
Mereka berdua sudah di dalam mobil, tetapi Arkhan belum juga menghidupkan nya, Tiba-tiba Arkhan mencondongkan badan nya ke Ayra.
Tatapan Mereka bertemu, dengan jarak yang sedekat itu Ayra dapat mencium Aroma Maskulin dari parfum mahal di tubuh Arkhan.
Hembusan Beraroma Mint yang keluar dari bibir Arkhan membuat Ayra tersadar dan mengerjabkan matanya dua kali.
"Mau apa kamu? " Kata Ayra kaget dan langsung menjauhkan wajahnya dari Arkhan.
"Hey.. Aku hanya ingin menolong Mu Memasangkan ini.. " Jawab Arkhan sambil memperlihatkan Safety Belt yang telah dia tarik dari samping Ayra tadi dan memasangnya.
Arkhan mulai Menjalankan mobilnya meninggal kan Kawasan Hotel.
Wajah Ayra memerah seperti tomat dia malu, bukan hanya karena jarak mereka tadi yang terlalu dekat, Tapi juga Ayra telah salah sangka terhadap Arkhan.
"Jangan kamu mengira semua Laki-laki itu sama.. " Kata Arkhan melirik Ayra yang melihat ke arah jendela.
Ayra tidak menjawab Arkhan, Karena Ayra merasa yang Arkhan katakan tadi benar.
Mereka kembali dengan suasana hening, tidak ada yang memulai percakapan. Sementara Ayra masih setia dengan menatap keluar jendela, sepertinya melihat pohon pohon itu, lebih menarik dari pada di dalam Mobil.
Dan Arkhan diam diam selalu memperhatikan Ayra. Entah itu cinta atau apalah namanya, yang Arkhan tau dia sangat tertarik dengan Ayra.
Tak terasa Mobil Arkhan sudah sampai di Kediaman Merry, tepatnya tempat tinggal Ayra saat ini.
"Terima Kasih.... Besok Jas mu akan ku antar... Permisi. " Kata Ayra sebelum benar-benar meninggal kan Mobil Arkhan.
Ayra berjalan tanpa menoleh kebelakang sedikit pun.
"Kita lihat saja, Sebentar lagi akan ku takluk kan hati mu... " Gumam Arkhan sambil melihat kepergian Ayra .
Setibanya di rumah Ayra langsung naik ke lantai dua.
Ayra melihat Rumah yang sepi berarti Gunawan dan Susan lagi diluar dan tidak ada di rumah. Tujuannya sekarang Ayra ingin melihat Merry segera.
Ketika pintu kamar terbuka, Dilihatnya Merry telah duduk Menyandar di sandaran Ranjangnya yang sudah ditemani oleh Susan dengan wajah cemas.
Ternyata Gunawan pergi bersama Toni adiknya, karena Rena istri Roni tidak ada, Oleh sebab itu Susan tidak mau ikut pergi bersama Mereka.
"Ada apa ini Ayra. Mengapa Merry bisa begini.. Siapa yang mengantarkan Merry tadi, kamu kemana aja Ay.. ?" Tanya Susan beruntun seolah-olah menyudutkan Ayra.
"Ma ini bukan kesalahan Ayra.. " Kata Merry lemah, menenangkan Sudah.
"Maaf kan Ayra ma, tadi Merry pamit ketemu temannya yang bernama Dewa, setelah itu Merry hilang. " Kata Ayra mencoba menjelaskan.
"Apa yang terjadi.. ?" tanya Merry bingung, karena dia memang sama sekali tidak mengingat nya.
"Disini seharusnya Aku yang bertanya, Apa yang kamu minum sih Mer..... Sampai nggak sadarkan diri kayak gitu.. ?" Kata Ayra dengan sedikit emosi.
"A.. aku nggak tau... " Jawab Merry gugup.
"Waktu itu Dewa menyuguhkan minuman biasa Ay.... bukan minuman beralkohol. Tapi setelah aku minum, aku nggak ingat apa apa lagi. " Tambah Merry mencoba mengingat ingat kejadian tadi.
"Setelah itu apa yang terjadi Ayra.... jawab aku Ay....jangan diam saja!!!" teriak Merry frustasi seolah-olah dunianya sudah hancur.
"Kamu tenang Mer, Semua itu belum sempat terjadi. " Ayra mencoba menenangkan Merry sambil memegang kedua bahunya.
"Cerita kan Ay.. "Pinta Merry agar Ayra menjelaskan semua peristiwa yang telah terjadi di Hotel.
Ayra menatap dalam mata Merry seolah-olah memberi kekuatan sebelum dia bercerita.
"Ketika aku menyadari Kamu menghilang dari sana, kebetulan Aku sedang bersama Arkhan, dia itu rekan Bisnis Papa sekaligus Pemilik Hotel Tadi" Kata Ayra memulai cerita.
Ayra menceritakan semua Peristiwa yang terjadi di depan Merry dan Susan tanpa ada yang ditutup tutupi sama sekali.
Mereka tampak Shock terutama Merry, dia tidak menyangka Dewa sebejad itu. Padahal dia berteman baik dengan Dewa, dan tak disangka Dewa memiliki niat buruk terhadap dirinya.
"Maafkan Mama Ayra... " Susan langsung merangkul Ayra dalam dekapan nya. Susan merasa menyesal telah menyalahkan Ayra
"Terimakasih nak, kamu telah menyelamatkan Merry. " Susan mengelus elus punggung Ayra dalam pelukan nya.
"Hey.. Merry saudara ku ma. Tak kan ku biar kan itu terjadi." Ucap Ayra sembari Menguraikan pelukan nya.
"Selama aku masih bernapas takkan ku biarkan orang menyakiti mu, Kamu saudara ku Mer.. " Ayra menatap Merry dengan mata berkaca kaca.
Mendengar kata Ayra, Merry langsung berhambur memeluk Ayra, Air matanya tumpah tak terbendung lagi.
Merry dan Ayra sama-sama melepaskan tangisnya, Mereka saling berpelukan erat satu sama lain.
Susan sangat terharu melihat kebersamaan Mereka, Susan membayangkan jika saja tadi tidak ada Ayra, entah apa yang akan terjadi pada Merry anaknya.
......................
Mendengar Anak Gadisnya hampir celaka, Gunawan sangat Marah, tapi dia juga ber Syukur Merry selamat dari Tragedi itu.
Sebagai bentuk ucapan Terimakasih nya, Gunawan mengundang Arkhan, Untuk makan Malam dikediaman nya.
Makan malam Keluarga yang dibuat oleh Gunawan juga dihadiri Oleh Roni dan keluarga kecilnya, Rena beserta anak kembar nya juga datang malam ini.
"Silahkan Masuk nak Arkhan. " kata Gunawan, langsung menyambut kedatangan Arkhan yang baru tiba dikediaman nya.
Arkhan masuk ke Rumah Gunawan dan disambut hangat oleh Orang orang yang telah hadir disitu.
"Terimakasih Nak, Atas pertolongan Mu kemarin, kalau tidak... Entah apa yang akan terjadi dengan Merry Anak ku" Kata Gunawan mengawali cerita, ketika mereka sudah sama sama duduk di ruang tamu.
"Tidak perlu sungkan Pak, Itu bukan apa apa, Saya hanya menunjukkan tempat nya saja, selebihnya Ayra yang membereskan nya. " kata Arkhan seadanya.
"Tapi tetap saja, Saya mungkin tidak akan selamat jika tidak ada Anda. " Ucap Merry tiba-tiba menimpali.
Merry sedari tadi diam diam memperhatikan Arkhan. Dia Ter Persona Melihat laki-laki Jangkung berwajah Tampan ini yang telah menolong nya.
Arkhan melihat semua yang hadir di Ruangan. seperti mencari sosok lain yang diharapkan nya turut serta di sana.
"Kemana Ayra? Perasaan...Aku Mengantarkan nya kemaren kesini. " kata Arkhan dalam hati.
Arkhan tidak memperdulikan Merry yang sedari tadi melihat nya dengan tatapan Memuja.
Dalam pikirannya hanya satu yaitu Ayra, yang belum juga Arkhan lihat.
Mereka berbincang bincang ringan, mulai dari membicarakan perihal tentang kejadian Merry, Sampai dengan masalah Bisnis.
Tiba-tiba Dua anak anak masuk berlari dengan Ayra yang menyusul dibelakang nya.
"Mama...... " Kata anak anak itu, menghampiri Rena yang turut hadir duduk di Ruang Tamu.
Rena merentang kan tangannya menyambut Dhea dan Dhean, anak Kembar nya yang berumur 7 Tahun.
"Ay... Jangan memanjakan mereka.. Itu tidak baik. " Ucap Rena, Melirik kantong belanjaan Snack yang di pegang oleh si Kembar.
Arkhan langsung menoleh ke Orang yang dimaksud.
"Nggak apa apa kok tante..... kan nggak sering-sering." Kata Ayra tersenyum melihat Orang orang yang hadir di Ruangan itu.
Ayra hanya mengenakan baju Kaos oblong berwarna Biru dengan memakai celana Jeans, Rambut nya dikuncir satu keatas, wajah nya polos tanpa polesan make up.
"Nih anak....apa pun yang di pakaiannya tetap terlihat cantik. " Ucap Arkhan membatin, Arkhan terpesona melihat Ayra yang tampak seadanya.
"Ma.. Ayra kebelakang dulu, lihat bik Mun, udah selesai apa belum Makanan nya." Pamit Ayra ke Susan.
"Mbaaaak... Ay, kita ikuuuut. "Teriak si Kembar, dan menyusul Ayra yang mulai jalan ke Ruang tengah.
Arkhan hanya bisa menatap kepergian Ayra. Dia hanya diam entah apa yang dipikirkan nya.
"