
Disisi lain Gibran makan tepat di samping restoran yang dimana Hana berada disitu, Gibran sudah memesan makanan dan mereka menunggu pesanan tersebut sampai dengan membahas mengenai seseorang yang selama ini mereka cari tau
" giman dan?" tanya Gibran
" selama gue cari tau sih gada sama sekali tentang Rachel bahkan area atlas juga pada bungkam, gue bingung mau cari tau lewat mana gib, soalnya Rachel emng betul betul menyembunyikan identitas nya, tapi yang gue tau dia itu punya dua nama, tapi satu namnya lagi gue ga tau" ucap Dani
" kok Lo tau dia punya dua nama dan?" tanya Angga yang membuat alis Gibran naik satu
" ya kan dulu gue pernah tinggal daerah atlas jadi gue tau, tapi ya itu gue ga pernah liat orangnya "
Semua terdiam hingga makanan yang mereka pesan sampai dan mereka pun melanjutkan makannya sehingga membuat keheningan, keheningan itu hilang waktu Dimas bertanya kepada Gibran
" eh bentar Lo bilang preman itu nyebut Rachel terus preman itu suruhan dewa kan gib?" tanya dimas
" *iya terus?"
" gimana kita tanya sama dewa aja gib, mana tau kita bisa dapat informasi dari situ*?" ucap Dimas
Pletakkk
Angga pun menjitak kepala Dimas " Lo Gilak? kan musuhan Cok" ucap Angga
" eh iya ya" ucap Dimas keheranan sampai menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" Lo benar dim, kita bisa dapat informasi dari situ" ucap Dani
" caranya ? " tanya Gibran
" Lo serahin ke gue, mungkin besok informasi nya bakalan dapat" ucap Dani yang hanya di balas anggukan oleh Gibran dan temannya
Dani itu seperti Intel antara mereka ber4 Dani bisa mendapatkan informasi mengenai siapa yang akan mereka cari tau, mereka pun segera melanjutkan makannya
Sedangkan disisi lain Hana dan teman teman nya sudah siap makan dan beranjak dari tempat duduk untuk menuju ke kasir lalu pergi dari restoran tersebut
" bayar mbak VIP no 2, totalnya berapa?" tanya Hana
" totalnya 2.856.000 kak, mau bayar cash debit atau qris?" tanya sang kasir
" pakai ini kak" ucap Hana sambil memberikan black card pada sang kasir, yang membuat sang kasir melotot kagum, karena melihat gadis seumuran itu sudah memiliki kartu tersebut
" makasih kak"
Setelah proses pembayaran mereka ber4 pun pergi meninggalkan restoran dan kembali kerumah, Hana mengantar temannya satu persatu dan kembali kerumah Hana setelah mengantar temannya.
Sampainya dirumah Hana pun langsung masuk ke kamar dan membersihkan wajahnya dengan pencuci muka, Hana bersiap siap untuk tidur tapi sebelum itu dia mengecek apakah ada pr yang harus ia kerjakan.
" gada pr mending gue tidur, capek banget" ucap Hana yang langsung menutup bukunya dan menuju ketempat tidur untuk ia tidur.
...----------------...
Hari mulai pagi dimana waktu menunjukkan pukul 06:10 pagi dimana Hana sudah bangun dan bersiap untuk berangkat sekolah, karena teman-teman nya sudah pada tau identitas nya iya pun pergi sekolah menggunakan motor sport CBR 250R yang dimana motor tersebut motor yang sering ia pakai untuk pergi ke sekolah, setelah bersiap ia pun turun ke bawah untuk sarapan bersama keluarganya.
" morning dad, mom, kak" ucap Hana selagi mencium pipi Atmadja dan mama Tania, setelah itu langsung duduk di samping kakaknya, kakaknya hanya melihatnya sinis
" morning sayang" jawab mama Tania dan Atmadja serempak
" kok gue kagak di cium?" tanya David pasang muka datar
" ouh pantesan sinis ternyata minta di cium hehe" mengatakan hal itu Hana pun langsung mencium pipi kiri David yang hanya di balas dengan senyuman oleh David
" gimana sayang udah beres soal Riana?" ucap Dady
" *udah dad, Dady tinggal publish aku aja, tapi nanti setelah aku minta ya"
" oke kalau gitu"
" kamu berangkat naik apa sayang*?" tanya mama tania
" motor aku yang biasa aku Bawak sekolah mom" ucap Hana sambil memakan roti yang di siapkan oleh mama tania
" ngga momy Hana mau bawa motor aja ya"
" yasudah kalau gitu"
" oke Hana dah siap, Hana duluan ya, see you mom dad kak*" setelah mengucapkan hal itu Hana pun beranjak dari tempat duduk dan pergi meninggalkan meja makan menuju garasi rumah
Sebelum itu Hana memanaskan motornya dan menggunakan helm kesayangannya, setelah itu Hana pun langsung melajukan motornya menuju sekolah
Tanpa Hana sadari Gibran beserta temannya sedang mencari tau soal dirinya, Hana begitu goyah atas kejadian Riana sehingga dia lupa akan identitas aslinya yang mau di bongkar oleh Gibran.
Selang beberapa menit akhirnya Hana sampai disekolah, banyak pasang mata yang takjub melihat Hana dan banyak pasang mata yang tak suka melihatnya apalagi harus dekat dengan Most Wanted di sekolah mereka, setelah memarkirkan motornya Hana berjalan menelusuri lorong sekolah dengan perasaan yang tidak enak, karena terus di pandang oleh murid murid yang sedang lalu lalang di lorong tersebut.
" duh tu mata gue colok ntar buta Lo" ucap Hana dalam hati
brukk
" aww ishh, Lo tuh kalau jalan pakai mata" ucap seseorang yang menabrak Hana
" dih Lo yang nabrak Lo yang marah" mendengar suara Hana membuat Riana berdiri terpaku
" halo " ucap Hana sambil tersenyum miring kemudian meninggalkan Riana begitu saja
" tunggu pembalasan gue Han!" ucap Riana yang masih belum mengetahui identitas Hana.
Hana pun melanjutkan perjalanan nya menuju kelas hingga dimana iya sampai di kelas dan melihat ternyata sudah ramai yang berada di kelas termasuk bila dan Gibran
" ck Lo kenapa Han pagi pagi udah badmood aja" ucap bila yang melihat muka datar hana
Gadis itu jika sedang badmood sangatlah serem kata Anya dan putri ya hehe
" *ketemu Riana"
" ha udah masuk tu bocah*?"
Saat Hana ingin menjawab pertanyaan sahabatnya, salah satu guru mapel mereka masuk, dan pelajaran segera dimulai, untuk kali ini mapel yang mereka pelajari adalah matematika, dimana mapel kesukaan bila tetapi Hana tidak menyukai mapel tersebut
Waktu terus berputar dimana bel istirahat sudah berbunyi yang artinya mapel yang di benci Hana sudah berakhir
tringg tringgg
" *baik anak anak cukup sampai disini pelajaran kita selesai, silahkan istirahat" ucap sang guru kemudian meninggalkan kelas
"akhirnya*" ucap Hana
" yuk ke kantin" ajak bila
Hana bila pun meninggalkan kelas menuju kekantin, Hana tidak menyadari sedari tadi ada yang memperhatikan nya hingga keluar kelas
" woy melamun ae lu, kantin yuk laper nih gue" ucap Angga yang menyusul Gibran di kelas bersama teman temannya yang lain
Mereka pun bergerak menuju kantin, sampai di kantin mata Gibran sibuk mencari sosok wanita yang sedari tadi dia lihat
" tuh tuh orang nya " tunjuk Angga yang paham siapa yang Gibran cari
Mereka ber4 pun duduk dan memakan makanan yang sudah mereka pesan terlebih dulu
" gib gue belum dapat informasi nya soalnya dewa masih di luar negri, jadi suruhan gue pada ga bisa temuin dia" ucap Dani
" gue butuh cepat dan, kalau bisa kirim suruhan Lo soal biaya biar gue yang urus" ucap gibran yang tak sabar mengetahui siapa Rachel
" gabisa gib, kita ga tau dimana dewa" mendengar hal itu membuat Gibran mengerang marah, karna ia juga ingin membalaskan perbuatannya
" akhh" kesal Gibran sembari memukul meja sehingga banyak pasang mata yang melihat Gibran marah termasuk dengan hana
" why ?" ucap Hana dalam hati
...----------------...