
Chapter 1
Namaku Karagami Kuro siswa dari Akademi Dandelion murid kelas II SMA Aku menjalani kehidupanku seperti anak sekolah pada umumnya, pikirku tidak ada yang menarik sama sekali.
Hari ini adalah hari pertamaku di sekolah kelas XI, aku bersiap siap untuk berangkat ke sekolah karna jam sudah menujukan jam 06:00 Pagi aku pun berangkat sekolah dengan jalan kaki, di perjalananku aku bertemu dengan Nobu
Nobu: “Hai Kuro bagaimana kabarmu?” Sambil menepuk pundak Kuro dengan sangat keras.
Kuro: “Hei sakit tau kenapa kau selalu menyapaku dengan menepuk pundak ku sangat keras?!! Sakit tau” Sambil menepuk pundak Nobu sangat keras juga.
Nobu: (Augh) “Maaf kebiasaaanku memang seperti ini. Hahahaa
Nobu tertawa terbahak bahak di sepanjang perjalan membuat Kuro hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Nobu. Kuro pun teringat sesuatu.
Kuro: “Hei Nobu sekarang sudah jam berapa?”. Sambil masang muka kebingungan.
Nobu: “Ini sudah jam 07:00 pagi kenapa emangnya”. Sambil melihat jam tangannya.
Kuro: “Gawat kita terlambat!!! Ayo kita lari saja biar cepat sampai” sambil ancang ancang untuk lari kencang
Nobu hanya menganguk dan mulai lari sekencang mungkin, begitupun juga Kuro yang sudah lari duluan sekencang mungkin.
...**********...
Di gerbang sekolah
Sesampainya di sekolah kuro dan nobu mengatur napas dan irama jantung mereka terlebih dahulu di bangku terdekat.
Nobu: “Wow baru kali ini lari ke sekolah dengan kecepatan macan tutul hahaha”. Sambil memengamg dadanya.
Kuro: “Dah gak usah bahas itu dulu, lebih baik kita
Masuk ke kelas dulu, kita sudah terlambat!!!". Sambil menatap ke bawah.
Nobu: “Terlambat apanya coba kau lihat sekelilingmu dulu” Sambil berdiri dari bangku.
Kuro melihat sekeliling dengan pasang muka yang heran dan binggung.
Kuro: “Lah bukannya kita sudah terlambat ya?” Sambil melihat sekelilingnya terdapat para murid yang berlalu lalang masuk ke gerbang sekolah.
Nobu: “Sebenarnya jam ku lebih dari 20 menit” sambil tertawa terbahak-bahak.
Kuro langsung pergi dari hadapan Nobu dan masuk ke sekolah.
Nobu: “Hei Kuro tunggu dulu napa Hei!!!” Sambil lari kecil
Kuro menhiraukannya dan langsung pergi meninggalkan Nobu, Nobu yang melihat itu langsung lari mengejar Kuro dan jalan bersama ke gedung sekolah...
...**********...
Di Aula sekolah.
Sesampainya di Aula sekolah banyak murid yang berkumpul dan pengumuman pun di mulai.
Pak Kepsek: “Selamat datang di sekolah akademi dandelion para murid ajaran pertama sampai ketiga, saya selaku kepala sekolah dari SMA Dandelion Menyambut kedatangan kalian. Bagi para Murid baru dimohon untuk tetap disini dan untuk yang bukan murid baru silakan pergi ke papan penggumuman dan melihat nama dan kelas kalian”. Sambil berbicara dengan keras dan lantang.
Kuro, Nobu, dan murid ajaran kedua dan ketiga lainnya pun pergi ke papan penggumuman dan melihat nama dan kelas mereka disana.
Nobu: “Kuro kau Sudah lihat nama dan kelasmu dimana?” Sambi mencari kelasnya.
Kuro: “Sudah, ku masuk ke kelas 2.2. bagaimana denganmu?”
Nobu: “Wow kita satu kelas seperti tahun lalu. Hahahaha”
?????: “Sepertinya aku juga akan bersama lagi dengan kalian”
Kuro Nobu dan murid lainnya menoleh dan melihat sosok wanita cantik dan ternyata dia adalah Primadona sekolah Katalina Airi
Siswa: “Wow kenapa dia ada disini?”
Siswi: "Wow dia cantik sekali"
Semua orang terpesona melihat kecantikan dia termasuk juga Nobu, tapi tidak terhadap Kuro, Kuro malah memasang muka datar dan biasa saja.
Melihat kecantikan Airi. Nobu langsung mengambil bunga mawarnya di dalam tas dan langsung memberikan mawar itu.
Nobu: "Ouh wahai primadona sekolah SMA Dandelion maukah kau menerima bunga mawarku ini". Sambil berlutut layaknya pangeran yang memberikan cincin nikah.
Seketika semua orang terdiam termasuk Airi dan Kuro yang melihat kelakuan Nobu yang berlagak seperti pangeran.
Airi: "Terima kasih Nobu aku suka mawar ini". Sambil tersenyum manis.
Semua orang yang melihat ini terutama bagi "pria jomlo" mulai menangis melihat pemandangan seperti ini di pagi hari, tidak termasuk Kuro, dia masih terlihat santai saja.
Airi: "Hai Kuro apa kabarmu?" Sambil melambaikan tangannya.
Kuro: "Aku baik-baik saja bagaimana denganmu Airi?" Sambil membalaskan lambaian tangan Airi.
Airi: "Aku baik sambil menganguk".
Nobu: "Oh iya, kata kamu (Sepertinya aku juga akan bersama lagi dengan kalian) memangnya kau juga sama di kelas 2.2?"
Airi: "Begitulah".
Serentak semua murid kelas 2.2 bilang “Ayo” Kuro yang melihat itu hanya tersenyum saja.
...***********...
Di lorong kelas
Kuro: "Oh iya Airi, Nobu bagaimana kalo kita ke kantin dulu aku lapar sekali karna belum sarapan mau ikut gak?"
Nobu: "Aduh gak dulu deh aku masih kenyang".
Airi: "Iya nih aku juga maaf ya Kuro" sambil tersenyum manis.
Kuro: "Yaudah kalian duluan aja ke kelas ntar aku nyusul" sambil melambaikan tangan.
Airi dan Nobu: Oke.. sambil memberi tanda oke.
...**********...
Di kantin.
Sesampainya Kuro di kantin dia melihat banyak murid yang makan dan minum sambil berbicara. Kuro yang melihat itu hanya melihat dan langsung pergi ke ibu kantin dan memesan makanannya sambil menunggu dia duduk di dekat jendela.
Tampa sengaja Kuro mendengar omongan para siswa dan siswi yang sedang berbincang tentang hal yang menarik perhatian Kuro.
Siswa: "Hei apa kau tau ada siswi yang sangat cantik di sekolah ini?"
Siswi: "Iya aku tau sang primadona, Airi kan?"
Siswa: "Bukan dia, ada lagi yang cantiknya itu sebanding dengan primadona sekolah kita".
Siswi: "Siapa dia?"
Siswa: "Gak tau deh, tapi denger-denger katanya dia adalah anak dari kepala sekolah kita".
Siswi: "Serius siapa dia? Ko bisa?
Siswa: "Kurang tau deh kalo itu mah kita liat aja nanti deh kalo dia ada".
Siswi: "Oke"...;.....
Setelah Kuro mendengar percakapan itu entah mengapa dia malah terdiam dan sedikit merenung.
Bu Kantin: “Dek ini udah jadi roti bakarnya harganya 5000K”. Sambil memberi makananya ke Kuro.
Kuro: “Ouh iya, ini bu. Sambil mengambil makanan dan memberi uangnya”.
Kuro pun pergi dari kantin menuju ke kelas.
...**********...
Di kelas.
Kuro yang merenung karna kejadian tadi tampa sadar dia malah menabrak pintu kelas dan jatuh.
Nobu: “Lah Kuro kau kenapa nabrak pintu kelas abis makan apa itu”. Sanbil berjalan menuju ke Kuro dan membantunya berdiri.
Kuro: “Makan roti bakar doang ko” sambil tersenyum dan bangkit dari jatuh tadi.
Airi: “Ouh iya, Kuro tadi ada yang nyariin kamu?” Sambil berjalan menuju ke Kuro.
Kuro: HAH!!! Serius ada apa? Memasang muka kaget.
Nobu: Santai dulu dong tuh muka kagetan banget dah haha. Sambil tertawa,
Airi: “Kurang tau juga sih, tapi tadi ada perempuan kesini nanyaiin kamu.
Nobu: “Wow sejak kapan kau menjadi populer begini?” Sambil menyikut badan Kuro
Kuro terdiam dan teringat pembicaran siswa siswi yang di kantin tadi.
Kuro: “Apa perempuan yang di ceritaiin pas di kantin itu ya? Hmmm”
Tiba tiba terdengar suara pemberitahaun dari speker dan terdengar suara guru yang berbicara. Dan bicara seperti ini
Guru: “Tes 1 2 3 pemberitahuan kepada Karagami Kuro harap masuk Ke ruang kepala sekolah..
Kuro: “Ada apa ini?”
Nobu: “Mana ku tau”.
Airi: “Lebih baik cepat pergi ke ruang kepsek deh sana”.
Kuro: “Ok deh”
Kuro pun pergi ke Ruang kepala sekolah.
...************...
Chapter 1 END
Beautiful transfer student and Smart guy