
Anya putri serta Chandra melihat satu sama lain dengan tatapan mata yang takut Karena mereka akan kena jika dewa bisa lolos. Mereka pun bergegas memborgol dewa dan membawanya ke ruangan bawah tanah untuk di obati.
Disisi lain, Hana sedang berjalan menuju rumah sakit dimana kakaknya itu dirawat ia ingin melihat gimana kabar dari kakaknya itu, Hana segera masuk ke dalam mobilnya dan bergegas menuju rumah sakit
Menempuh jarak yang lumayan jauh akhirnya Hana sampai di rumah sakit dan langsung ke ruangan David
Saat masuk ke ruangan tersebut Hana terkejut melihat siapa yang ada bersama kakaknya itu
" Lo ?" ucap Hana sambil menunjuk ke arah orang tersebut
" apa?" jawab Gibran, ia orang tersebut adalah Gibran, ia mengunjungi David karena di panggil oleh David untuk berbicara mengenai soal Hana.
" Lo ngapain kesini ? " tanya Hana ketus
" lah suka suka gue, mau gue kesini atau kesana apa urusannya sama Lo " ucapnya yang membuat Hana membelalakkan mata.
" wah gila ya Lo, awas " ucapnya sambil mendorong Gibran agar bergeser dari samping David
" kakak udah baikan? " tanya nya
" udah Hana, ini kakak mau pulang soalnya Dr Gerald juga sudah menyetujui kalau kakak akan pulang "
" ouh gitu, yaudah kakak pulang sama Hana ya, biar nanti anak buah Hana yang menyusun barang barang milik kakak untuk bawa kerumah " ucap Hana
David hanya merespon dengan mata yang melotot kearah Hana karena ia lupa bahwa disini masih ada Gibran, Gibran melihat kearah Hana dengan menaikkan satu alisnya, Hana pun tersontak kaget lalu langsung mengalihkan pembicaraan agar Gibran tidak curiga dan merasa kepo.
" Lo ngapain sih masih disini, kayak gada kerjaan aja "
" Ya suka suka gue dong "
" dih serah Lo lah, muak gue, dah kak Hana ke resepsionis dulu ya "
Ucap Hana lalu meninggalkan ruangan David
" gue tau Lo ngalihin pembicaraan biar gue ga banyak tanyak kan, padahal gue udah tau Lo siapa " ucap Gibran dalam hati.
" gimana? masih mau perjuangin dia?" tanya David
" *gue coba kak, untuk sementara jangan kasih tau Hana siapa yang batalin perjodohan nya ya"
" iya gue ga akan kasih tau dia "
" awalnya gue ga tau kalau itu Hana tapi setelah identitas nya terbongkar baru gue tau orang yang gue selamatin itu siapa* " ucap Gibran
Saat David ingin mengatakan sesuatu Hana pun sudah masuk keruangannya
" kenapa pada tegang gitu muka kalian?" tanya Hana
" Lo tuh sewot aja ya, heran gue " kesel Gibran lalu meninggalkan ruangan David
" dih kok lu yang marah gilak"
" iiih gila tu orang bikin emosi aja " sambung qa
Melihat tingkah laku adik nya itu membuat David tertawa kecil, bagaimana tidak Hana tidak pernah seperti itu kepada lelaki manapun, dari dulu ia selalu berada di markas serta balap liar jadi tidak pernah memikirkan untuk mencari kekasih.
" sudah sudah, ayok kita pulang kakak sudah tidak tahan bau obat obat yang ada disini. " ucapnya sambil menutup hidungnya
" yasudah iyaa "
Hana pun mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Chandra agar datang dan membereskan semua peralatan milik David
" *halo Chan, kirim beberapa orang untuk membereskan semua barang barang milik kakakku di ruangan nya ya, dia sudah keluar dari rumah sakit ini"
" baik hel* "
Hana segera memasukkan ponselnya kedalam saku celana miliknya lalu berjalan dengan memegangi David yang takut sewaktu-waktu akan terjatuh, David tidak ingin menggunakan kursi roda karna ia mengatakan masih sanggup untuk berjalan, jadi dengan memegangi David agar ia tidak terjatuh.
Hana dan David pun segera meninggalkan rumah sakit menuju rumah milik kedua orang tuanya. Tanpa ada percakapan didalamnya Hana tetap masih fokus ke jalan tanpa memikirkan apapun.