
Tak terasa waktu sudah berlalu, sudah seminggu Hana mengambil cuti sekolah untuk merawat kakaknya dan mencari tau dalang di balik dewa menembak kakak nya itu. Dan akhirnya Hana pun pergi sekolah dengan identitas nya yang asli karena Daddy mommy beserta kakaknya tersebut sudah mempublish Hana di sosial media dan beberapa media lainnya, terutama Twitter.
" Eunghhh " Hana pun terbangun dari tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap-siap pergi sekolah
Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya Hana selesai dengan semuanya dan segera turun untuk bergabung di meja makan bersama keluarganya
" good morning everyone" teriak Hana
" Lo bisa ga sih gausah teriak teriak, sakit nih telinga gue " ucap David sambil menggosok gosok telinganya
" ih kakak gaboleh ngomong gitu sama adek" ucapnya sambil ketawa
melihat tingkah anak perempuan nya itu Atmadja dan juga istirnya hanya tertawa
" ih mommy kok ketawa lihat kakak di gituin sama Adek" cemberut David
" ih Abang udah besar juga " jawab mommy
" udah udah sekarang kita makan dulu ya nanti Hana telat " ucap sang Dady
Mereka semua pun bergegas makan, tak membutuhkan waktu yang lama Hana siap dengan sarapan nya lalu meninggalkan ruang makan menuju parkiran, kali ini Hana membawa mobil Civic nya untuk berangkat ke sekolah.
bughh
" gapapa deh pakai mobil ini aja, bosan pakai ojek, lagian juga udah pada tau pasti ank sekolah " gumam Hana kemudian melajukan mobilnya menuju sekolah
Selang beberapa menit akhirnya Hana sampai juga di perkarangan sekolah, dan saat itu juga sebuah mobil Pajero putih parkir bersampingan dengan hana, detik itu juga mereka pun berbarengan turun dari mobil tersebut, semua mata laki laki tertuju pada Hana, sedangkan seluruh siswi tertuju pada Gibran, ya mobil Pajero yang terparkir rapi itu milik Gibran.
Saat Hana melirik kearahnya Gibran pun juga menoleh kearah Hana, tanpa basa basi akhirnya masing masing dari mereka membuang muka dan berjalan menuju kelasnya.
" cantik banget gila, gue baru tau kalau Hana pemilik sekolah ini, dan kalau Hana putra pak Atmadja perusahaan terkenal nomor 1" ucap para siswi yang kagum melihat Hana
" ihh kak Gibran juga ganteng banget, kayaknya cocok deh sama kak Hana secara kak Gibran kan juga pengusaha terkenal nomor 2 setelah keluarganya kak Hana " ucap para siswi
Hana dan Gibran tak menggubris ucapan para siswi yang menceritakan mereka, mereka tetap fokus jalan kedepan tanpa menoleh sedikit pun.
" hanaaaa" teriak seseorang dari belakang Hana
Hana pun menoleh dan berhenti sejenak
" duhhh bisa ga sih bil gausah teriak teriak, ini kuping gue bisa pecah ogeb " kesel Hana
" dih kayak lu kagak aja, gue kangen ini gilak " ucap bila
" ouh ya masa sih " ledek Hana
" dih ngeledek lu, dah ah ayok kekelas "
Hana pun hanya mengangguk, saat Hana sedang menuju ruang kelas semua mata tertuju padanya
" ga nyangka ya ternyata Hana anak pengusaha terkenal, gimana nanti ya nasib Riana kalau tau orang yang pernah dia bully itu pemilik sekolah ini" ucap salah satu siswa
Akhirnya Hana sampai di ruang kelasnya begitu juga dengan Gibran
" Han gimana kakak Lo aman kan?" tanya bila
" aman aman "
Bila pun memeluk Hana dengan erat " gue kangen sama Lo Han, Lo cuti lama banget "
" iya iya gue juga kangen banget sama Lo gausah peluk peluk juga" ucap Hana langsung melepaskan pelukan dari bila
" hehe ya sorry "
Saat perbincangan itu terjadi, tanpa di sadari ada sosok sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan seksama, terutama pada hana
Bel masuk pun berbunyi, akhirnya Hana mengikuti pelajaran pak Darko hingga sampai istirahat tiba.
kringggggg......
Tanpa basa basi Hana dan bila langsung istirahat menuju kantin, saat ingin mencari tempat duduk ternyata tidak ada yang kosong, akhirnya Hana berpikir untuk makan di ruangan om nya tersebut mengajak bila
" bil makan di ruangan kepsek yuk " ajak Hana
" wah gilak lu, kenak gebug guru nanti kita ogeb " ucap bila
" Lo pikun atau gimana sih, kan kepsek nya oom gue " terang Hana
Bila pun menepuk jidatnya " hehe lupa, eh emang boleh?"
" boleh aja, Lo pesan aja dulu, samain ya punya gue "
Saat Hana ingin menghubungi oom nya agar ia diijinkan makan di ruangan om nya tersebut seseorang pun memanggil dan melambaikan tangan ke arah nya
" Hana sini gabung " ucap Angga
" emang boleh kak?" tanya Hana
" gaboleh " ucap Gibran
" boleh " ucap Angga, Dani dan juga Dimas serempak
" chhh Lo pada apa apaan sih " ucap Gibran
" yaudah kak, kalau kak Gibran gamau gapapa, kalau gitu Hana permisi ya kak " ucapnya lalu pergi meninggalkan mereka
" ish goblok lu gib, kenapa di tolak, lu juga si han kenapa langsung gamau sih " batin Gibran
" Lo apa apaan sih gib, Lo dulu ngejar dia sekarang cuek gitu " tanya Dani penasaran
" brisik " ucap Gibran
Hana dan bila berjalan menuju kelas dan membawa sebuah makanan nya, Hana berdecak kesal karena perlakuan Gibran kali ini sungguh berbeda, Hana bertanya tanya ada apa kenapa Gibran seperti itu
" duh kok mikirin dia sih bodoamat lah" batin Hana
" Lo kenapa Han, diam Mulu" tanya bila
" gapapa, ayok makan " ucap nya setelah mereka sampai di ruang kelasnya
Hana dan bila tidak jadi makan di ruang kepsek Karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi
Kringgggg ....
" ish baru juga makan " ucap bila
" yaudah makan dulu, lagian gurunya belum datang " ucap Hana
mereka pun melanjutkan makannya tersebut, saat Hana ingin membuang sampah makanan nya ia berpapasan lewat oleh Gibran, mata mereka saling bertemu,.
Detak jantung Hana tidak beraturan terlalu kuat hingga membuatnya buru buru duduk di bangkunya
" duh kenapa ini " ucap Hana dalam hati.
Bila melihat tingkah aneh Hana, saat ia ingin bertanya guru mereka pun sudah datang dan bila tidak jadi menanyakan pada hana
Jam pelajaran sudah di mulai waktu sudah menunjukkan pukul 15:30 dimana waktunya kelas berakhir dan Hana segera pulang meninggalkan sekolah dengan terburu-buru.