Beautiful Girl And Badboy

Beautiful Girl And Badboy
David Melemah



Anya beserta putri pun langsung meninggalkan markas mereka dan menuju ke rumah sakit dimana David di rawat, mereka begitu menghawatirkan Hana karna mereka tau bagaimana dengan Hana jika melihat orang yang ia sayang Hana bisa menjadi depresi, mobil mereka sangat begitu laju hingga tidak butuh waktu lama mereka telah sampai di rumah sakit


Anya dan putri berlari menuju ruang inap milik Hana di rumah sakit tersebut


klekkk


Anya putri masuk kedalam dan melihat keadaan David terbaring tak berdaya, dengan Hana yang sudah tertidur lemah di samping David


Anya menyenggol tangan Hana sehingga membuat Hana terbangun, melihat kedatangan sahabatnya itu membuat Hana menangis dan memeluk kedua sahabatnya


" tenang Han, kakak Lo pasti bkln baik baik aja, percaya sama gue ya" ucap Anya


" iya Han kakak Lo pasti kuat kok, Lo dah makan blm?" tanya putri yang hanya di balas anggukan oleh hana


" cerita sama gue kakak Lo kenapa, dan kenapa bisa dia di tembak oleh dewa?" tanya Anya


" gue ga tau nya, yang gue tau kakak abis Nerima telepon sambil panik terus pergi gitu aja, jadi gue di kasih tau sama bibi buru buru lah gue ngejar Kak david, untung gue pasang GPS di setiap mobil masing masing, kalau g mungkin gue ga akan tau dimana kak David, hiks ..." tangis Hana semakin pecah yang langsung dipeluk oleh Anya


" udah udah gapapa, kita tunggu David sembuh baru kita mempertanyakan itu ya, Lo istirahat aja, biar gue sama Anya yang jaga di luar kalau seandainya anak buah dewa kesini" ucap putri yang di balas anggukan oleh Hana


Hana pun pergi menuju sofa panjang paling pojok dekat brankar kakaknya, Anya dan putri kembali kedepan dan menjaga ruangan David tepat di depan pintunya, saat Hana masih tertidur dengan pulas tiba tiba saja Monitor detak jantung milik David berbunyi yang membuat Hana bangun dan histeris


Nitnitnitnitnit


" kakakkk!!!!" teriak nya sembari memencet tombol urgency


mendengar teriakan Hana membuat Anya dan putri berlari kedalam ruangan


" kenapa Han?" ucap putri


" kakak david...hikss, Pangilun dokter cepetannnn!! " teriak Hana


Anya putri segera keluar, tetapu sebelum keluar ternyata dr Gerald sudah datang


" selamatkan kakak saya dok, saya mohon,, hikks" tangis Hana


" saya aku mencoba semampunya kamu bisa keluar dulu Hana" ucap Gerald yang di balas anggukan oleh Hana


" yaallah tolong jangan ambil kakak ku, aku mohon padamu, aku sangat menyayangi nya, tolong Hana yaallah jangan mengambil nya dari ku,,, hiikks" gumam Hana dalam hati


Dokter melakukan pemacu jantung menggunakan alat jantung agar jantung David kembali berdetak normal, ia lakukan berkali kali tapi hasilnya nihil


Melihat pergerakan dr tersebut berhenti, Hana kembali menangis dengan histeris


" kakak Hana mohon kakak harus bangun, Hana masih butuh kakak, Hana mohon kak.. hikss"


" kita coba sekali lagi sus" ucap Gerald


Percobaan terakhir yang dilakukan Gerald ternyata berhasil, monitor detak jantung milik David berbunyi kembali, senyum di wajah Hana begitu indah, dan Anya pun menghampiri Hana


" gue yakin Hana abg Lo bakalan baik baik aja" ucap Anya sambil mengelus bahu Hana


Suasana begitu tegang Hana yang sedari tadi masih berdiri diam menatap kearah David dengan sorot mata yang sudah lelah menangis, Hana sungguh hancur ia tidak tau lagi berbuat harus apa, melihat kakaknya yang selamat dari kritis tapi belum juga terbangun dari koma nya sudah berhari hari, Hana berharap kakak nya itu cepat terbangun dari tidurnya, terlalu banyak harapan hingga Hana lupa bahwa hari ini Hana harus masuk sekolah, ia tidak bisa tidur sedari malam karna melihat kondisi kakaknya yang tidak kunjung membaik.


klekkk


Suara pintu terbuka menampilkan sang ibu bersama dengan ayahnya " sudah sayang, David biar momy yang jaga ya, kamu harus sekolah" ucapnya sambil mengelus pucuk rambut Hana


" *Hana masih mau nemenin kakak mom"


" tapi Hana harus sekolah sayang, dengerin momy ya*"


Hana hanya mengangguk ucapan dari momynya


Hana beranjak dari tempat duduknya pergi meninggalkan ruangan David menuju ruangan ayahnya yang dimana ruangan tersebut terdapat di lantai tiga, ruangan khusus pemilik rumah sakit tersebut, Hana berjalan dengan sorot mata yang tidak dapat diartikan ia tetap berjalan tanpa melihat kemanapun hingga dimana ia menggunakan lift dan sampai pada ruangan milik keluarganya.


Saat masuk keruangan tersebut sudah terdapat baju sekolah Hana yang tergantung disitu, " heh" gumam hana


Dengan rasa malasnya Hana berjalan menuju kamar mandi tersebut, dengan buru buru Hana mempercepat mandinya karna waktu yang ia miliki hanya 25 menit lagi, jika ia telat, ia akan dihukum, tidak butuh waktu lama Hana selesai mandi dan segera bersiap untuk berangkat sekolah


Kali ini Hana menggunakan ojek untuk sampai sekolah, karena kalau pakai mobil membutuhkan waktu yang sangat lama untuk sampai sekolah, Hana tidak berpamitan dengan nyokap nya karena Hana sangat mengejar waktu, setelah selesai Hana turun dan berlalu meninggalkan rumah sakit menggunakan ojek menuju sekolah