mereka pun disuruh duduk oleh kepala sekolah/Ayah Shiro.
Ayah Shiro: “Jadi kenapa kamu membuat masalah terus Kuro?” Sambil memainkan bolpoin di tangan.
Kuro: “Entalah aku pun tidak tau.” Berbicara dengan nada malas.
Airi: “Untuk hari ini Kuro bukan yang memulainya, Tapi ada siswa ini yang membuat Kuro marah dan Kuro memukulnya."
Nobu: "Tidak hanya itu, Siswa itu juga membuat Kuro sakit dibagian kepalanya karna terkena sekotak pakakas."
Ayah Shiro hanya menghela napas dan menyimpulkan Siswa itu di skors 1 minggu sedangkan Kuro membersihkan lapangan sekolah, siswa itu pun hanya mengatakan ‘Baiklah’ dan Ayah Shiro pun menyuruh mereka keluar kecuali Kuro.
Ayah Shiro: “Kuro akan tetap disini ada yang ingin dibicarakan.”
Kuro, Airi, dan Nobu hanya melempar pandangan dan saling mengangguk, mereka pun keluar kecuali Kuro yang masih di dalam ruang.
Ayah Shiro: “Kemarilah Kuro, ada yang ingin ku bicarakan denganmu.”
Kuro pun terdiam sejenak, dan mengangkat tangan kanannya seperti memberi isyarat diam sejenak untuk memastikan anak-anak yang lain sudah pergi menjauh..
Kuro: “Pasti tentang Shiro kan?” Sambil berbalik menuju ke tempat duduk.
Ayah Shiro: “Tentu saja tentang anak ku… Setelah kau mengantarkan dia pulang, dia langsung jatuh sakit."
Kuro: "Dan aku harus ke rumahnya dan menjaga dia kan?
Ayah Shiro: “Hahahaha, Berbicara dengan orang pintar memang tidak harus berbelit-belit… Iya ku memang ingin menyuruhmu untuk menjaga Shiro di rumah.” Sambil menepuk meja dan tertawa.
Kuro: “Alasannya apa? Lagipula kan pak kepsek hanya menyuruh menjaga Shiro di lingkungan sekolah saja.”
Ayah Shiro: “Sebenarnya hari ini ada pertemuan dadakan di sekolah ini dan harus pulang besok, makanya aku menyuruhmu menjaga Shiro dia juga sedang sakit."
Kuro: “Lagipula kenapa Pak kepsek menyuruh laki-laki sepertiku menjaga seorang gadis yang sakit, kalau ada hal yang tidak di inginkan terjadi gimana!!!” Sambil memukul meja.
Kuro: “ Kenapa Pak kepsek Sangat mempercayaiku dengan mudahnya?”
Ayah Shiro: “Hanya firasat saja.” Sambil tersenyum
Kuro: “Terserah pak kepsek saja.” Sambil berjalan keluar ruangan.
Ayah Shiro: “Datanglah ke rumah selepas menyelesaikan hukumanmu... Pergilah ke rumah dan ini kuncinya, anaku ku percayakan padamu!!!” Sambil melempar kunci rumahnya.
Kuro pun menangkap kunci tersebut dan pergi dari ruang kepala sekolah.
Ayah Shiro: "Tahap ke tiga akan segera di mulai." Sambil memandang ke luar dengan senyuman.
**********
Di kelas…
Setelah berbincang-bincang dengan Ayah Shiro, Kuro pun masuk ke kelasnya dan mengikuti pelajarannya. 2 jam pun berlalu dan waktunya pulang, Kuro membereskan barang-barangnya dan menuju ke lapangan sekolah.
**********
Di Lapangan sekolah
Seperti yang di perintahkan Pak kepala sekolah Kuro pun membersihkan lapangan hingga bersih.
Kuro: “Hah Akhirnya beres juga tiduran dulu ah di bangku.”
Kuro pun menaruh semua alat yang di pakai tadi di gudang dan menaruhnya. Kuro pun langsung menuju bangku tersebut dan tiduran sejenak.
Kuro: “Hah lumayan cape juga rupanya. Eh tunggu bangku yah? Sambil bangun dari tidurannya.
Kuro memandang tempat duduk di sampingnya dan membayangkan tempat duduk itu seperti sedang tiduran di pangkuan ‘Gadis itu’.
Kuro: “Ya ampun kenapa aku malah inget kejadian itu lagi.” Sambil mengeleng-geleng kepalanya.
Kuro berdiri dari bangku itu dan pergi dari situ.
Kuro: “Lupain Kuro lupain, kau hanya akan terjebak di masa lalu. Lebih baik sekarang ke rumah dulu abis itu ke rumah Shiro.” Sambil mengeleng-geleng kepalanya.
Kuro pun pergi dari sekolah dan menuju ke rumah sambil berdoa agar gak ada godaan di saat sampai di rumah Shiro.
Chapter 11 END
Beautiful Transfer Student And Smart Guy