
Tak membutuhkan waktu lama Hana sudah sampai di rumah, saat memasuki rumah semua mata tertuju pada Hana, Karen tak biasanya gadis tersebut tidak heboh seperti biasa, semuanya hanya saling tatap tatapan dan kasihan terhadap hana yang saat ini sudah tak ada semangat lagi
" Han sini sayang mommy mau bicara sebentar?"
" Hana capek mom, lagian nanti kita keluarkan? jadi Hana mau istirahat, permisi" ucapnya langsung ke kamar
Melihat hal itu sangat membuat keluarga nya sakit karena sikap Hana yang begitu dingin, tak terbiasa di dapatkan oleh keluarganya.
kleekkk
Hana pun langsung melemparkan tasnya dan menjatuhkan dirinya ke kasur, saat ingin memejamkan mata pintu kamar nya di ketuk
toktoktok
" Han kakak masuk boleh?" tanya David yang tak di jawab apapun oleh Hana terpaksa ia masuk dan melihat adiknya terbaring masih menggunakan baju sekolah nya, lalu menduduki dirinya di samping Hana sembari mengelus rambut Hana
" kakak tau perasaan Hana, tapi kita ga bisa ngapa ngapain Han, paham situasi Daddy ya Han?"
" kak mau berapa kali lagi Hana gagal di jodohkan hm?
" kakak tau hann tap.. " belum selesai David berbicara sudah di potong oleh Hana
" Hana capek mau istirahat kakak keluar ya." ucapnya ketus, lalu menarik selimut hingga menutupi kepalanya
David pun tak bisa melakukan sesuatu akhirnya pergi dari kamar hana, setelah kepergian David Hana pun bersiap siap untuk mandi dan lanjut tidur.
Tiga jam kemudian dimana jam sudah menunjukkan pukul 18:30 Hana bangun kemudian menunaikan ibadah sholat Maghrib lalu bersiap untuk menghadiri acara pertemuan dua keluarga
Tak membutuhkan waktu lama Hana sudah siap mandi dan sudah siap berpakaian langsung menuju meja rias untuk merias wajahnya walau hanya tipis tipis saja, ia menatap dirinya di cermin.
" gue di jodohin? harapan gue buat bisa suka sama Gibran pupus gitu aja?" Hana pun menghela nafas dan langsung mengambil sendal miliknya kemudian turun kebawah untuk menemui keluarga besarnya
tak tak
suara sendal milik Hana menarik perhatian seluruh keluarganya, lalu menatap nya dengan senyuman
" cantik banget adik kakak" ucap David yang menyusul nya di tangga. Hanya dibalas senyum tipis oleh Hana
Deg
saat mendengar nama Gibran membuat jantungnya berdetak cepat dan berpikir apakah Gibran tersebut yang akan di jodohkan oleh nya? " ah tidak mungkin nama Gibran kan banyak " ucap nya dalam hati.
Hana pun lalu memasuki mobil milik keluarganya, mereka menggunakan dua mobil karena seluruh keluarga Hana ikut dalam pertemuan keluarga, 2 mobil Alphard putih dan hitam melaju menyusuri perjalanan yang tidak terlalu macet menuju restoran milik keluarganya.
Tak menunggu waktu lama akhirnya mereka pun sampai, dan saat Hana ingin menurunkan kakinya ia terkejut ada karpet merah serta hiasan yang sangat begitu indah,
" dad, apa ini?"
" jalan aja sayang "
Hana pun lalu turun tangannya lalu digandeng oleh David untuk memasuki restoran tersebut, Sepi? iya restoran itu hanya di penuhi dengan keluarga besar dari keluarga jodohnya dan keluarganya
" ini mau pertemuan keluarga atau tunangan sih " gumam Hana dalam hati.
Pembimbing restoran sedang menuntun Hana untuk masuk ke ruangan yang dimana sudah di atur oleh Atmadja, setelah sampai ia melihat sudah ada keluarga jodoh yang datang, hatinya langsung berdetak tak karuan, gimana tidak punggung cowok yang sedang ia lihat sama seperti punggung milik Gibran " ahhh itu tidak mungkin" gumamnya yang masih Tedeng oleh David, melihat hal itu membuat David tersenyum gimana tidak, pasti adiknya itu sudah mengira bahwa yang di jodohkan olehnya adalah Gibran, teman sekolah nya
padahal iya awokawok.
Saat Atmadja memasuki ruangan itu, berdiri lah satu lelaki tua yang menyambut kehadiran Atmadja
" hai Atmadja" ucap lelaki tersebut
" Hai Wicaksono" kedua lelaki tersebut saling bersalaman.
" what Wicaksono?" ucap Hana dalam hati, pikiran dan hatinya makin tidak karuan
Bersamaan dengan itu pria yang ia lihat punggungnya berdiri dengan seorang wanita yang terbilang itu adalah ibunya menoleh kearah Hana
Deg
Pandangan mereka bertemu, jantung Hana dan juga jantung gibran berdetak dengan kencang, gimana tidak yang di jodohkan oleh Hana adalah Gibran seseorang yang akan ia cintai.