AYRANI

AYRANI
Makam



"Aku bukan laki-laki bodoh, yang mudah Kamu berikan kepada Sahabat Mu, Apa hak mu.. ?" Tanya Arkhan dengan tatapan dinginnya.


Ayra yang tersudut tidak bisa menjelaskan apa apa. Semua di luar perkiraan nya. Dia tidak menyangka Arkhan dapat cepat membaca maksudnya.


" Apa kamu pikir Aku wanita murahan.. ?" Kata Ayra juga bertanya, tanpa ingin menjawab Pertanyaan Arkhan tadi, Arkhan melepaskan tangan Ayra tanpa memundurkan tubuhnya.


"Tidak ada dalam sejarah Seorang Arkhan Mahendra berhubungan dengan wanita murahan. Apalagi dengan urusan Wanitaku, hanya Wanita tertentu yang bisa bersamaku. " Kata Arkhan menjawab pertanyaan Ayra.


"Dan Itu pasti bukan aku.. " ucap Ayra yakin.


"Bukan kamu yang memilih tapi Aku, Kamu harus mau, Asal kamu tahu Aku tak pernah menerima penolakan. " Kata Arkhan Diktator.


"Tidak ada seorang pun yang bisa lari dari Ku" Tambah Arkhan tak terbantahkan.


Arkhan kembali menyerang bibir Ranum Ayra, Tak ada penolakan dan tidak ada balasan dari Ayra, Karena ini adalah ciuman Pertama Ayra, Ayra masih kaku melakukan nya.


Ayra marasa senang sekaligus Kesal dengan penuturan Arkhan, Senang karena dia juga menyukai Arkhan, Kesal karena Arkhan mengklaim atas kepemilikan dirinya.


"Menyingkirlah dari ku... " Pinta Ayra dengan wajah tertunduk merah menahan malu, sehabis ciuman nya.


"Tidak.... kamu harus memintanya dengan cara yang benar. " jawab Arkhan senang, karena melihat rona Merah di wajah Ayra yang sedang terlihat malu semakin membuat Arkhan gemas.


"Lepaskan... Kalau tidak, Akan ku Patah kan Tulang Mu. " Kata Ayra sembari mendorong Arkhan sehingga mudur beberapa langkah kebelakang.


Arkhan langsung tergelak mendengar perkataan Ayra, Dia memang sengaja melepaskan Ayra dari Kungkungan nya.


Arkhan sangat menyukai apa yang ada di diri Ayra, Biasanya Wanita yang Arkhan temui selalu manja, genit dan pasti mau menuruti semua apapun keinginan Arkhan.


Berbeda dengan Ayra yang pembangkang dan tidak pernah merasa takut kepada nya. Tapi semua itu justru membuat Arkhan tergila-gila kepada Ayra.


Setelah menyelesaikan semua Pekerjaan nya, Ayra kembali pulang ke rumah. Perasaan nya bercampur aduk antara Merry, Kakaknya dan juga Arkhan.


Setibanya di Rumah Dia mendapati Merry yang tengah bersantai di Ruang tengah.


"Hay.. Mer..kok tumben jam segini ada dirumah?" Tanya Ayra sambil ikut menduduki bokongnya di samping Merry.


"Ya... Gitu dech.. Korban PHK Papa. " Jawab Merry sambil nyengir Kuda.


"Mangkanya kalau kerja itu yang benar... Makan gaji buta aja sihh lo.... " kata Ayra bercanda dengan menoyor kepala Merry.


" Namanya juga usaha Ay... " Merry Memanyunkan bibirnya sembari melirik Ayra.


"Ya.. ya... Usaha, Trus Kenapa nggak dilanjutin?" tanya Ayra penasaran.


" Mm... Akunya di tolak mentah mentah. " Jawab Merry santai dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Lah cemen amat sobat Aku satu ni... Sekali pukul langsung K O. " Timpa Ayra ke Merry.


" Kamu Pikir ini cerita Sinetron, yang mati matian mengejar cinta. Aku orang nya Realistis Ay..., Dia terang terangan nolak Aku. ngapain coba mengharapkan orang yang nggak menginginkan kita, Bunuh diri itu namanya, makan hati.... Sakitnya tuh disini... " Kata Merry cengengesan dengan menujuk dada nya.


"Ya.. ya.. Dasar... Kapan sih kamu bisa Serius" Sambar Ayra yang sudah merasa tenang ternyata Merry tidak terlalu terluka dengan penolakan Arkhan.


"Trus.... Kenapa nggak bilang, Kalau Arkhan nggak mau tanda tangan.. " Tambah Ayra kembali bertanya.


"Lupa!" Jawab Merry santai. Memang begitulah Merry, orang nya sangat manja dan tidak pernah menanggapi segala sesuatu hal dengan Serius.


"Memang Kenapa Ay?" Tanya Merry antusias.


" Aku dilema Mer, Ada seorang Lelaki yang sekarang dekat dengan ku, di satu sisi Aku ingin dengan nya, di sisi lain aku masih ingin mencari Kakak ku. " ucap Ayra menumpahkan semua isi hatinya.


Merry terdiam sejenak, menata kata kata yang tepat untuk dikemukakan nya kepada Ayra.


"Begini Ay... Kamu bukan orang lain bagiku, kalau menurut ku lanjutkan hidupmu, sampai kapan kamu mencari kakak yang sudah lebih dari Sembilan tahun tidak kamu temukan. " Kata Merry mengutarakan pendapat nya.


"Toh belum tentu juga Dia masih mengingat dan menginginkan Mu.. " Tambah Merry yang membuat tubuh Ayra terasa lunglai tak bertulang.


Ayra mulai menangis, Semua yang di katakan Merry memang benar adanya. Tapi hati Ayra tak ingin menyerah, hanya kakak nya keluarga satu satunya yang Dia punya.


Sementara Merry merasa ini lah waktunya Ayra untuk bangkit, dan Meraih kebahagiaan dan memulai hidup Baru.


Merry memeluk Ayra yang masih menangis, dengan sayang nya Merry mencoba menguatkan kan Ayra.


" Mer.. besok Aku mau pulang kampung dulu" ucap Ayra yang sudah tenang sambil mengurai pelukan nya.


"Aku hanya ingin berziarah ke Makam Ke dua Orang tua ku.....Cuma satu Minggu aja. " jelas Ayra melihat wajah Merry yang sedang bingung.


"Tapi balik kan.. ?" Merry menyipitkan matanya seolah mencari kebenaran di mata Ayra.


"Iya aku pasti balik.... Janji" Ayra mengarahkan jari kelingking nya dan di kait kan ke jari kelingking Merry.


......................


Ayra ingin menenangkan diri, Tiga Tahun lebih Dia meninggal kan kampung halamannya, untuk mencari kakak nya tapi semua usahanya terasa sia sia, karena sampai dengan detik ini Dia belum juga bertemu dengan kakaknya.


Setibanya di Kota tujuan nya Ayra memilih menginap di Hotel. Karena Dia memang tidak memiliki Sanak saudara yang untuk Dia singgahi.


Semua terasa asing, Ayra mencoba menapaki daerah yang pernah menjadi kenangan indah dalam hidupnya.


Ayra benar benar melepaskan kerinduan nya di Kota tersebut, Sudah Dua hari Ayra di sana Semalam Ayra sudah mengunjungi Asrama, dan Hari ini Ayra berniat untuk mengunjungi makam Ke dua Orang Tua nya.


Jarak Asrama ke Makam cukup jauh, Memakan waktu Tiga jam dengan menggunakan Bus, Ayra baru sampai ke makam.


Setibanya di Makam, Ayra menumpahkan semua Perasaan Sedih dan Gundahnya.


"Nih.. Minum dulu. " Kata seseorang yang menyentuh bahu Ayra dengan minuman di tangan nya.


Ayra yang kaget langsung melihat ke arah Orang tersebut, Sosok laki-laki yang tinggi menjulang dan mulai merunduk mensejajarkan tinggi dengannya.


"Bagaimana kamu tahu Aku di sini.. ?" Tanya Ayra melihat sosok Orang yang berjongkok di dekat Dia duduk.


"Tidak perlu Kamu tahu, yang jelas sudah Dua jam kamu disini, apa kamu tidak haus? Arkhan mengulang pertanyaannya sembari menyodorkan minuman ke Ayra.


Ya Orang tersebut adalah Arkhan yang diam diam sedari tadi memperhatikan Ayra. Arkhan tidak tahan melihat Ayra bersedih terlalu lama dan memutuskan untuk menghampirinya.


" Ini Makam kedua Orang tua mu ? Tanya Arkhan melihat Ayra yang telah meminum Air yang diberikan Arkhan tadi.


"Iya... Ini Makam Mereka. " Jawab Ayra sembari melihat kedua Makam yang berdampingan di depan nya.