AYRANI

AYRANI
Pantai



"Kakak... Kakak ... " Tiba-tiba Ayra terbangun dari tidurnya.


Padahal hanya mimpi tapi teras nyata bagi Ayra, Ruang kosong dalam hati Ayra terbuka lagi, sudah lama Ayra coba untuk berdamai dengan keadaan nya.


Ditengah Malam Ayra tidak bisa tidur, mimpi buruk nya membangkitkan kerinduan Ayra akan kehadiran kakaknya. Ayra Menangis Sejadi-jadinya karena hanya itu yang bisa dia lakukan.


...............


Di Tempat Lain Seorang laki-laki berdiri sambil memegang lengannya, darah segar menetes ke lantai, Dia terluka tapi tak berbuat apa-apa, hanya diam menatap Orang di depannya.


"Ini kecerobohan pertama mu.... Ingat...Jangan ulangi lagi, kalau tidak peluru ku akan bersarang bukan di bahu mu, Melainkan di dada mu. "Ancam Bos nya, yang ditangan nya masih memegang Senjata Api.


Laki-laki itu masih berdiri mematung, seolah-olah sadar akan kesalahannya, dan ikhlas menerima hukuman dari Bosnya.


Seakan ada Kontak Batin antara Ayra dan laki-laki itu, Entah mengapa Ayra merasa hatinya sakit, Jiwa nya rapuh Dia merasa sedih, tapi tak tahu apa sebab nya.


"Ada apa dengan Ayra, tak biasanya begitu?"


Tanya Gunawan kepada Susan di Ruang tamu.


Ayra hari ini Murung, Matanya sembab karena semalaman menangis, Ayra berlalu begitu saja meninggal kan rumah tanpa menyadari keberadaan Gunawan dan Susan yang ada di Ruang Tamu.


"Maklumin aja Pa... Namanya juga anak Muda" Jawab Susan santai.


Hari ini hari Minggu, Merry sedang ada urusan di luar dengan teman teman Kuliahnya, Ayra merasa kesepian, biasanya di Saat saat seperti ini selalu ada Merry yang menghibur nya.


Ayra keluar Rumah dengan berjalan Kaki, Motornya sengaja di tinggal, Pikiran nya terasa kosong, Ayra menyusuri jalan setapak yang ada di pinggir jalan. Tak terasa cukup jauh Dia berjalan.


Tin.... tin.....


Tiba-tiba Suara Klakson Mobil Mengagetkan Ayra.


Ayra menoleh Ke Arah sumber Suara, dengan melihat Kendaraan itu Ayra tahu, siapa pengendara nya, walaupun sang pengendara tersebut belum keluar.


Ayra tetap melanjutkan perjalanan nya, dia pura-pura Menulikan telinganya dan tidak menghiraukan Mobil tersebut.


Tiba-tiba pergelangan Tangan Ayra tertarik kebelakang. Karena kaget dan tanpa persiapan, Ayra menubruk dada Bidang si Penarik.


Arkhan yang di tubruk Ayra tidak menyia nyiakan kesempatan, langsung di peluknya tubuh Ayra dengan erat.


"Apa yang Kau lakukan.. ?" Kata Ayra sambil mendongakkan wajahnya ke atas, untuk melihat wajah laki-laki yang memeluknya. Karena tinggi Ayra hanya sebatas Hidung Arkhan.


"Ini Hukuman untuk mu yang pura-pura tak mendengar kan ku. " Kata Arkhan se Enaknya.


"Tolong lah, ini di tempat umum, dan aku lagi malas ribut dengan mu.. " Jawab Ayra melemah. Dia menggerakkan badannya untuk bisa lepas dari dekapan Arkhan.


Arkhan Melihat wajah Ayra dengan Seksama. Mata nya sembab dan terlihat pucat, dan yang lebih membuat nya heran yaitu, Ayra tidak melawan nya dan justru terlihat sedang bersedih.


Arkhan mengira Ayra akan melakukan tindakan Bar bar nya terhadap Arkhan yang telah berani memeluk nya.


Arkhan melepaskan diri, dan menggandeng tangan Ayra ke mobil nya.


"Lepaskan Tangan mu, Udah ku bilang Aku lagi nggak mau ribut... " Kata Ayra kembali mengulang ucapannya.


Ayra memberhentikan langkahnya ketika tiba di depan Mobil.


"Oleh sebab itu, masuk.saja ....jangan cari ribut dengan ku. " Kata Arkhan seenaknya.


"Hey..... di sini Kamu yang telah mengganggu ku... Dasar bodoh.. Otak mu bergeser ya. " Kata Ayra dalam Hati, yang tak berani menyuarakan nya. Hanya Matanya saja yang Melotot protes seolah-olah mewakili mulut nya.


"Hati-hati....mata mu bisa menggelinding keluar, jangan dibuka selebar itu. " Goda Arkhan melihat mata Ayra yang melotot ke pada nya


"Mau kemana... ?" Tanya Ayra mulai melunak.


"Tenang Aja Kamu pasti suka. " Jawab Arkhan sambil tersenyum.


Ayra masuk ke Mobil Arkhan, menyusuri jalanan yang lumayan padat oleh kendaraan. Arkhan mengendarai nya dengan santai, seolah-olah memang ingin berlama-lama di dalam Kendaraan terebut.


Hampir satu jam perjalanan barulah Mereka Sampai di tempat tujuan.


"Kamu bawa Aku kemana.. ?" Tanya Ayra menghadap Arkhan, karena Ayra rasa mobil sudah berhenti.


"Lihat saja sendiri.. " Jawab Arkhan sambil melihat ke arah luar Mobil.


Ayra mengikuti arah Pandangan Arkhan, ternyata mobil mereka sudah terparkir di tepi pantai.


Ayra tidak menyadari nya, karena selama di perjalanan tadi dia hanya melamun.


Arkhan membukakan pintu mobil di sebelah Ayra. Seperti terhipnotis Ayra menerima uluran tangan Arkhan. Mata nya hanya tertuju pada Ombak ombak di tepi Pantai.


Seumur hidup Ayra tidak pernah ke Pantai, hidup nya memang jauh dari yang namanya liburan.


Arkhan berjalan bergandeng tangan dengan Ayra, mendekati bibir Pantai. tidak ada penolakan dari Ayra yang membuat Hati Arkhan senang.


Mereka berdiri berdampingan di tepi pantai dengan tangan yang masih terpaut.


Diam diam Ayra mendekati punggung Arkhan, Menyandarkan Kepala nya dengan tangan yang masih dalam genggaman Arkhan.


Arkhan Merasakan basah di punggung nya Karena Ayra, Arkhan melepaskan genggaman nya, Dia diam saja dan membiarkan Ayra melepaskan semua kesedihannya, tanpa ingin bersuara.


Awalnya hanya Air mata Ayra yang keluar, tapi kemudian Arkhan merasakan tubuh Ayra bergetar di punggung nya. Pelan tapi pasti Arkhan memutar tubuhnya dan memeluk Ayra.


Suara tangis Ayra semakin jelas terdengar, Dia membalas Pelukan Arkhan dengan erat, Entah apa yang ada di pikiran Ayra, Tapi melihat Laut semakin menambah kerinduan terhadap Kakaknya.


Arkhan hanya diam merasakan Kerapuhan seorang Ayra. Dia tidak menyangka Ayra yang selalu terkesan Keras dan Kuat. Ternyata sangat Lemah dan Rapuh.


Cukup Lama mereka berpelukan, Ayra menyadari bahwa Dia sedang memeluk Arkhan. Tapi Ayra butuh sandaran, Untuk saat ini biar lah dia menjadikan Arkhan tempat Pelabuhan nya.


"Kamu jangan besar kepala, Aku bukan Perempuan Lemah.." Kata Ayra Mengurai pelukan nya, Ayra terlihat masih sesegukan.


"Kalau Kamu Macam macam, aku masih bisa menghajarnya mu. " Tambah Ayra dengan menghapus sisa sisa Air matanya.


Arkhan Tersenyum mendengar Perkataan Ayra, Perempuan Di depan nya ini sudah kembali seperti sebelumnya.


Arkhan Mendekati Ayra dan mengecup puncak kepala nya dengan rasa sayang. Ayra terkejut merasakan Suatu Benda kenyal hangat yang menyentuh keningnya.


Ayra mengangkat wajahnya, Mata mereka Saling bertemu, Entah mengapa Perasaan Ayra menjadi Aneh, Jantung nya kembali berdebar debar,


"Oh... Tuhan jangan sampai Dia mendengar suara jantung Ku. " Batin Ayra, Memundurkan langkah nya sehingga memberi jarak pada Mereka.


"Jangan lakukan itu lagi. " Kata Ayra memperingatkan, dengan memalingkan wajahnya karena malu.


"Ayooo... " Bukan nya menjawab Arkhan malah menarik tangan Ayra untuk mengikuti nya.


"Mau kemana.. ? Tanya Ayra menahan kaki nya sehingga Berhenti.


"Makan, Aku sudah lapar, sekarang ayooo kita cari Makan. "Jawab Arkhan sambil Menarik tangan Ayra kembali.


Ayra membiarkan Arkhan menarik tangan nya, Karena sesungguhnya Dia juga lapar. Hati Ayra berbunga bunga, selama ini Dia tidak pernah merasakan perhatian yang tulus dari Seorang Pria.


Sebenarnya banyak Laki-laki yang berusaha mendekati Ayra, Tapi Ayra Seolah menutup diri, Sikap kerasnya membuat mereka mundur Satu persatu.