Beautiful Girl And Badboy

Beautiful Girl And Badboy
Dewa is loser



" kak daviddddd " teriak Hana dan berlari ke arah David yang sudah terkulai lemah tak berdaya karena tembakan yang dia terima


" kak David bangunnn" tangis Hana pecah iya pun menatap dewa yang mana ia berdiri terkejut melihat Hana datang dan menurunkan senjatanya


" bangsat Lo wa!" teriakan Hana begitu kencang sehingga Candra yang sedang mencari keberadaan mereka pun mendengar suara Hana


Mereka pun lari mengikuti suara Hana


" gue ga akan pernah ampunin Lo wa!" teriak Hana


" haha Lo pikir gue takut, gue ga akan takut Han" ucap dewa yang kemudian menodongkan pistol kearah Hana tepat di kepalanya


Hana hanya terdiam di tempat saat dewa menodongkan pistolnya, dewa sudah mengangkat pelatuk pistol nya dan siap menembak ke Hana


Dorrr


Hana terdiam mendengar suara tembakan tersebut ia pikir hari ini adalah hari dimana dia meninggalkan dunia, ia sempat terpikir soal Gibran, dimana mata itu yang membuat Hana takjub melihat lelaki tersebut, Hana tersadar saat mendengar teriakan dewa


" lepass!" ucap dewa


" Lo gapapa hel " tanya Candra


Candra tepat sampai dimana Hana akan tertembak, gerakan nya begitu sungguh cepat sehingga tembakan tersebut mengarah ke atas.


" *Lo urus dia, dan Lo bantuin gue bawa ka David kerumah sakit"


" baik hel*"


Mereka pun berlari menuju tempat dimana mobil mereka berhenti, Hana terus-terusan menangis sambil memangku kakaknya itu, mobil Hana Candra yang membawa sedangkan dewa di bawa ke markas besar hana, Hana terus menangis sejadi jadinya


" kakak bangun kak, dengerin hana, kakak!" teriak Hana semakin menjadi


" cepat kan mobilnya, apakah harus selama itu!!" bentak Hana pada ank buahnya itu


Mobil semakin melaju kencang menuju rumah sakit


Setelah menempuh jarang dengan waktu bermenit menit lamanya akhirnya Hana sampai di rumah sakit, dan membawa kakaknya itu masuk ke dalam


" dr Gerald" teriak Hana sambil menangis tersedu-sedu, receptionis yang melihatnya pun segera menelepon dr Gerald agar langsung menangani David kakak dari pemilik rumah sakit tersebut


Gerald pun berlari dengan membawa brankar dan membawa David keruangan hana operasi berjalan dengan langsung, pemeriksaan berjalan dengan langsung Hana hanya duduk khawatir dengan keadaan kakaknya hingga lupa mengabari bokap dan nyokap nya


Sambil menangis Hana pun menelpon bokapnya itu " dadyyy" tangis Hana semakin pecah


" kamu kenapa sayang ada apa?" ucap Atmadja yang khawatir melihat putrinya menangis


" ka-ka-k dad, huhuuu kakak tertembak dan sekarang ada di rumah sakitt"


" apa, yaudah kamu tunggu disana Dady ke sana sekarang" Atmadja langsung mematikan teleponnya dan berlari keruangan istrinya kemudian pergi ke rumah sakit dimana David di tangani


Sedangkan Hana hanya terduduk lemas dan terus menangis tanpa henti, ia tidak tau apa yang terjadi hingga kakak kesayangannya itu tertembak ia takut sungguh takut kehilangan kakaknya, hancur Hana saat ini membuatnya melamun, padahal baru saja ia bercanda dengan kakaknya itu


Hati hana sungguh sangat hancur terasa dunianya hilang, dia duduk meringkuk di lantai sambil menunggu dr Gerald keluar sangat begitu lama sudah bermenit-menit lalu tidak kunjung keluar, semakin membuat Hana ketakutan sampai ketika ortunya datang pun dr Gerald belum keluar


" momyy" Hana teriak dan berlari memeluk mama Tania dengan air mata yang terus mengalir


" gimana ini bisa terjadi Han?" tanya Atmadja dengan raut wajah khawatir


" Hana gatau dad, Hana sampai sana kakak udah tertembak" tangis Hana


" *siapa yang menembak?"


" dewa dad dewaaa*!" teriak Hana dan memecahkan tangisannya semakin kuat hingga mengundang banyak Pasian yang melihatnya hingga terduduk


" sabar sayang kakak pasti gapapa" ucap mama Tania


keluarga tersebut terduduk diam menunggu kabar mengenai David sudah 2 jam tidak ada informasi apapun hingga dimana Atmadja bangkit dari duduk nya dan ingin mendatangi keluarga Abimanyu tetapi terhalang oleh pintu yang terbuka dimana sosok dr Gerald keluar


Hana menoleh dan berlari menghampiri dr Gerald " gimana dengan kakak saya dok"


" peluru yang ada di perut David sudah saya angkat, sekarang dia dalam keadaan koma kita hanya bisa berdoa agar David melewati masa koma nya " Ucap Gerald


mendengar hal itu membuat Hana pingsan sedangkan mama Tania terduduk lemas tak berdaya


Hana pun langsung di bawa keruangan dimana David di rawat, dan di periksa oleh dr Gerald


" asam lambung Hana naik, dia begitu banyak pikiran, bapak istirahat saja biar perawat saya yang akan mengurus Hana dan David, apalagi istri bapak juga butuh ketenangan " ucap Gerald


" *saya titip anak saya dulu sebentar lagi saya akan kembali, saya mengurus istri saya terlebih dulu"


" baik lah pak*"


Atmadja pun membawa istrinya yang masih terdiam lemah di bawa kerumah


Disisi lain Candra sedang memborgol dewa dengan melantur kan sebuah pertanyaan yang hanya di jawab tawaan oleh dewa


" gue tanya sekali lagi kenapa Lo bisa nembak david!" teriak Candra sambil mencambuk badan dewa tanpa ampun


" *bukan urusan Lo bangsat!"


" anjing*!"


Candra pun mencambuk badan nya tanpa henti tetapi ia berhenti ketika mendengar ucapan seseorang


" berhenti bos, kita serahkan ke Rachel aja "


ucap salah satu anak buah Candra, ia pun berhenti dengan aksinya


"hehh" gumam dewa


Hana sadar dari pingsannya dan segera duduk di samping brankar kakaknya


" kak bangun ya Hana kangen" ucapnya sambil nangis tersedu sedu


" nanti kalau kakak masih disini Hana main sama siapa, bangun ya kk Hana tunggu loh" ucap nya yang membuatnya tertidur kembali di brankar kakak nya itu


Anya putri sudah berkumpul di markas Hana dimana mereka juga termasuk di geng Earth Holder, dia duduk diantara dewa yang sedang di borgol oleh Candra, sisi lainnya sifat Anya dan putri pun terbuka saat emosinya memuncak karna kelakuan dewa yang sudah kelewatan batas


" Lo tau kan wa gimana Hana?" tanya Anya pelan


" Lo tau kan wa kalau Hana udah benci sama Lo dia bakalan bunuh Lo wa!"


Plakkk


Satu tamparan melayang di pipi dewa


" bajingan kalian!" ucap dewa pelan


Putri pun memegang rahang bawah dewa " kalau kami bajingan Lo jadinya apa? persetan denga Lo!"


tamparan yang lain melayang di pipi kanan dewa


" udah nya put, biar Hana yang melanjutkan" ucap Candra


" loser!!" ucap Anya yang membuat dewa memberontak di tempat duduknya


" jangan kasi dia makan sampai Hana datang, paham!" ucap putri


" baik" di jawab salah satu anak buah Candra


" gue sama Anya nyusul Hana di RS, Lo jaga sini dan jangan sampai lengah, gue yakin Hana butuh kami" ucap putri


" kabarin gue soal David put" jawab Candra yang hanya di balas anggukan oleh Hana


Anya dan putri pun meninggalkan markas Hana dan pergi menjemput bila agar bisa menemani Hana di rumah sakit


Mereka tau pasti saat ini hati Hana begitu hancur, bagaimana tidak kakak kesayangannya Hana tertembak tepat di pendengaran Hana.