
Flashback Off
" ouh jadi karena itu makanya dewa balas dendam " Ucap Hana yang hanya diangguki David
" jadi ini bukan salah kamu ya han " ucap David
" iya kak, hmm tapi siapa dad yang bongkar ?" tanya Hana
" Kamu tau kok orang nya siapa" ucap Daddy nya
" ya tapi siapa Daddy Hana kan pengen tau, dan pengen berterima kasih kepada nya, karena udah nyelamatin keluarga kita dari kebangkrutan" ucap Hana
" nanti kamu tau sendiri sayang, sekarang kamu pulang istirahat, biarkan kakak kamu beristirahat terlebih dulu " ucap Atmadja
Mendengar hal itu Hana langsung teringat kepada dewa, ia belum menemui lelaki itu semenjak kakak nya di tembak, jadi ia berencana akan menemuinya hari ini, pas banget Daddy nya menyuruh Hana untuk pulang.
" *yaudah deh kalau gitu Hana pulang "
" kakak kalau ada apa apa kabarin Hana ya, dan jangan buat Hana khawatir lagi* " lanjut Hana
" *iya sayang pulang gih "
" okey, bye semua* "
Hana pun pergi meninggalkan ruangan David menuju markas nya dimana dewa disekap, ia tak menjebloskan dewa ke penjara karena Hana ingin membalaskan dendam nya terlebih dahulu, bagi nya nyawa di balas oleh nyawa, ya walaupun David selamat tapi tetap saja ia akan membalas kan itu semua.
Sedangkan diruangan David berbicara kepada Daddy nya tersebut agar untuk memberitahu Hana siapa yang telah menyelamatkan keluarganya serta dirinya tersebut
" Daddy ga mau kasih tau ke Hana kalau Gibran yang menolong keluarga kita?" tanya David, Seluruh ruangan langsung melirik kearah Atmadja
" iya kak kamu ga kasih tau aja ke Hana?" ucap Bimo
" biarkan Gibran yang berjuang mendapatkan hana, dan biarkan Hana tau sendiri akan hal itu " jawab Atmadja lalu pergi meninggalkan ruangan David.
Disisi lain Hana sibuk berlaju kencang menyusuri jalan dengan emosi yang memuncak menuju markasnya, Hana tetap fokus melaju hingga sampailah ia di markasnya tersebut
Para preman menyambutnya dengan senang hati dan membawanya ketempat dimana dewa disekap
Dengan tatapan tajam nya Hana berjalan begitu saja melewati Chandra, Anya dan juga Putri, menuju ruangan dewa.
" mati lah dewa " kata Anya ketakutan melihat tatapan Hana
" tamatlah riwayat dewa " lanjut putri
ucapan mereka berdua hanya ditanggapin dewa dengan menggeleng kan kepala, Chandra tau maksud mereka berdua, Karena iya tau betul gimana bosnya itu jika sudah murka, Rachel sangat kejam jika ia sudah murka kepada satu orang, hanya antara hidup dan mati atau membusuk di penjara. Selama ini Hana telah membunuh orang yang ingin menyelakai keluarganya tanpa ketahuan polisi atau tanpa meninggalkan jejak bukti bahwa ia bersalah.
Jedaaarrrrr...
Dewa pun terbangun dari tidurnya karena mendengar hantaman pintu yang sangat keras, dan matanya kaget saat melihat tatapan Hana yang begitu tajam kearah nya, dengan memegang tongkat bisbol kesayangan Hana, ia tidak takut mati, ia hanya takut bahwa ia akan di jebloskan ke penjara.
" bangun Lo bajiingan! " teriak Hana
Suara dentuman keras yang di buat oleh Hana membuat seluruh orang berdatangan ke ruangan dewa
Putri Anya dan Chandra langsung berlari menuju ruangan dewa
" stop Han, Lo jangan gila dia bisa mati kalau Lo se emosi ini " ucap Anya
Putri langsung menepuk jidatnya karena heran melihat Anya menahan Hana, padahal mereka tau Hana tidak bisa di tahan sama sekali
" lu go*lok Hana lagi emosi "
mendengar pernyataan dari putri membuat Anya menutup mulutnya dengan terkejut
Hana hanya melirik ke arah Anya tapi tak menggubris omongannya
Hahahaha
Suara tawa yang sangat kencang membuat Hana kembali menoleh kearah dewa dengan mata yang penuh dengan emosi
" Lo yakin mau bunuh gue Han? Lo tau kan Lo bisa aja di penjara atas kasus pembunuhan gue? " Ucap dewa dengan yakinnya
Tanpa menjawab ucapannya Hana langsung menampar pipi dewa dengan begitu kuat sampai membuat sudut bibir nya berdarah
Hana pun berjongkok dan menatapnya dengan mata merah yang penuh amarah
" gue ga sebodoh yang Lo pikir wa, you die is my happiness " ucap nya sambil tersenyum miring
mendengar hal itu membuat dewa ketakutan tapi tidak ia tunjukan kepada Hana.
" gue tau rencana busuk Lo yang mau bikin keluarga gue bangkrut, no bukan Lo tapi keluarga Lo!? " ucapnya sambil menunjuk kearah dewa.
" Lo ternyata tidak sepintar yang gue pikirkan, Lo tau ga bokap nyokap Lo udah ngebuang Lo tanpa sepengetahuan Lo sendiri " lanjut Hana
" Lo!! " ucap dewa sambil bangkit dan memegang kerah baju Hana
Chandra dan anak buahnya pun ingin maju tapi tertahan oleh tangan Hana yang menandakan bahwa mereka tidak perlu turun tangan.
Hana tertawa menggelegar dan langsung mendorong dewa hingga terjatuh, Hana pun melayangkan tongkat bisbol dan memukul badan David tanpa henti hingga membuatnya terkulai lemas.
Putri, Anya , Chandra beserta beberapa anak buahnya menatap terkejut atas apa yang dilakukan Hana, Hana tak langsung membunuhnya tetapi malah menyiksanya terlebih dahulu, itu bukan tipe Hana biasanya ia menyuruh orang lain karena ia tak mau mengotori tangannya, tetapi ini Hana langsung turun tangan.
Tongkat bisbol milik Hana mengarah ke muka dewa dan berkata " kau ingin mati atau penjara?"
Dewa hanya berdiam tanpa menjawab sambil menahan rasa sakitnya
" Karen kau takut dipenjara maka kau akan ku jebloskan atas kasus penipuan kontrak kerja "
setelah mengucapkan hal itu Hana bangkit
" kalian bertiga urus dia rawat dia, setelah itu jebloskan ia kepenjara, bukti sudah gue kasi ke jaksa tinggal nunggu panggilan, dan ya jangan biarkan dia kabur, atau kalian bertiga berhadapan dengan ku!" ucap Hana lalu meninggalkan markasnya tersebut menuju rumah nya .