
Cittttttt
Mobil Gibran sampai di parkiran rumah sakit dan berlari memasuki rumah sakit
"suster dokter" teriak Gibran yang kemudian salah satu perawat rumah sakit berlari membawa brankar
" *tolong sus"
" pasien bakalan kami tindak untuk sementara mas nya silahkan isi administrasi terlebih dahulu "
" baik* " ucap Gibran kemudian menuju resepsionis untuk mengisi administrasi
" mas nya siapa ?" tanya seorang resepsionis
" *saya pacar dari pasien yang di bawa ke ruangan ICU"
" baik, dengan nona siapa*?"
" Asqila Hana Pratiwi " ucap Gibran
" baik mas, untuk administrasi awalnya sebesar Rp 250.000 untuk sisanya bisa di lihat ketika pasien sudah keluar dari rumah sakit "
" nih mbak " Gibran memberikan kartu ATM nya
" nih mas, makasih "
Setelah Gibran selesai melakukan pembayaran administrasi ia pun menuju keruangan ICU
" permisi disini keluarga dari pasien?" tanya dokter
" saya dok saya pacarnya" aku Gibran kepada sang dokter
" *gimana keadaan nya dok"
" untuk sementara waktu biarkan pasien beristirahat terlebih dahulu karna luka luka yang ada pada bagian tubuhnya membuat dia melemah, kalau begitu saya permisi "
" baik dok, terima kasih "
Gibran pun masuk keruangan Hana dan duduk disamping Hana dengan menatap nya
"cantikk" gumam Gibran sembari tangannya memegang pucuk kepala hana
Saat sedang mengelus pucuk rambut Hana dering ponsel Hana berbunyi bertuliskan " MyDadd" yang tidak lain Daddy Hana yang menelepon tanpa basah basi Gibran pun mengangkat telepon tersebut
" halo sayang kamu dimana" ucap pak Atmadja
" *halo om saya Gibran teman Hana, Hana lagi di rumah sakit om "
" apa! kenapa putri saya*" ucap Atmadja terkejut yang membuat istri dan anak pertamanya menoleh ke arah nya
" *Hana di bully di sekolah om dia berada di RS.... "
" baik saya kesana kami jagain anak saya dulu*" Atmadja menutup teleponnya dan memberitahu kepada istri dan juga anaknya
" Hana masuk rumah sakit kita pergi sekarang "
" apa anakkku" tangis mama tania pecah yang saat ini di tenang kan oleh david
Keluarga Atmadja pergi ke rumah sakit dimana putri nya di rawat yang tak lain rumah sakitnya sendiri dengan menggunakan mobil Alphard dikendarai oleh supir nya
Saat sampai di rumah sakit Atmadja segera turun dari mobil dan langsung disambut salah satu manager tersebut disusul oleh mama tania begitu juga David
" *pak kenapa mendadak"
" putri saya di rawat disini"
" baik pak kita ke ruangannya"
" Bentar dad biar David tanya ke resepsionis*" ucap David yang tau pasti temannya ke resepsionis dan memberitahu nama Hana yang berbeda
" eh pak David"
" Asqila Hana Pratiwi ruangan mana "
" ICU pak* " ucap sang resepsionis yang kemudian David meninggalkan nya tanpa berkata kata
mereka pun berlari menuju ICU, dan langsung memasuki ruangan itu tampak seorang lelaki badan jangkung rambut belah tengah yang mengenakan seragam sama milik putrinya sedang duduk di samping brankar hana
" Hana" teriak pak Atmadja serta istrinya
" kamu kenapa bisa begini sayang" tangis mama tania pecah melihat Hana yang babak belur
Gibran terkejut melihat siapa yang menghampiri Hana, ya pengusaha terkenal dari keluarga Kusuma dan juga teman bisnis nyokap bokap nya
" ceritain ke gue siapa yang bikin adek gue sampai kayak gini " ucap David bertanya kepada Gibran
Gibran kemudian menceritakan semuanya yang membuat Atmadja ingin membalas kan perbuatan putri Prayogo tetapi dia tahu jikalau Hana bisa membalaskan nya, dia hanya bisa menurunkan derajat keluarga nya itu, David mendengar nya pun langsung bangkit dan keluar dari ruang ICU yang kemudian dihentikan oleh Atmadja
" berhenti david, adik mu bisa melakukannya"
langkah David pun berhenti dan matanya tertuju pada Gibran
" gue mohon sama Lo buat nutupin ini semua dari teman temannya hana soal identitas nya, dan makasih karna Lo udah nyelamatin adek gue satu satunya" ucay David
" baik kak, kalau begitu saya permisi pak buk"
" makasih ya nak " ucap bokap nyokap Hana yang hanya di balas anggukan oleh gibran
Gibran berlalu meninggalkan ruangan Hana " kenapa harus disembunyikan?" tanya Gibran yng semakin penasaran dengan hana
Di satu sisi Atmadja menelepon adiknya Bimo untuk datang ke rumah sakit
Selang beberapa menit sampailah Bimo di ruangan ICU
" *kenapa bisa begini bim"
" maaf bg* " ucap Bimo yang melihat keadaan keponakan nya terbaring tak berdaya
" *dia pemilik saham sekolah 20% bukan?"
" iya bg sisanya milik abg*" ucap Bimo " tapi kita tunggu Hana bngun bg kita tidak tau apa yg Hana mau" lanjut Bimo yang hanya di balas anggukan oleh Atmadja
" Hana, Pi Hana dah sadar " ucap mama tania yang kemudian Atmadja meng hampiri nya
" mommy, aku dimana "
" di rumah sakit sayang " ucap mama tania
Hana mengingat kejadiannya " dad biar Hana aja ya, Daddy sama om Bimo nanti aja turun tangannya setelah Han suruh" ucap Hana ia tau Daddy nya itu pasti bertindak
" baik sayang " ucap Bimo dan Atmadja secara bersamaan
" kamu istirahat aja besok jangan sekolah ya" ucap daddy yang dibalas anggukan oleh hana
Hana pun melanjutkan tidurnya karna sakit di kepalanya membuat ia terpaksa tidur
David masuk keruangan Hana " Hana udah sadar mom?" tanya David
" *udah sayang cuman dia tidur lagi kepalanya sakit"
" dad mommy urus sama ibunya Rania ya*" tanya mama tania kepada suaminya itu
" jangan mom biar Hana aja dulu yang urus putrinya dia tau bakalan seperti apa pembalasannya, untuk sementara biarkan Hana menutup identitas nya " ucap Atmadja yang tau watak istri nya
Mama tania pun hanya duduk terdiam sambil menunggu putrinya pulih