Beautiful Transfer Student And Smart Guy

Beautiful Transfer Student And Smart Guy
Permasalahan



Chapter 5


**********


Di kelas


Saat di kelas, ada banyak murid-murid yang mendekati Shiro dan meminta tolong ke dia.


Siswa: "Hei shiro selanjutnya aku ya, tolong bantuin kerjaiin PR."


Shiro: "E-eh I-iya hehe." Sambil tersenyum paksa


Tiba-tiba Kuro datang dan memecahkan suasana yang tadi ramai langsung senyap, murid-murid melihat Kuro dan langsung diam.


Kuro langsung duduk di bangku di dekat Shiro dan melihat shiro yang sedang mengerjakan tugas.


Kuro: "Memangnya sekarang pelajaran sudah di mulai?" Sambil melihat buku yang di kerjakan Shiro.


Shiro: "Belum ko, ini buku orang lain ada yang minta tolong tadi."


Kuro: "Oh Siapa?" Sambil melihat para murid yang tiba- tiba langsung duduk dengan rapi.


Shiro: "Orang itu." Sambil menunjuk ke orang yang tadi minta tolong.


Kuro: "Sini aku aja yang pegang"


Shiro: Oke....


Tiba-tiba Kuro berdiri dan melempar buku itu ke muka siswa yang tadi minta tolong. dengan sangat keras.


Kuro: "KALAU MAU SEKOLAH BELAJAR DENGAN BENAR."


Semua tiba-tiba terdiam tampa menguluarkan suara sama sekali, Guru pun datang dan melihat para murid yang terdiam sambil membuang muka.


Guru: "Apa yang terjadi disini?" Sambil melihat sekeliling


Nobu: "Tidak terjadi apa-apa pak."


Guru: "Ya sudah kalau begitu Nobu berikan salam." Sambil berjalan ke tempat duduknya,


Nobu: Berdiri!!! Beri salam.


Pelajaran pun langsung dimulai seperti biasa sampai waktu istirahat pun datang. Para Siswa langsung mendatangi Kuro dengan tatapan yang marah.


Siswa: "WOY APA MAKSUDNYA NIH NGELEMPAR BUKU KE ORANG LAIN." Sambil mengertak ke meja Kuro.


Kuro: "Masalahnya di kalian, kenapa nyuruh si Shiro ngerjaiin tugas kalian?"


Siswa: "Oh kau mau ngajak ribut nih?" Sambil mengepal tangannya.


Kuro: "Ayo ke keluar kelas kita selesaiin di lapangan." Sambil berdiri.


Para Siswa hanya meng angguk dan mulai berjalan keluar kelas. Di ikuti kuro di belakang.


Shiro: "Hei Nobu, bukannya ini gawat si Kuro bakal di pukulin." Sambil berjalan ke bangku Nobu.


Nobu: "Tenang aja, Kuro gak selemah itu." Sambil tersenyum.


Shiro: "Maksudmu?"


Airi: "Tenang aja Shiro, Kuro itu kuat." Sambil tersenyum


Shiro: "Aku gak mengerti."


Nobu: "Lebih baik kita keluar aja dulu biar kamu tau."


Shiro: "Oke."


**********


Di lapangan sekolah.


Sesampainya Nobu, Airi dan Shiro. Mereka melihat Kuro yang sedang berdiri sendirian di lapangan, dan tiba-tiba murid-murid yang lain langsung berbaris di depan Kuro sambil mengepal tangan mereka.


Siswa: "Kau sudah siap pencundang."


Kuro: "Gak usah basa basi, maju aja dan lawan diriku ini." Sambil memasang kuda-kuda ingin bertarung.


Siswa: "Masih saja sombong kau hanya sendirian dan kita 100 orang, kau tidak akan bisa menang."


Kuro tidak mendengar omongannya dan langsung menerjang ke para siswa dan langsung memukul 1 per 1 murid yang ada di depannya. Pertempuran pun terjadi dengan sangat memuaskan.


Shiro: "Apa maksudnya ini Nobu?"


Nobu: "Apanya?"


Shiro: "Kenapa gak ada para guru-guru yang memberhentikan pertarungan ini?"


Airi: "Bagaimana ini Nobu? Apa kita harus memberitahukannya?"


Nobu: "Sepertinya tidak ada yang harus di sembunyikan lagi tentang Kuro di hadapan Shiro."


Shiro: "Memangnya apa?"


Nobu: "Airi tolong kamu jelaskan ke Shiro."


Airi: "Oke, Dengarkan baik-baik ya Shiro, 1 tahun yang lalu Kuro adalah salah satu pria yang pernah menghancurkan satu sekolah sampai hancur lembur."


Shiro: "Tunggu maksudmu dia adalah salah satu dari orang “Itu”?


Airi: "Benar sekali. Makanya para guru tidak berani ber urusan dengan Kuro."


Airi: "Karna Kuro pernah membunuh Siswa yang disini 3 tahun yang lalu." Sambil memasang muka yang datar.


Seketika Shiro langsung kaget mendengar omongan Airi yang berbicara itu dengan biasa saja.


Di lain sisi, di lapangan Kuro masih memukul para murid-murid yang tadinya ada 100 orang tingal tersisa 3 orang.


Siswa 1: "Mustahil padahal kami ada 100 orang dan kita kalah dengan mudahnya."


Kuro: "Makanya jangan membuatku marah!!!"


Siswa 2 : "Seperti yang dirumorkan (hah)"


Siswa 3: "Lebih baik kita pergi saja kali ini kau menang."


Kuro: (HAH) Menghela napas.


Para siswa itu pun pergi dan meninggalkan kuro.


Kuro: (Hah) "Sudah selesai dan ku mulai cape, ke perpustakaan ah." Sambil berjalan.


Di lain sisi


Nobu: "Gih ke Perpustakaan, Shiro."


Shiro: "Ngapain?"


Nobu: "Pasti dia bakal pergi ke perpustakaan lebih baik kau kesana aja dia juga terluka itu."


Shiro: "Oke. Sambil berjalan."


Airi: "Tunggu Shiro, bawa headset dan obat oles ini, setelah bertarung pasti kuro butuh ketenangan, dan biasanya mendengarkan lagu dia bakal tenang."


Shiro mengambil headset dan obat tersebut dan pergi dari hadapan Nobu dan Airi.


Airi: "Seperti yang kita pikirkan ya Nobu."


Nobu: "Iya, tapi tidak ku sangka akan jadi seperti ini pada Kuro."


**********


Di Perpustakaan


Sesampainya Shiro di tempat perpustakaan, Shiro melihat Kuro yang sedang duduk dengan kepala yang di tundukananya. Shiro langsung duduk dan mendekatkan obatnya ke pipi Kuro. Kuro langsung terbangun dan melihat Shiro.


Shiro: "Tubuhmu terluka, aku obatin ya." Sambil memasang muka yang kawatir.


Kuro: "Hmm tolong ya."


Kuro membuka bajunya dengan santainya, Shiro yang melihat itu tiba-tiba kaget dan tidak percaya ternyata Kuro memiliki luka bakar yang besar di punggungnya.


Shiro: "Ini luka bakar dapat darimana Kuro?"


Kuro: "Plis Shiro hari ini jangan banyak bertanya dulu." Sambil menghela napas.


Shiro hanya terdiam dan mulai meng oleskan obatnya ke luka Kuro.


Kuro: "Apa sudah selesai?"


Shiro: "Iya sudah ko."


Kuro: "Makasih."


Kuro memakai bajunya kembali, Shiro langsung mengeluarkan Headset yang ada di saku dan memberikannya ke Kuro.


Kuro: "Dari Airi ya?"


Shiro: "I-iyah."


Kuro langsung mengambil HP di sakunya dan memasang headsetnya.


Kuro: "Sini deketin muka kamu."


Shiro: "E-eh mau ngapain?" Sambil menutup mukanya.


Kuro hanya tersenyum dan menempelkan headsetnya ke Shiro dan memutar lagunya.


Shiro: "Eh……."



Kuro: "Kumohon tetaplah seperti ini untuk sementara waktu."


Shiro: "(Kenapa malah menjadi seperti ini)" berbicara di dalam hati.


Kuro: "Kamu gak suka?" Sambil menutup mata.


Shiro: "Bukanya begitu, tapi kenapa terlalu dekat dan kenapa kamu menutup mata?"


Kuro: "Aku hanya ingin dekat denganmu untuk waktu ini, dan aku menutup mata karna sedang mendengarkan lagu."


Shiro: "(Dia kenapa begitu seperti orang yang sedang menahan tangisannya)." Sambil melihat Kuro.


**********


Chapter 5 END


Beautiful transfer student and Smart guy