
Suasana kamar yang begitu nyaman, dengan nuansa cowok mamba, dihiasi lampu Tumbler disetiap sudut dinding kamarnya dan diberikan sebuah foto nya, waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam dimana lelaki itu mematikan lampu dan bermain sebuah piano dengan nada yang sangat begitu indah siapa lagi kalau bukan Gibran yang sedang bermain piano tersebut.
Detik detik Gibran bermain piano tiba tiba saja suara pintu kamarnya terbuka dan menampilkan tiga orang cowok yang berdiri diambang pintu tersebut yang bukan adalah teman Gibran sendiri
" gib hari ni ada perlombaan balap motor dengan imbalan yang besar " ungkap Angga yang sembari duduk di tempat tidur Gibran
Gibran tidak menggubris ucapan dari temannya itu dia asik memainkan piano nya
temannya hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Gibran
" 500jt imbalannya" ucap Dimas yang membuat Gibran menoleh dan menghentikan alunan piano nya itu
Gibran mengangkat alis satu " dimana? "
" Simpang atlas, Lo ikut?" jawab Angga
" *ikut, yakali kagak, informasi yang lain apa?"
" Lo harus kalahin Queen balap motor di area atlas baru bisa dapat 500jt, dan kalau Lo kalah, Lo harus jual motor Lo dan uangnya kasih ke panti asuhan yang membutuhkan*" Ucap Angga
" queen? cewek dong, menarik " ucap Gibran " okelah daftarin gue"
" udah " ucap Dani dengan polosnya yang membuat Angga dan Dimas melotot melihat Dani yang keceplosan
" wah gila lu pada, mau gue sikat lu" ucap Gibran yang membuat temannya langsung ngeri
" gue tau lo bkln ikut mknya gue daftarin" ucap Dani agar temannya itu tidak marah
" mending ayo siap' soalnya acaranya mulai jam 9" lanjut Dani, mereka ber4 pun bergegas bersiap untuk mengikut perlombaan tersebut
Disisi lain Hana sudah bersiap untuk pergi ke lokasi tersebut, dengan menggunakan pakaian croptop hitam, jaket hitam dan celana panjang rambut d sanggul olehnya ia hanya menggunakan liptin saja tanpa make up sekalipun iya tetap masih sangat begitu cantik, saat hendak keluar dari kamar ponselnya pun berbunyi. Chandra is calling
" hel ni orang belom bangun juga, gimana gue mau kesana?" tanya Gibran soal mengenai Riana yang di sekap olehnya
Hana menghela nafas panjang " buka aja talinya dan tinggalin dia sendirian, tulis di kertas dengan bacaan don't disturb Hana, letak di dalam tasnya, dan di kertas itu kasih darah dia sendiri, paham!"
" paham hel"
Telepon pun terputus, Hana tidak sekejam itu tapi kesabarannya sudah tidak ada lagi, dia hampir mati karna ulah Riana.
Setelah itu Hana menuruni tangga dan sudah terlihat Dady momy dan kakaknya sudah ada di ruang tamu
" udah mau kesana sayang? " tanya mama tania
" yes mom, soalnya aku mau narik uang dulu, yaudh kalau gitu, Hana pergi ya " ucap Hana sambil salam kepada orang tuanya kemudian pergi meninggalkan rumah
" hati hati sayang " ucap mama tania
Hana menggunakan motor sport R15 untuk menuju ke lokasi di perjalanan handphone Hana berbunyi
tringgggg
" *hallo bil"
" Lo dimana, temenin gue ke mall dong"
" aduh bil gue ada acara, besok gimana?"
" see you bil*"
Setelah teleponnya terputus Hana pun segera melajukan motornya menuju tempat lokasi
Di lokasi sudah ada Gibran, Dani Angga dan Dimas, Gibran sudah berada di posisinya, mereka semua masih menunggu queen of motorcycle di tempat pertandingan
Mata Gibran pun mencari cari dimana cewek itu, karna dia sangat penasaran padanya " mana lama banget, macam artis" keselnya yang di dengar ketiga temannya itu
" can mana nih lama bener " tanya Angga kepada Candra
" sabar Cok, gue juga kagak tau Rachel dimana"
Mendengar hal itu membuat Gibran terkejut dan melihat Candra " Rachel?" gumam dalam hati
" kenapa Lo liat liat" tanya Candra saat tidak nyaman dilihat oleh Gibran yang hanya di balas dengan sinis matanya
Gibran sudah tidak tahan lagi karna sangat begitu lama ia sudah menunggu, saat ingin menyalakan motornya tiba tiba saja semua para penonton yang ada di atlas teriak dengan bergemuruh ketika melihat salah seorang pembawa motor R15 sedang memasuki tempat pertandingan,
Gibran pun mengurungkan niatnya untuk pergi meninggalkan pertandingan, Hana terkejut saat melihat siapa yang bertanding dengannya, jadi ia pun tidak melepaskan helm nya agar tidak ketahuan oleh Gibran
Motor Hana berhenti tepat disamping motor Gibran dan segera di hampiri oleh Candra
" hel Lo tanding sama dia, sekarang atau mau jeda dulu" tanya Candra yang cuman di balas dengan menunjukkan tangan satu telunjuknya yang mengartikan bahwa tandingan dimulai sekarang, hal itu tidak luput dari penglihatan Gibran yang hanya melihatnya dengan senyuman miring
" oke guys siap siap semuanya ya pertandingan akan dimulai " ucap Candra yang sudah berdiri di tengah tengah aspal dengan mengangkat sebuah bendera dengan lambang tulisan Queen Rachel1
" 1 2 3 " bendera tersebut pun di lempar keatas kemudian Rachel dan Gibran melajukan motornya
" wuuuuu Rachel, Rachel" teriak seluruh penonton dengan menyebut nama nya
" duh pakai teriak lagi " gumam Hana dalam hati
Saat ini posisi Hana berada paling depan jauh meninggalkan Gibran, Hana hanya fokus terhadap jalanan dan akhirnya dia lah pemenang lomba tersebut, semenit Hana sampai garis finis disusul oleh Gibran di belakangnya
Motor Gibran berhenti tepat disamping motor Hana " shittt " ucapanya sambil melepaskan helm
" huuuuuu " sorakan para penonton melihat kemenangan Hana
Hana dan Gibran pun turun dan berhadapan, Gibran memberi kunci motornya kepada Hana dan diterima oleh Hana tanpa kata-kata, Gibran mengulurkan tangannya untuk bersalaman, Hana hanya berdiam diri dan menjabat tangan tersebut kemudian berbalik badan meninggalkan Gibran yang saat ini sangat sedang penasaran olehnya
" Lo urus motornya, gue duluan" ucap Hana kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut
" menarik "
" yok guys kita pulang " ucap Gibran
" gitu aja kalah lu "
" berisik!"
Gibran fokus melihat punggung wanita itu sampai tidak terlihat lagi, dan mengingat seperti pernah ia temui " Hana?"
...----------------...