Beautiful Girl And Badboy

Beautiful Girl And Badboy
Diamnya Hana



Diperjalanan Hana hanya menatap sunyi nya dunia di balik kaca helm yang ia pakai, tampak hari harinya begitu sulit untuk dijalankan, suasana emang begitu ramai banyak sekali kendaraan yang lalu lalang ada yang pergi bekerja ada juga yang berangkat sekolah, tetapi di mata Hana kini dunia sangat sepi, tanpa Hana sadari ia sudah ada di perkarangan sekolah


" neng udah sampai" ucap kang ojek yang tak membuat Hana sadar dari lamunannya


" neng" teriak ojol


" eh iya pak maaf, ini uangnya, ambil aja kembaliannya"


" makasih neng"


Hana memasuki gedung sekolah menelusuri setiap lorong sekolah dengan mata yang tetap fokus mengarah kedepan dan raut wajah yang sangat susah untuk diartikan. Semua mata tertuju kepada Hana yang dimana gadis tersebut sangat pendiam hari ini, detik tiap detik Hana melangkah dan akhirnya kaki gadis tersebut sampai di sebuah ruangan kelasnya.


Langsung duduk tanpa bicara dengan seorang pun disana, seluruh kelas memandang satu sama lain dan bertanya ada apa dengan Hana hari ini, sorot matanya begitu tajam dan tanpa arti.


" hai han, Lo kenapa?" tanya bila


Hana hanya melirik kearah sumber suara yang bertanya kepada nya tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya itu


" Lo kenapa Han, di tanya Diam aja" ucap bila, Hana hanya menggelengkan kepalanya


Saat ingin bertanya lagi, seorang guru pun datang dan memulai sebuah mata pelajaran, Bu Hani pun menerangkan materi demi materi dan semua murid hanya mendengarkan tetapi tidak dengan Hana


Hana terlalu fokus dengan pikirannya selalu dengan kepanikan dan bertanya, apakah kakaknya akan baik baik saja? , memikirkan hal itu membuat Hana meneteskan air mata tanpa sengaja, setiap bulir air mata jatuh mengenai pipinya, ia pun tidak sanggup mau tidak mau Hana izin ke toilet untuk melepaskan rasa sedihnya itu


" misi Bu saya izin ke toilet sebentar" ucap Hana dengan wajah datarnya


" iya silahkan"


Hana pun segera ketoilet dan menangis sekuat-kuatnya, ia tidak tahan dengan semuanya, ia tidak kuat dengan apa yang terjadi kepada kakaknya, saat sedang menangis tiba tiba saja pundak Hana ada yang memegang, Hana pun menoleh


" Lo kenapa Han bilang sama gue, ada apa?" tanya bila, orang yang memegang pundak Hana


tanpa kata tanpa reaksi Hana langsung memeluk bila dan menangis di pelukan sahabat nya itu


" tenang Han cerita sama gue ada apa?"


Hana pun melepaskan pelukannya dan menceritakan semua yang terjadi kepada kakaknya, dan hal apa yang membuatnya terdiam dan sorot mata yang begitu tajam


" udah tenang, kakak Lo bakalan baik baik aja kok, percaya sama gue ya, Lo jangan khawatir" ucap bila sambil mengelus bahu Hana


" udah sekarang Lo cuci muka kita ke kelas, bentar lagi istirahat ya"


Bila menuntun Hana berjalan menuju kelasnya, saat sampai di ruang kelas bel istirahat pun berbunyi, dan Bu Hani meninggalkan ruangan tersebut


" ayok ke kantin" ajak bila


" *gue ga mau, Lo duluan aja"


" gue ga suka di tolak Han, Lo harus ke kantin bareng gue"


" yaudah "


" yeeyy kan enak dengarnya*"


Gibran menatap Hana keheranan sebab gadis itu tidak pernah sediam itu, apa yang terjadi?


" Lo gapapa Han? " tanya Gibran


" gapapa " jawab Hana dengan wajah datarnya


" kekantin bareng gue aja ya" ajak Gibran


" heh kutu kupret, Lo ga lihat gue disini apa?" ucap bila.


" yuk Han" ajak Gibran dan menghiraukan ucapan bila


" Lo ga dengar apa yang gue bilang?"


" *brisik "


" kalau mau kekantin kalian aja, gue udah ga mood!" bentaknya lalu pergi meninggalkan kelas


" tuh kan gara gara Lo"


Tak menggubris ucapan bila, Gibran pun pergi meninggalkan kelas dan menemui teman temannya di kantin, Hana berjalan menelusuri setiap kelas menuju ruang kepala sekolah, dimana Hana akan beristirahat


" permisi pak, apa kepala sekolah nya ada di dalam?" tanya Hana kepada guru


" *ada nak, silahkan masuk"


" makasih pak*"


Hana berjalan dengan kepala tertunduk ia tidak ingin melihat guru yang sedari tadi menatapnya heran, tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang membuatnya terjatuh


bughh


" awww" ringis Hana


" sory sory gue ga sengaja, Lo gapapa kan?"


Mendengar penuturan pria tersebut membuat Hana bangkit dari jatuhnya, ia hanya menatap pria itu dengan sekilas dan meninggalkan nya sendiri tanpa kata ataupun jawaban dari pertanyaan lelaki itu


" cantik, menarik, tapi judes" ucap lelaki tersebut lalu meninggalkan ruang guru


tok tok tok


" masuk "


Hana membuka pintu ruangan kepsek lalu berjalan dan melihat hanya Bimo di ruangan itu kemudian duduk di sofa panjang dengan perasaan khawatir


" *kenapa kamu Han?"


" kak David om*" tangis nya mulai pecah' seketika mengingat kakak nya itu


" kenapa David sayang, kenapa kamu nangis?" tanya penasaran lalu bangkit dari duduknya dan menghampiri Hana


Hana pun menceritakan kejadian tentang David kepada Bimo, yang membuat Bimo emosi bukan kepalang, bagaimana tidak musuh bebuyutan dari keluarga Kusuma sudah membuat salah satu anggota keluarga Kusuma koma dirumah sakit


" kamu tenang ya sayang, sekarang kamu ke kelas, abis pulang sekolah kamu pulang sama oom kita pergi ke rumah sakit ya" ucap Bimo sambil mengelus pucuk rambut Hana


Hana hanya mengangguk lalu meninggalkan ruangan kepala sekolah, karena bel masuk Sudak berbunyi akhirnya Hana pergi ke kelas tanpa makan sedikit pun, dengan hati yang bercampur aduk dan enggan belajar. Hana terpaksa masuk kelas


Hana mengikuti pelajaran matematika hingga selesai sampai pada saat bel pulang berbunyi semua murid meninggalkan kelas, hanya tersisa Hana Bila dan juga Gibran


" Han gue duluan ya supir gue udah jemput, Lo gapapa kan?" tanya bila


" gapapa kok"


Bila kemudian berlalu meninggalkan Hana


" Lo balik sama gue aja" tanya Gibran


" *gue g mau, gue bisa balik sendiri "


" gue ga suka di tolak, dan gada penolakan!"


" Lo siapa ngatur ngatur gue*!?"


Bentak Hana lalu pergi meninggalkan kelas


" gue bakalan buat Lo jatuh cinta sama gue Han"


Lalu menyusul Hana keluar kelas


Tanpa menunggu lama ternyata om Bimo sudah menunggunya sedari tadi dan Hana masuk ke dalam mobil oom nya tersebut menuju ke rumah sakit tempat dimana kakaknya itu di rawat.