AYRANI

AYRANI
Beruang Kutub



Di dalam butik Ayra menatap diri didepan cermin, keningnya mengkerut.


"Yakin kamu Mer.. ?" tanya Ayra frustasi akan pilihan Merry.


"Iya, kamu tenang aja, ini cocok banget buat kamu Ay. " ucap Merry, dengan masih menatap gaun yang melekat ditubuh Ayra.


"Ayolah Ay... Gaun seperti ini sudah lumrah dikenakan oleh setiap wanita." bujuk Merry, dengan melihat wajah datar Ayra.


Yang benar saja aku pakai ini, Ayra Merutuki dalam hati melihat gaun yang dia kenakan di depan cermin.


"Sekalii.. aja Ay. Ya... ya.... " Desak Merry melihat wajah Ayra yang seperti ingin protes.


Dengan memasang wajah memelas Merry tak berhenti menatap mata Ayra lewat pantulan cermin.


"Oke oke, Iya.... aku mau. " Ayra mengusap kasar muka nya dengan frustasi karena tak dapat menolak tuntutan Merry kepadanya.


Sementara itu Merry langsung tersenyum senang dengan mempakkan gigi putihnya, dia puas akan jawaban Ayra yang bersedia menuruti nya.


Setelah itu Merry baru memilih milih gaun untuk dirinya sendiri, sudah dapat yang telah cocok untuknya, Merry bergegas untuk ke kasir karena dia melihat Ayra telah keluar dari ruang ganti.


"Nggak dicoba dulu Mer.. ?" tanya Ayra heran melihat Merry yang sudah berdiri didepan kasir sembari menenteng sebuah gaun.


"Nggak perlu. " jawab Merry santai.


Sebenarnya Merry tidak mau terus berlama-lama di dalam butik tersebut, karena Merry takut Ayra berubah pikiran, dan hal itu bisa membuat rencana Merry gagal.


Merry ingin Ayra tampil cantik malam ini, karena sebagai sahabat dia tidak pernah melihat Ayra peduli dengan penampilan, Ayra terlalu cuek, dan terkesan tomboi.


Oleh sebab itu, Merry ingin Ayra tampil cantik dengan memperlihatkan sisi feminimnya sebagai seorang Wanita.


......................


Ayra sedang berdiri bersama Merry di depan lobby hotel.


Ayra mengenakan Floor Length Dress berwarna merah.


Dan Merry mengenakan Body Contour Dress berwana biru


Gaun Ayra panjang dan hampir menutupi tumitnya, gaun tampa lengan dengan bagian atasnya yang seperti tali menggantung dileher panjangnya dan sedikit terbuka di bagian dadanya, gaun itu juga memiliki belahan disebelah kiri dengan tinggi belahan nya mencapai sejengkal di atas lutut, jadi ketika Ayra berjalan, kaki jenjang putihnya pasti akan ter lihat.


Dengan menggunakan sepatu High Heels Ayra terlihat anggun, Polesan make up yang natural di wajahnya yang cantik, menambah kesan elegan.


Sementara Merry tidak kalah cantiknya, Gaun berlengan pendek dengan bagian atas memiliki belahan rendah yang berbentuk V , dan sedikit memperlihatkan belahan dadanya, panjang gaunnya sebatas lutut, gaun yang dikenakan Merry agak pres dan membentuk lekuk tubuhnya.


Begitu mereka memasuki hotel, semua mata tertuju pada mereka dengan tatapan takjub, terutama tatapan dari kalangan kaum Pria.


Padahal bukan mereka saja yang terlihat seksi, banyak Perempuan diantara Ayra dan Merry yang mengenakan gaun seksi dan lebih terbuka dari pada mereka berdua.


Tapi entah mengapa, pesona Mereka berdua lebih menarik perhatian semua kalangan para Pria.


Merry dengan percaya diri berjalan melewati Mereka, tapi tidak dengan Ayra, dia terlihat kikuk dan risih dengan tatapan orang orang yang melihat nya.


"Udah Ay.. santai aja, angkat kepala mu" ucap Merry sedikit berbisik ke telinga Ayra.


"Mer.. "


"Tersenyum... " Ucap Merry memotong perkataan Ayra yang hendak merengek.


Ayra hanya bisa mengikuti arahan Merry.


"Naah.. begitu baru bagus" tambah Merry yang melihat Ayra menuruti ucapan nya


"Tenang aja Ay, ada aku disini.. kamu jangan perduli kan yang lain, fokus sama aku aja... oke!!" Kata Merry menyemangati Ayra.


"Kamu mau minum apa?" tanya Merry, karena mereka memang sedang berdiri di Stan meja Minuman di dalam Hotel.


Ayra memang tak begitu tahu dengan macam macam minuman, apalagi melihat banyak nya minuman yang berjejer dengan warna yang berbeda-beda tersedia di atas meja, hal itu cukup membuat Ayra bingung.


Merry menyodorkan air yang berwarna kuning pekat yang di perkirakan Ayra itu adalah Orange juice.


"Nih... Ay. " ucap Merry sembari menyodorkan minuman tersebut.


"Kamu minum apa Mer.. ?" tanya Ayra melihat Merry memegang gelas yang berbeda dari gelas punya nya.


Ukuran gelasnya itu lebih kecil dan air didalamnya terlihat bening.


"Biasa... " Jawab Merry sambil nyengir didepan Ayra.


"Jangan aneh aneh kamu Mer... " ucap Ayla seolah olah tau minuman yang dipegang Merry itu adalah minuman beralkohol.


"Sedikit aja Ay.. " Merry memberikan kode dengan mengangkat jari jempol yang diadukan dengan jari telunjuk nya di depan Ayra.


"Dah lama aku nggak nyentuh minum ginian. " tambah Merry seolah olah mencari persetujuan Ayra.


"Ingat Mer... aku nggak bisa nyetir. " Ucap Ayra memperingati.


"Cuma segelas aja kok, nggak akan bikin mabok. " Tambah Merry meyakinkan.


"Terserah mu aja deh Mer" jawab Ayra mengalah.


Merry tersenyum dan secara perlahan menyesap minuman nya, dia memang telah lama tidak berbaur dengan minuman beralkohol.


Dulu sebelum Merry kenal dengan Ayra, Merry memang sering meminumnya. Dugem tengah malam di Night club dan pulang sampai pagi, sudah biasa dia lakoni bersama teman temannya.


Tapi semenjak berteman dengan Ayra dia bisa berhenti, pelan tapi pasti Ayra merubah gaya hidup Merry.


Tibalah saat pembukaan berlangsung, Mulai dari pembukaan dan berganti dengan kata sambutan yang akan disampaikan oleh Pemilik hotel tersebut.


Arkhan menaiki podium untuk memberikan kata sambutan.


Semua mata tertuju pada Arkhan, termasuk Ayra yang juga ikut melihatnya.


"Duuh.. ganteng banget sih. " bisik wanita pertama yang berada tak jauh dari tempat Ayra berdiri, dan dapat didengar oleh Ayra.


"Aku dengar dia masih single loh" sambar wanita kedua itu sedang bergosip.


"Jangan kan jadi pasangan, jadi selingkuhan nya aja aku rela. " ucap wanita yang pertama dengan senyuman menggoda.


Ayra mengalihkan pandangannya ke wanita yang mengobrol tadi dengan tatapan jijik.


Ayra nggak habis pikir dengan ucapan mereka. "Tuh cewek nggak punya otak apa, mau maunya ngomong kayak gitu" rutuk Ayra dalam hati.


Mata elang Arkhan tak lepas menatap Ayra, Meskipun dia sedang berbicara diatas Podium, penglihatan nya tetap mengarah ke Ayra.


Sedari tadi Arkhan memang memperhatikan Ayra. Mulai saat dia masuk Hotel, Arkhan terpesona dengan penampilan Ayra yang berbeda, cantik seksi dan mengagumkan.


"Duuuh.....beruang kutub lihatin nya kesini terus lagi" gumam Ayra dalam hati, dia merasa risih dengan tatapan Arkhan.


Ayra mengubah posisi tegaknya menghadap lain, sehingga dia memunggungi Podium tempat Arkhan sedang berdiri.


Melihat itu tiba-tiba sudut bibir Arkhan tertarik keatas. Dia tersenyum melihat tingkah Ayra yang seolah olah menolak pesonanya.


"Menarik.... " Gumam Arkhan sambil menuruni tangga Podium.


"Tian....kau selidiki dia, besok datanya sudah harus ada dimeja ku" Kata Arkhan tegas dengan tatapan yang tak terbaca.


Tian asisten Arkhan langsung mengerti, dia tak perlu menanyakan siapa orang yang dimaksud dengan tuan muda nya.


Dengan sekali lihat dia tahu, tuan muda nya sedang penasaran dengan sosok wanita cantik bergaun merah yang ada di dekat meja minuman, dan dia telah melihat wajah Ayra.