AYRANI

AYRANI
Makan malam 2



Di Meja Makan yang cukup luas, Bermacam Hidangan telah tersedia di sana. Arkhan duduk di iringi Merry yang mengambil tempat di samping Arkhan.


Sementara Ayra memilih duduk diapit dengan Si kembar yang berhadapan dengan Arkhan. Arkhan dan Ayra duduk berhadap hadapan yang di batasi oleh meja Makan.


Selama makan Ayra hanya sibuk dengan si Kembar, Sekali kali Ayra melirik ke arah Arkhan, Ayra tahu Arkhan menatap nya.


Jantung Ayra berdegup kencang ketika tatapan Mata Mereka saling bertemu.


Merry di samping Arkhan selalu mencari perhatian Arkhan dengan sesekali mengajaknya berbicara, tetapi Arkhan tidak terlalu menanggapi nya.


Ayra duluan meninggalkan meja makan dan disusul oleh si Kembar. Mereka duduk diruang tengah yang cuma di batasi dengan Sekat rendah, berupa lemari pendek tapi panjang.


Sehingga dari Ruang makan bisa melihat jelas ke Ruang tengah.


Ayra bermain bersama Si Kembar, tertawa dan bercanda Dia tampak bahagia.


Gadis cantik polos yang tersenyum bermain bersama anak anak. Selalu jadi perhatian Arkhan.


"Begini kah cara mu menyambut tamu?" Kata Arkhan seperti berbisik mendudukkan bokongnya di samping Ayra setelah dia selesai Makan.


"Hey.. Tuan Muda, Kamu itu tamu Mereka, Bukan tamu ku. Yang mengundangmu kesini bukan aku. " Balas Ayra juga berbisik.


Merry menyusul duduk di samping Arkhan. Dia selalu mengekor kemanapun Arkhan pergi, dan hal itu mulai membuat Arkhan risih.


Arkhan tidak bisa mendekati Ayra karena adanya Merry, Sementara itu Ayra pura-pura sibuk bermain dengan Si Kembar, dia sesekali mencuri curi pandang melihat Arkhan dan Merry.


......................


"Maaf... Tuan, Anda memanggil Saya. "Kata Tian menghadap Arkhan, di Ruang Kantor nya.


"Benarkah Laporan mu ini?" tanya Arkhan sambil Membolak-balikan File yang ada di tangan nya.


"Benar Tuan.. " Kata Tian Meyakinkan Arkhan.


Arkhan bingung, Kehidupan Ayra sepertinya punya banyak Kejutan. Dengan data Ayra yang ada ditangan nya, Arkhan sekarang tahu berapa Nominal yang ada di Rekening Ayra, yang lumayan banyak untuk ukuran orang biasa seperti Ayra.


"Tapi mengapa Dia kemarin bekerja di Cafe?" Gumam Arkhan mengingat ingat pertemuan mereka.


Arkhan selama ini sempat mengira Ayra adalah anak Gunawan. Melihat kedekatan Mereka seperti Ayah dan Anak.


"Cari tahu, siapa dan dari mana... " Perintah Arkhan ke Tian Asisten nya.


"Seperti nya sulit Tuan. "


Arkhan mengernyitkan keningnya Mendengar Jawaban Tian.


" Saya sudah menyelidiki nya, Ternyata mereka selalu menggunakan uang Tunai dalam setiap penyetoran, dengan nama yang berganti ganti, jadi sangat sulit melacak data di sana, dan belum tentu Mereka menggunakan nama yang sebenarnya. " Kata Tian menjelaskan


"Tapi dilihat dengan Nominalnya yang sama setiap bulan, Dapat dipastikan si Pengiriman ini hanya Satu Orang. " Tambah Tian lagi.


Arkhan hanya mengangguk anggukan kepalanya, mendengar kan penjelasan Tian. Ayra penuh dengan Teka teki, yang membuat Arkhan semakin penasaran.


"Kamu selidik terus, cari informasi yang lebih banyak lagi, apa perlu dari orang-orang sekitar nya" perintah Arkhan lagi.


......................


" Maaf Mbak, Apa betul ini Kantor nya Bapak Arkhan?" Tanya Ayra Ke seorang Resepsionis di Kantor Arkhan.


"Iya betul, ada yang bisa Saya bantu Buk. " Jawab perempuan itu sopan sembari tersenyum menatap Ayra.


"Begini.. Saya ingin mengembalikan ini, Bisa Mbak tolong berikan ke Bapak. " Kata Ayra sambil menyodorkan Dua Paper Back ditangan nya.


"Tunggu sebentar ya Buk. " Sang Resepsionis itu mengangkat Telpon nya, seperti sedang menghubungi seseorang.


"Maaf buk.. Bapak Menyuruh Ibu langsung saja menyerah kan nya ke Beliau. Ibu di Tunggu di Ruangannya Lantai 15. Pakai Lift yang di sebelah Kanan itu aja Bu.. " Tunjuk Resepsionis itu mengarahkan Lift Yang biasa di pakai Oleh Pimpinan atau Tamu tamu Khusus.


"Bukan begitu....Saya hanya ingin menitipkan ini saja. " Kata Ayra


"Maaf Bu. Saya tidak berani. Silahkan....Bapak sudah menunggu Ibu di Ruangannya. " Tolak Resepsionis secara halus.


Ayra berkeringat dingin, Semua diluar dari dugaan nya. Ayra berniat hanya menitipkan nya saja tanpa harus bertemu lagi dengan Arkhan.


Jujur di dalam Hati Ayra juga merasa ada perasaan yang aneh jika bersama Arkhan. Tatapan serta Suaranya sering membuat Ayra merinding.


Dengan Malas Ayra mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu Ruangan Arkhan, Setelah mendengar sahutan dari dalam, Ayra memutar handle Pintunya.


"Mm.. Permisi Pak, Saya kesini hanya ingin mengantarkan ini. " kata Ayra Formal langsung pada intinya, Dan menyodorkan Dua Paper back yang dia bawa, setelah berdiri dihadapan Arkhan.


"Kamu mau minum apa, Silahkan duduk dulu... " Kata Arkhan tanpa ingin menerima Paper Back yang Ayra ulurkan.


Tangan Ayra menggantung di udara dengan Paper back yang masih di pegang. Dengan hentakan diturunkan tangannya karena kesal.


"Ayolah.. Jangan mempersulit ku. Aku hanya ingin mengembalikan ini. " Ucap Ayra mulai kesal.


"Begitu kah cara mu bertamu... Mana Sopan Santun Mu Nona Ayrani. " Arkhan berjalan ke depan, menuju Sofa tempat biasanya dia menerima tamu di Ruangan nya, sambil menggulung lengan kemejanya.


"Aku sedang tidak ingin bertamu, Kamu yang salah... seharusnya kamu biarkan saja aku titipkan ini tadi. " Jawab Ayra Emosi.


Arkhan yang hendak duduk di Sofa mengurung kan niatnya. Tubuh nya kembali Tegak, Rahangnya mengeras mendengar Ucap Ayra.


"Ternyata Kamu tidak bisa diminta secara Baik baik.. " Kata Arkhan yang memang tak mau menerima penolakan.


"Apa Mau mu... ? Tanya Ayra Panik melihat Arkhan yang semakin mendekat.


"Berhenti.... jangan mendekat.. " Ayra Pasang Badan Siap siap menyerang Arkhan.


"Kamu pikir aku takut... " Arkhan menaiki satu alisnya tersenyum tipis melihat kekonyolan Ayra yang hendak menyerang nya.


Ayra menerjang Arkhan tapi dengan mudah di hindari Arkhan, Segala serangan yang Ayra berikan, sangat mudah dapat terpatah kan oleh Arkhan.


Ayra terus menyerang dan kali ini Arkhan tidak ingin bermain main lagi, dengan sigap Arkhan mengunci semua pergerakan Ayra.


Ayra tak dapat bergerak sama sekali tubuhnya ditindih ke lantai oleh Arkhan. Posisi mereka sangat intim Ayra dibawah dan Arkhan di Atas.


"Minggir.. Lepaskan Aku..." Kata Ayra dengan nafas ngos-ngosan, karena habis bertarung.


"Tidak... Sebelum kamu mau menurutiku. " jawab Arkhan sambil tersenyum puas dengan kemenangan nya.


"Oke... oke.. Puaaas. Sekarang menyingkir dari Atas ku.... " Teriak Ayra, karena Arkhan masih betah di atas tubuhnya.


Arkhan berdiri, sambil merapikan penampilan nya yang kusut habis perkelahian tadi. Ayra juga melakukan hal yang sama.


"Silahkan duduk, Mau minum Apa Ayra?" Kata Arkhan mengulangi pertanyaannya yang tadi.


Senyum Arkhan tidak pernah luntur dari wajahnya sehabis pergulatan tadi. Berbeda dengan Ayra, mukanya merengut seperti orang kalah bertaruh.


"Terserah.... " Jawab Ayra ketus, Sambil duduk di Sofa.


Arkhan mengambil minuman Di Kulkas yang memang sudah tersedia di Ruangan nya.


"Silakan di Minum.. "Arkhan meletakkan Dua Minuman kaleng di Atas meja.


Ayra sedikit menyipit kan Mata nya melihat Minum itu, dan beralih Menatap ke arah Arkhan.


"Ada apa.. ?" Tanya Arkhan heran. Sambil membuka kaleng Minuman nya.


"Tidak Ada rencana buruk kan.. ? Tanya Ayra penuh selidik melihat Arkhan.


"Astaga Ayra... Kamu pikir aku akan mencampur kan sesuatu ke minum mu" Jawab Arkhan santai.


"Kita baru Kenal.. Aku tidak tau siapa Kamu, jadi boleh kan aku Mencurigai mu. " Timpa Ayra lagi.


"Bilang saja Kamu Mau lebih dekat dengan ku, nggak usah malu.. " Kata Arkhan semangat.


Ayra memutar bola mata nya mendengarkan penutur an Arkhan.


"Percaya diri kali Kamu.. " Sarkas Ayra membalas perkataan Arkhan, Arkhan salah menyimpulkan maksud perkataan Ayra.


"Oh.. tentu.. Siapa yang tidak kenal dengan Ku. " kata Arkhan sombong.


"Bodo.. Emang aku pikirin. " Sambar Ayra sewot dengan melipat kan tangannya di dada.


"Ha ha ha... Tenang, Nanti lama-lama kamu terbiasa bersama Ku. " Arkhan tertawa senang menggoda Ayra.


"Siapa juga yang ingin bersamamu... !!" balas Ayra melototi Arkhan.


"Kita lihat saja nanti." Kata Arkhan sambil menyesab minuman yang ada di tangan nya, Arkhan tersenyum tipis melihat Ayra dengan tatapan yang tak dapat diartikan.