
Chapter 14
Di Taman Sekolah
Kuro duduk di bangku sambil memakan roti dan memandang langit yang cerah, tiba-tiba datang Shiro menghampiri Kuro.
Shiro: “Hai Kuro, Sedang apa disini.” Sambil melambaikan tangannya.
Kuro langsung memberhentikan makannya dan menoleh ke Shiro.
Kuro : “Apa kamu tau kalau ada Brosur di Papan Pengumuman.”
Shiro : “Hmm Iya aku tau ko, memangnya kamu tetarik?” Sambil duduk disebelah Kuro.
Kuro : “Apa kamu mau berdansa denganku? Sambil membuang muka sedikit
Shiro: “HAH?”
Kuro : “Jika kamu tidak mau juga tidak apa-apa?”
Shiro : “Bukannya begitu tapi aku kaget aja kenapa tiba-tiba kamu mengajakku, lagipula aku juga harus
bersiap-siap untuk latihannya dan aku tidak memiliki baju dansanya.”
Kuro : “Untuk masalah latihan kita punya waktu dua minggu, dan baju dansamu sudah ada.”
Shiro : “Baju? Apa dalam kado itu adalah baju dansa?
Kuro : “Begitulah, atau kamu tidak mau berdansa denganku?
Shiro tiba-tiba diam sejenak seperti sedang memikirkannya sedangkan kuro hanya memandang Shiro seperti
menunggu jawaban darinya.
Shiro : “Beri aku waktu sebentar ya, kamu terlalu mendadak.”
Kuro : “Baikalah kalau begitu."
Tiba tiba alarm sekolah berbunyi menandakan waktu masuk kelas.
Shiro : “Sudah masuk, lebih baik kita masuk ke kelas dulu saja.” Sambil bangun dari tempat duduk.
Kuro hanya meng-iyakan dan pergi bersama ke kelas, Sepajang jalan Kuro hanya mengekor dari belakang Shiro
dengan santainya.
Shiro : “Kuro kau pergi ke toilet dulu kau duluan saja ya.” Sambil berbalik menoleh ke Kuro.
Kuro hanya mengganguk dan pergi duluan meninggalkan Shiro, sedangkan Shiro pergi ke toilet
Di toilet Shiro membasuh mukanya sambil memandang diri dia sendiri di kaca.
Shiro : “Kenapa aku tidak langsung meng-iyakan saja. Aku tidak enak dengannya jadinya, dan kenapa
jantungku berdetak kencang kalau dekat dengannya dam kenapa juga dia sangat
baik padaku padahal baru beberapa hari saja.” Berbicara di dalam hati.
Tiba-tiba kepala Shiro
merasa pusing dan merimgis kesakitan sambil memegang kepalanya.
Shiro : “Aduhh... Kenapa tiba-tiba aku pusing sekali, padahal tadi pagi biasa-biasa saja.”
Tiba-tiba Shiro pingsan taksadarkan diri.
**********
Di UKS
Shiro : “Loh ko aku ada disini, perasaan tadi aku ada di toilet” Sambil menoleh ke sekitarnya
Guru UKS : “Oh.. kamu sudah sadar bagaimana perasaanmu?
Shiro : “Sepertinya baik-baik saja sekarang, oh iya terima kasih guru sudah merawatku. Tapi siapa
yang mengantarkan aku kesini?”
Guru UKS : “Tadi ada 2 temanmu yang membawamu kesini, kalau gak salah namanya Kuro dan Airi.
Guru UKS : “Sama-sama”
Shiro : “Lagi-lagi dia baik padaku kenapa dia melakukan sampai seperti ini, padahal aku hanya orang luar dan lagipula ini baru beberapa hari saja aku mengenalnya, tapi kenapa aku juga nyaman kalau dekat dengannya? Apa aku harus tanya kepadanya, tidak-tidak itu hanya akan membuat suasana jadi canggung lebih baik biarkan saja lah.
Dipirkir-pikir malah menjadi pusing mending istirahat lagi saja.”
**********
Di lorong Kelas
Pelajaran sudah selesai dan sudah waktunya pulang sekolah murid-murid pada membereskan barang barangnya
dan meuju ke rumah masing-masing, sedangkan Kuro berdiam diri di lorong kelas.
Nobu : “Kuro apa kamu melihat Shiro? Tadi kenapa dia tidak ada di kelas ya?” Sambil melihat
kelas kembali.
Airi : “Dia mungkin masih ada di ruang UKS”
Nobu : “Si Shiro memangnya kenapa?
Kuro : “Dia pingsan tak sadarkan diri dan aku memanggil Airi untuk membawanya ke ruang UKS.
Nobu : “Baiklah ayo kita jengguk dia.”
Kuro dan Airi hanya meng-iyakan dan mulai berjalan bersama ke ruang UKS.
**********
Di UKS
Sesampainyanya ketiganya mereka melihat Shiro yang masih berbaring di tempat tidur dari kejahuan.
Airi : “Apa dia sedang tertidur ya?”
Nobu : “Bagaimana kalau kita tunggu saja ya Kuro?”
Kuro hanya terdiam sejenak dan langsung masuk ke ruang UKS tampa permisi.
Nobu : “Oi Kuro ko main masuk saja?” sambil berjalan masuk di ikuti oleh Airi di belakangnya.
Kuro malah mengambil kursi yang ada di samping lemari dan menaruhnya di sebelah tempat tidur Shiro dan
langsung duduk. Sedangkan Shiro masih tertidur di tempat tidurnya.
Airi mendekat ke Nobu dan berbisik padanya.
Airi : “Nobu, Apa sebaikanya kita keluar saja ya?”
Nobu : “Boleh saja sih, tapi emang gak papa kalau kita main keluar saja, bagaimana kalau kita tunggu di
luar?”
Airi hanya menggaguk dan mulai berjalan keluar bersama Nobu, sebelum keluar Nobu memberi isyarat kepada
Kuro ingin keluar, Kuro hanya menggaguk dan mulai menunggu Shiro terbangun.
Selang beberapa menit kemudian Shiro pun terbangun dan membuka matanya.
Kuro : “Oh kau sudah bangun?” Sambil mendekat ke wajah Shiro.
Shiro langsung mengusap mata sejenak dan melihat Kuro di depan matanya.
Shiro : “Ahhhhhh” (Berteriak)
Sebuah bantal langsung mendarat tepat ke muka Kuro dengan mulusnya.
Nobu langsung masuk bersamaan dengan Airi.
Nobu&Airi : “Ada apa!!!
Di saat Nobu dan Airi masuk mereka melihat Shiro yang terbangun di tempat tidurnya sambil melihat ke bawah,
sedangkan kuro tertidur di lantai dengan muka yang tertutup bantal.
Chapter 14 END
Beautiful Transfer Student And Smart Guy