AYRANI

AYRANI
Hendra



"Iya... Ini Makam Mereka. " Jawab Ayra sembari melihat kedua Makam yang berdampingan di depan nya.


Arkhan Melihat Makam di depannya, Dengan Tulisan Di batu Nisannya Arkhan dapat tahu sudah berapa lama Makam itu berdiri di sana.


"Apa kamu berniat untuk lari dari Ku? " Tanya Arkhan yang tatapan mata nya tidak beralih dari Makam didepan nya.


"Mengapa Kamu tidak memberi tahu Ku?" Lanjut Arkhan dengan Pertanyaannya.


" Aku tidak memiliki Nomor mu.. " Jawab Ayra jujur, Karena selama ini mereka memang belum pernah bertukar Nomor ponsel.


"Kamu tahu, tidak semua yang kita ingin kan dapat terwujud. Terkadang kita harus pasrah menerima Takdir yang di rencanakan Nya untuk kita. " Lanjut Ayra dengan tatapan yang menerawang kedepan.


"Tapi itu tidak ada dalam Kamus ku, Apa yang ku Mau, akan Ku dapat kan bagaimanapun caranya. " Jawab Arkhan dengan nada Diktator nya sambil melirik ke wajah sendu Ayra yang menatap ke depan.


"Tidak pernah kah Kamu ingin tahu isi hatiku, Bagaimana perasaan Ku pada Mu ?" Tanya Ayra sengaja diam sebentar.


"Dunia kita berbeda, Aku............ "


"Tidak perlu Kamu ucapkan, Aku telah mengetahui semua tentang dirimu. Kamu pikir bagaimana aku bisa sampai di sini. " Kata Arkhan langsung memotong perkataan Ayra.


" Tidak perlu Kamu memikirkan itu, Jika kamu tidak bisa masuk ke Dunia ku, Biarkan Aku saja yang masuki Dunia mu." Tambah Arkhan dengan nada Serius.


" Sekarang Yang ingin Ku tahu, Bagaimana perasaan Mu terhadap Ku ?" Tanya Arkhan, yang penasaran dengan penuturan Ayra tadi.


Ayra tidak sanggup berbicara, Tiba-tiba dia membisu tidak bisa menjawab pertanyaan Arkhan.


Hati Ayra berkecamuk, Apa Dia harus terikat hubungan sementara Kakaknya belum juga dia temukan.


"Tidak perlu Kamu jawab, Karena apapun jawaban Mu itu, Kamu tetap Wanita ku. " Kata Arkhan dengan nada Memaksa. Karena melihat Ayra yang diliputi Keraguan.


Ayra langsung tersenyum mendengar perkataan Arkhan, karena Dia sendiri memang Menyukai Arkhan. Dan Arkhan yang melihat senyuman dibibir Ayra menjadi Senang, seolah-olah senyuman itu mewakili jawaban dari Ayra.


Tiba-tiba Handphone Arkhan bergetar, Setelah melihat Nama si Penelepon Arkhan berjalan memberi jarak dengan Ayra dan mengangkatnya.


Cukup lama Arkhan di sana, Ayra hanya bisa melihat Arkhan dari jauh yang seperti berbicara serius tanpa tahu apa yang sedang dibicarakan nya.


"Kita harus pulang sekarang !!" Kata Arkhan dengan nada tegas dan menghampiri Ayra.


" Kalau Kamu ingin pulang, pulang saja sendiri, Aku masih Mau disini. " Jawab Ayra protes dengan perintah Arkhan.


"Justru karena ini berhubungan dengan Kamu, Mangkanya kita tidak bisa berlama-lama disini. " Ucap Arkhan menjelaskan.


"Ada apa sebenarnya.....?" Sambar Ayra penasaran.


"Nanti Aku jelaskan. " Kata Arkhan sembari seperti memberi kode ke Supirnya, supaya mendekat.


Tanpa banyak berkata Ayra mengikuti Arkhan yang menggiring nya masuk kedalam Mobil. Mereka duduk bersama di bangku belakang karena Arkhan sengaja membawa supirnya hari ini.


"Tolong jelaskan sekarang pada Ku. " Pinta Ayra yang masih diliputi rasa penasaran, Setelah di rasa kendaraan nya sudah mulai bergerak.


"Kamu ingat dengan Dewa.. " Arkhan sengaja menjeda kalimat nya.


"Ternyata dia adalah Anak dari Jhonatan. Jhonatan itu Seorang Mafia Internasional berbahaya yang berasal dari Singapore, Bisnis nya adalah Penyelundupan Narkoba dan Senjata Api." Arkhan menjelaskan informasi yang telah Dia ketahui.


Ayra masih diam seperti masih mencerna apa yang telah Arkhan katakan.


" Dan Kamu telah menghajar Anaknya. " Kata Arkhan di penghujung cerita nya.


Ayra menegang, Dia tidak menyangka semua jadi seperti ini, Ayra bisa membayangkan dengan siapa dia berurusan sekarang.


"Kamu harus berhati-hati, Orang-orang nya Jhonatan itu sangat berbahaya dan tidak bisa dianggap remeh. "


Arkhan sengaja tidak memberitahu kan semuanya, bahwa Orang orang Jhonatan sedang mencari nya, oleh sebab itu Arkhan datang langsung mencari Ayra, sebelum orang lain menemukan nya.


Lama mereka di Perjalanan Membuat Ayra lelah, tanpa terasa Ayra pun tertidur di Bahu Arkhan.


Arkhan yang merasa kepala Ayra menyandar di bahunya, Pelan pelan membenarkan posisi Ayra dengan meletakkan kepala Ayra di paha nya.


Dilihat nya wajah Ayra dengan seksama, Hatinya merasa damai, Entah sejak kapan Dia menjadi peduli dengan Ayra dan tidak mau melihat Ayra terluka, Bagaimana pun Dia akan melindungi Ayra.


"Ciiiiiiiiit..... " Tiba-tiba Mobil merem mendadak, Ayra yang sedang tidur di pangkuan Arkhan kaget, dan terdorong ke depan untung Arkhan Reflek menahan tubuh Ayra, sehingga tidak terlempar kuat.


"Ada apa.. ?" Tanya Ayra panik sambil mengumpulkan semua kesadarannya.


Rahang Arkhan tiba-tiba Mengeras, Melihat Kendaraan yang sengaja menghadang nya, yang mengakibatkan mobil berhenti mendadak.


Suasana begitu mencekam, Ada dua mobil lawan yang tengah berdiri di depannya, Arkhan juga tidak sendiri.


Arkhan sudah ada persiapan yakni satu Mobil yang berisikan Empat orang Bodyguard handal yang sedari tadi mengawal nya di belakang.


Terjadilah baku hantam di jalan tersebut, Jalanan yang tidak terlalu macet tapi terbilang ramai lancar arus kendaraan.


Mobil Arkhan terjepit oleh kendaraan Lawan yang ada di depan dan belakang nya, dan membuat Mobil mereka terjebak di sana.


Empat lawan Enam, Walaupun Bodyguard Arkhan belum kalah tapi bisa dilihat mereka cukup kualahan menghadapi lawan.


"Tunggu di sini.. " Perintah Arkhan yang mulai tergerak untuk menolong Bodyguard nya.


Arkhan turun dari Mobilnya, Dia juga ikut menerjang musuhnya, Dapat dilihat oleh Ayra bagaimana Arkhan memukul mundur Musuhnya, jika dibandingkan dengan Ayra, Keahlian Beladiri Arkhan jauh di atas nya.


Kelompok Lawan tersudut, Tiba-tiba seseorang keluar dari mobil Lawan dengan mengacungkan Senjata Api ke arah Arkhan, yang membuat kelompok Arkhan terdiam.


Rupanya sedari tadi ada orang yang mengamati perkelahian Mereka, Pimpinan nya tersebut terpaksa turun tangan, melihat bawahannya yang sudah hampir kalah.


Ayra seperti terhipnotis melihat sosok yang baru keluar tersebut dari dalam Mobil, sosok yang di Matanya terlihat berbeda tapi seperti tidak asing di Hatinya.


"Serahkan Dia.... " Perintah Orang tersebut dengan menodong kan Senjata Api nya ke kepala Arkhan.


Muka Ayra merah menahan Emosi nya, Kedua tangan nya terkepal kuat sehingga ruas-ruasnya terlihat memutih.


Ayra bergegas keluar dari Mobilnya.


"Hendraaaaa......... " Teriak Ayra dan berlari langsung menerjang Hendra.


Hendra yang namanya di sebut langsung terkejut dan menoleh ke sosok Ayra, belum lagi keterkejutannya hilang, Ayra sudah menghantamnya dengan membabi buta.


Hendra tidak melawan, dia hanya sekedar menghindar dari serangan Ayra.


"Aku membenci...mu.. , Mati saja Kau... " teriak Ayra disela sela pukulannya.


Hati Ayra sakit, sosok yang sudah lama dirindukan nya hadir didepannya dengan cara yang membuat Ayra kecewa.


Yang pasti Ayra menyadari bahwa kakaknya bekerja dengan seorang penjahat seperti yang Arkhan katakan tadi.


"Ra.. Rani.. " Kata Hendra terbata bata, yang mulai menyadari sosok wanita yang sedang menyerangnya.


"Jangan pernah kau menyebut nama Ku, Bagi Ku Kau sudah Mati... Mati.. " Teriak Ayra yang masih menggila.


Arkhan hanya terdiam melihat situasi di depannya.


"Rani, Mengapa Dia memanggil Ayra, dengan nama Rani, Hubungan apa antara mereka berdua?" Tanya Arkhan dalam hati melihat Ayra yang masih memukuli Musuh di depannya.