
Melihat sekeliling yang sedang memperhatikan Gibran, Angga pun langsung membuka suara
" tenang gib kita pasti dapat jalan keluarnya"
Mendengar hal itu membuat Gibran pergi meninggalkan Kantin menuju ke kelas dan di susul oleh teman temannya
" kenapa sih tu Gibran emosi Mulu dah " ucap bila sambil melihat kepergian Gibran
Hana hanya diam sejenak tidak memikirkan apapun hanya menatap punggung cowok itu, seketika bel masuk berbunyi dimana Hana yang sudah selesai makan pun pergi meninggalkan kantin bersama dengan bila menuju kelasnya
Tidak butuh waktu lama saat Hana sudah sampai di kelas guru mapel mereka pun telah sampai dan melakukan pembelajaran, saat sedang fokus memperhatikan guru yang sedang menerangkan materi mata Hana malah fokus melihat Gibran yang sedang memikirkan sesuatu
" hm apa jangan jangan dia udah mulai cari tau ya" ucap Hana dalam hati yang membuatnya gelisah
Iya pun izin ke toilet untuk menghubungi Candra
" *halo can"
" iya hel kenapa?"
" apa ada ciri ciri seseorang yang lagi cari tau soal gue di atlas?"
" kayaknya gada deh hel aman aman aja, kenapa emangnya?"
" gapapa gue tyk aja, tapi kalau ada kabarin gue langsung dan cari tau org itu siapa ya?"
" oke hel aman"
" kalau gitu gue matiin*"
Setelah mendengar penjelasan Candra membuat Hana lumayan tenang dan kembali ke kelas
Hana pun melanjutkan belajarnya dengan fokus melihat penjelasan mengenai materi dari gurunya itu, selang beberapa jam akhirnya mapel mereka selesai dan bel pulang berbunyi
tringg tringg
Hana dan bila sibuk menyusun bukunya dan masing masing dari murid tersebut satu persatu meninggalkan kelas tersisa Hana bila dan juga gibran, tetapi saat Hana beranjak dari kursi ada yang menarik tangannya secara tiba-tiba
Badan Hana pun di tempelkan ke dinding dan satu tangan cowok tersebut berada di samping kepala hana
" gue tau Rachel tu Lo kan?" mendengar hal itu membuat bila dan hana terkejut, bila pun menarik tangan Gibran agar bisa melepaskan Hana
" Lo gila ya? atau gimana, ini Hana bukan Rachel stress Lo!" bentak bila dan menarik Han keluar dari kelas
Gibran menghembuskan nafas kasarnya dan memukul dinding kelas " akhhh" amuk Gibran
Hana dan bila lari menuju lapangan dengan terburu-buru " huh untung aja" ucap Hana
" kenapa sih Gibran nyari tau soal Rachel?" tanya bila, membuat Hana melirik bila sesaat
Hana pun menceritakan kejadian itu dengan bila secara detail yang membuat Gibran sibuk mencari tau soal Rachel
" ouh gitu, yaudah kita pulang yuk"
Hana berlalu meninggalkan lapangan sekolah menuju parkiran dan segera meninggalkan sekolah sebelum bertemu dengan gibran
" udah gib Lo tenang aja Dani bisa cari tau dengan cepat" ucap Angga kepada Gibran, yang dimana mereka sedang berada di rooftoop sekolah
" *tapi sampai kapan ngga?"
" ya Lo sabar anjir, Lo pikir nyari tau secepat itu ha, apalagi kita ga punya bukti lain buat cari tau*" bentak dimas
Gibran menendang pipa yang ada di rooftoop tersebut dengan emosi " anjing"
Mendengar suara hentakan kaki membuat para cowok tersebut menoleh kearah tangga siapa yang naik ke atas, padahal rooftoop ini hanya khusus untuk Gibran in the geng
" gue udah dapat informasi" ucap Dani, Gibran berlari mendekati Dani
" Rachel itu sebenarnya Raihana Calista Atmadja Kusuma putri Kusuma yang bukan lain adalah Hana"
" terus langkah Lo selanjutnya apa?" tanya Angga
" gue bakalan dapatin hatinya gimana pun caranya, gue ga perduli, Lo harus bantuin gue"
Mendengar pernyataan dari Gibran membuat Angga, Dimas dan juga Dani saling melemparkan pandangan yang dimana mereka baru pertama kali melihat Gibran segilak ini buat dapatin Hana, padahal dulu Gibran adalah playboy.
" Hana pulanggg!" teriak Hana yang langsung dilempar bantal oleh kakaknya
" *ih resek banget lu"
" ya lu teriak teriak, pekak begok"
" ngeselin banget jadi kakak, dah lah males*" ucap Hana yang langsung memasang wajah cemberut yang membuat kakaknya kasihan dan langsung memberi adiknya kejutan agar tidak ngambek
Sebuah notif masuk ke hp Hana saat melihat notif hp nya membuat Hana terkejut dan berlari memeluk kakak
" aaa maaciiiw kakak, tau aja yang mana Hana suka hehe"
" *kayak gitu aja cepat kamu "
" siapa yang ga cepat di transfer lagi dong 10jt hahaha*"
Saat kakaknya mau melemparkan bantal tersebut Hana langsung berlari menaiki tangga dengan tertawa
" Hana Hana " gumam nya bersuara kecil dan tiba tiba menerima panggilan sebuah telepon yang mengagetkan nya, dan langsung pergi tergesa gesa
Melihat David berlari membuat bi inem ketakutan dan mengabari Hana ke atas
tok tok tok
" non non buka non pintunya" ucap bibi ketakutan
" iya Bi sebentar"
Klekk
" *kenapa bi? kaya ketakutan gitu"
" itu non, den-den David non"
" kenapa sama kak David bi, coba tarik nafas pelan pelan ngomong nya ya"
" den David non abis Nerima panggilan telepon dia langsung keluar dengan wajah ketakutan dan kepanikan, bibi takut terjadi sesuatu"
" apa?, yaudah bibi turun biar Hana nyusul kak David, jangan kasih tau sama Dady ataupun momy ya bi"
" iya non*"
Hana pun berlari meninggalkan bi inem dan langsung masuk kedalam mobil yang dimana mobil tersebut tersambung dengan GPS mobil kakaknya itu, iya memakai handsfree bila waktu iya akan membutuhkan bantuan candra
" duh Lo dimana kak" ucap Hana langsung menghidupkan GPS kakaknya dan melacak dimana lokasinya kini sangat jauh dari permukiman kota
" Lo ngapain anjir ke hutan, bikin gue panik kak" ucap Hana ketakutan Hana sibuk menghubungi kakaknya tetapi tidak di jawab sama sekali, ia pun langsung menghubungi Candra
" *can kumpulkan 10 orang dan ikuti ke lokasi yang gue kirim lewat email Lo, cari kakak gue, sampai ketemu, gue ga mau tau"
" baik hel*"
Hana langsung mematikan teleponnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
" siapapun Lo yang buat kakak gue menderita, gue bakal bikin Lo jauh lebih menderita dari ini!" ucap Hana yang langsung membanting handsfree nya
Mobil Hana melaju begitu kencangnya tidak perduli dengan keadaannya saat ini yang Hana pikirin adalah keselamatan kakaknya, saat sampai Hana pun mencari keberadaan David tapi tidak kunjung datang, sampai dimana dia mendengar suara tembakan yang membuat Hana berdiri terpaku khawatir ketakutan akan terjadi sesuatu dengan kakaknya, ia pun berlari sambil mencari dimana suara tembakan tersebut
Akankah itu kakaknya yang tertembak atau bukan membuat Hana sangat begitu takut, ia mencari dengan air mata yang terus terusan mengalir, hingga dia menemukan sudah gudang tua dan masuk kedalam
Hana terkejut apa yang sudah ia lihat membuatnya hancur.