Beautiful Girl And Badboy

Beautiful Girl And Badboy
Pembalasan 2



Selang beberapa jam atmadja pun kembali ke rumah sakit untuk menjemput hana agar kembali kerumah nya, hana sangat sibuk dengan ponsel yang sedari tadi scroll tiktok saja tanpa memperdulikan asistennya yang sibuk membereskan bajunya


klekk


pintu kamar hana pun terbuka menampilkan sosok atmadja yang masuk ke ruangan hana " halo sayang, udah siap mau pulang? " tanya nya sembari menghampiri hana dan menciun keningnya


" *sudah dad, momy tau? "


" nggak sayang, takut momy khawatir jadi nggak dady kasih tau "


" ouh yaudah ayok balik dad, "


" bentar sayang dady beresin berkas dady dulu ya*" ucapnya yang langsung duduk di sofa


Sedangkan di sisi lain sudah ada lelaki yang ingin menghubungi hana tetapi ragu untuk menelepon nya, ya gibran sedang duduk bersama teman temannya dan ia memikirkan bagaimana caranya mengetahui keadaan hana sekarang ia sibuk mengotak atik Handpone nya, angga dimas dan dani pun hanya memperhatikan temannya itu


" aishh telepon aja lah gib, gausah pusing pusing, lu telpon ngomong dah matiin, kelar" ucap angga dengan santainya


" tau tuh gitu aja di ribetin lu, heran gua" lanjut dimas


" lo gatau atau gimana sih, gibran kan ga pernah nelpon cewek duluan" ucap dani


" oih iya ya" ucap dimas dan angga dengan kombaknya


" diam lo pada ga liat gue lagi pusing nih"


" duh ribet amat sih lo, sini gua telepon " ucap angga yang langsung menarik HP milik gibran secara paksa dan kemudian memencet telepon pada nomor hana


" wah gila lo, sini" ucap gibran yang ingin merampas HP nya tetapi tidak berhasil


Saat hana ingin membuka Shopee notif panggilan tanpa nama di Handpone nya berdering


" duh siapa sih" ucapnya kemudian mengangkat telepon tersebut


" halo"


" eh dia angkat nih" ucap angga lalu di tarik oleh gibran


" *hm halo han ini gue gibran"


" ouh iya ada apa gibran? "


" gimana keadaan lo? "


" gue baik baik aja, ini udah mau balik kerumah, ouh iya makasih ya lo dah nolongin gye"


" oh ya sama sana, kalau gitu cepat sembuh ya gue matiin dulu, dah see you*"


" see.." belum hana selesai mengucapkan nya telepon nya pun mati


Gibran pun langsung menatap tajam kearah angga, melihat hal itu angga pun berlari ke belakang tubuh dani agar tidak diseruduk oleh gibran


" *ayok sayang dady udah siap nih"


" oke dad "


" bik, nanti kalau dah siap bibik langsung pulang aja ya ini uangnya*" ucap atmadja dan memberi kan uang 100rb 3 lembar


" *aduh pak ini kebanyakan "


" gapapa bik ambil aja, bibik gatau dady aja sih"


" makasih pak"


" iya bik kalau gitu kita duluan ya*"


Hana dan atmadja pergi meninggalkan bi itun sendiri dan menuju ke parkiran,


" gimana kamu membalasnya han, apa perlu dady bantu? " tanya atmadja sembari menyetir mobil


" hana aja dad, dady cukup hancurin perusahaan papanya setelah hana suruh ya"


" okey darling"


...----------------...


Hana sudah bersiap dengan style nya yang casual, dengan rambut di ikat sanggul, menggunakan helm KYT motor sport CBR 150cc, sudah siap untuk membalaskan dendamnya, kali ini tanpa ampun. Hana pun pergi ke sekolah dimana dia akan bertemu dengan bila untuk menanyai dimana rumah riana yang sebelumnya sudah berjanji bertemu di sekolah.


Hana pun menuruni tangga darurat di rumahnya agar langsung masuk ke garasi motornya, sesampainya disana hana pun langsung melajukan motornya itu untuk menuju ke sekolah.


Ternyata bila sudah ada di depan gerbang sekolah menunggu hana datang, hana berhenti tepat di hadapan nya, melihat gaya hana yang sangat berbeda seperti ketua geng motor membuat bila takjub


" sebenarnya ada apa sih han, kenapa tampilan lo kayak gini" tanya bila penasaran


" *nanti gue jelasin, sekarang lo harus suruh riana kesini, setelah itu lo boleh pergi "


" tapi lo harus janji bakalan kasih tau gue ya"


" iya gue janji*"


Setelah itu bila pun menelepon riana agar datang kesekolah sendiri, dan riana langsung nurut untuk datang kesekolah


" *udah gue hubungin, gue duluan ya"


" okey*"


Hana hanya melihat kepergian bila yang semakin jauh perginya, dan menelepon candra setelah itu.


" *halo can, ke sekolah gue bawa rombongan sekitar 10 orang, tunggu di area sekolah yang tertutup, gue bakalan hubungin lo kalau sewaktu waktu gue butuh bantuan lo"


" oke han* "


Hana langsung mematikan ponselnya, dari kejauhan mobil yang saat ini dia tunggu pun perlahan hampir sampai di gerbang sekolah


" akhirnya lo sampai juga" gumam hana dalam hati sambil menggunakan masker


Riana pun turun dari mobilnya, yang kemudian iya ingin lari setelah melihat yang iya datangi bukan bila melainkan orang yang menurut nya sama waktu di mall, sebelum lari tangan hana pun langsung meraih tangan riana dan menyeret nya masuk kedalam sekolah.


" lepasin gue, siapa sih lo" berontak riana yang masih di genggam oleh hana


" gausah berisik! " bentak hana yang membuat riana hanya terdiam dan menangis


Hana membawanya ke sebuah tempat, yaitu kelas nya sendiri setelah sampai di kelas hana pun mendorong riana hingga terjatuh ke bawah, riana berusaha bangkit dengan berlumuran air mata yang langsung dijambak oleh hana


" aww, lepasinn " ringis riana kesakitan sambil menangis


" cccccc lo pikir dengan segala semua perbuatan lo, bakalan gue ampunin ha? " ucap hana yang langsung menampar pipi kiri riana


Riana hanya menangis kesakitan


" gue udah peringatin ke lo buat ga ganggu hana, tapi kenapa masih lo bully bangs*t!! " bentak hana dengan nada tinggi sembari memukul pipi riana


Riana tidak menggubris sama sekali, dia hanya menangis


" *jawab gue!, lo pikir udah sehebat apa lo lakuin itu ha"


" gu gu gue ga bermaksud, dia yang mengganggu gibran, gue cuman ga Terima*" ucapnya sambil nangis sesenggukan


" *dia yang ganggu atau gibran yang datang duluan"


" pas saat gue peringatin, tapi kenapa masih lo bully dia"


" karena dia mau bunuh gue, dengan cara nyewa lo*" ucap riana dengan nada tinggi, dan langsung di tampar oleh hana


" lo mau tau siapa gue" hanya di balas anggukan oleh riana


Hana pun membuka maskernya dan membuat riana terkejut


" anj, lo ternyata yang giniin gue" ucap riana


" ch lo masih mau main main sama gue? ", " it's okay lets play with me" hana pun langsung menarik rambut riana dan menyeret nya keluar dari kelas untuk menuju ke kolam renang


" han lepasin gue, gue minta maaf, tolong ampunin gue" ucap nya sambil memegang rambut yang di tarik oleh hana dengan air mata yang terus terusan keluar, tidak dapat respon sama sekali dari hana, riana terus mengucap nya berulang ulang hingga sampai di kolam renang


Tanpa rasa kasihan hana pun menarik rambutnya hingga hampir masuk kedalam kolam renang.