
Tampak wajah malas Hana terlihat sangat jelas, bagaimana tidak hari ini dan hari seterusnya akan membuatnya sangat kesal karena perjodohan yang di lakukan oleh keluarganya tersebut, Hana menerimanya karena juga paksaan dari kakak nya itu, dan hari ini Hana sangat malas untuk pergi ke sekolah dengan mood yang sangat berantakan.
Hana sudah bersiap tetapi ia enggan untuk turun kebawah, jadi selagi menunggu waktu tiba Hana duduk dan bermain handphone, tak butuh waktu lama Hana main handphone ternyata ada yang mengetuk pintu kamar gadis itu.
tok tok tok
" non ini bibik, non di panggil tuan sama nyonya non "
" iya sebentar lagi Hana turun " ucapnya malas
Tidak menunggu waktu lama akhirnya Hana turun menuju ruang makan dimana keluarganya sudah berkumpul
" cucu opa dari mana kok baru turun?" ucap opa petra
" dari atas opa, Hana malas sarapan "
" tapi kamu harus sarapan sayang " ucap oma Reni
" malas Oma, Hana langsung ke sekolah aja ya " ucap Hana lalu meninggalkan meja makan
" jangan lupa nanti malam, ada pertemuan dua keluarga " ucap sang mommy
Hana mendengar nya tetapi tak menggubris nya, Hana langsung berjalan tanpa berkutik apapun disusul oleh David
" Hana kenapa gitu?"
" sudah lah kak, Hana gamood " ucapnya lalu masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan rumah menuju sekolah.
Melihat hal itu David hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sedangkan di sisi lain.
" nanti malam ada pertemuan dua keluarga jadi kamu harus stand by disini, jangan ngurus cafe, paham kamu?" ucap papi Gibran
" paham Pi, kalau gitu Gibran pergi dulu " ucap Gibran lalu meninggalkan rumah.
Tak membutuhkan waktu lama akhirnya Hana dan juga Gibran sampai secara bersamaan, seperti biasa semua orang tetap menatap wajah mereka tanpa mengedipkan mata nya, Hana tetap fokus berjalan dan tak melihat ke arah Gibran, sedangkan Gibran melihat nya sekilas.
" gue ga tau bakalan gimana kalau gue dijodohin, berarti gue ga akan ngejar Lo lagi Han " ucap Gibran dalam hati.
kringggggg kringggggg
Bel berbunyi menandakan pelajaran pertama akan dimulai, tetapi guru di kelas Hana belum datang hingga murid di kelas Hana sibuk bermain ponsel nya masing masing.
" selamat siang anak anak "
" siang Bu "
" hari ini kita kedatangan murid baru, ayok silahkan masuk "
Bila melirik kearah Hana " kira kira siapa ya Han cowok atau cewek ?"
" ntah " ucap Hana sambil menaikkan bahu nya
Hana hanya menundukkan kepala ia tak bersemangat hari ini sangat melelahkan, saat murid baru tersebut bila teriak sehingga membuat Hana meringis.
" shh Lo bisa ga usah teriak g sih!"
" halo perkenalkan nama gue Putri, dan perkenalkan nama gue Anya " ucap mereka bersamaan
Saat mendengar nama tersebut membuat Hana menoleh kearah sumber suara, betapa terkejutnya ia siapa yang menjadi murid baru tersebut
Hayoo siapa??
Iya putri dan juga Anya sahabat hana, mereka pindah karena mereka sangat kesepian jika tidak ada Hana. haha lucu ya
" yasudah kalian duduk di bangku paling belakang "
" baik Bu "
Bila sibuk dengan mereka sedangkan Hana hanya diam tak berkutik
" Bu saya permisi ke UKS ya " ucap Hana lalu meninggalkan ruang kelas
" kenapa sih tu anak? " tanya putri
" gatau deh dari tadi gitu terus, mungkin ga mood " ucap bila
Pelajaran dimulai mereka pun fokus ke pelajaran yang di terangkan oleh guru tersebut, sedangkan Gibran merasa khawatir terhadap hana dan berniat ke UKS menyusul Hana.
Setelah diizinkan akhirnya Gibran pun menuju UKS untuk melihat keadaan Hana
klek
Pintu terbuka dan menampilkan Hana yang sedang tidur di brankar UKS sekolah. Mendengar pintu terbuka Hana pun menoleh ke arah pintu tersebut dan terkejut melihat Gibran ada di sini.
" ngapain Lo " tanya Hana judes
" ini kan ruang UKS dan juga umum, ya suka suka gue lah mau gue kesini mau gue kesana bukan urusan Lo "
" dih panjang tu kata "
Gibran hanya diam tak menjawab ucapan hana, dan berlalu menuju brankar kosong yang ada di samping Hana.
Dia puluh menit berlalu, bel istirahat pun berbunyi bersamaan dengan notif hp Gibran dan juga hana
kringggggg kringggggg
" gue sama yang lain nunggu Lo di kantin " Anya
Membaca teks tersebut Hana pun berlalu meninggalkan ruang UKS dan melihat Gibran juga ikut keluar dari UKS tersebut.
Semua orang tertuju pada Hana karena Hana berjalan dengan Gibran bersampingan, Anya putri dan juga bila pun terkejut melihat hal itu, gimana tidak seorang Hana dan juga Gibran selalu saja berantem saat bertemu tetapi ini tidak.
" makanan gue dah Lo pesan kan?" tanya Hana
" udah "
" Lo ada hubungan apa sama Gibran ?" tanya Anya dan di simak oleh bila juga Putri
" gada, dia ada di UKS tadi "
Selang beberapa menit pesanan mereka pun sampai, Hana langsung memakannya karena sedari pagi ia belum makan sedikit pun. Mata Hana tertuju pada Gibran yang dimana kawannya asik mengobrol sedangkan dia hanya diam.
" Lo pada kenapa pindah sini?" tanya Hana
" dih Lo ga senang kita pindah?" ucap Anya
" iya nih, kita pindah kan karena kesepian gada Lo " ucap putri yang hanya dapat anggukan dari Hana
" Lo kenapa sih Han dari tadi diam Mulu gada suara " tanya bila
" lagi ga mood, balik kelas yuk bentar lagi bell "
" oke oke " ucap mereka serempak
Kringggggg kringggggg
" wah ajaib baru di bilang udah bunyi tuh bel " kata Anya
Mendengar hal itu hanya membuat putri dan bila tertawa tetapi tidak dengan Hana.
Pelajaran terakhir dimulai hingga dimana bel pulang berbunyi, dan Hana tidak ingin berlama lama di sekolah ia pun langsung meninggalkan sekolah tanpa bicara dengan temannya itu
" wah gila tu anak main ninggalin aja " ucap bila
" udah udah biarin aja besok juga baikan " ucap Anya.
Mereka bertiga pun menyusul Hana keluar.
kemana Gibran? Gibran udah pulang ya guys.