AMANDA & RASHYA Falling In Love

AMANDA & RASHYA Falling In Love
Buat Kue Untuk Membalas Kebaikan Rashya



Dirumah aku memulai membuat kue dengan tutorial di YouTube aku menghabiskan waktu sampai sore akhirnya kue yang aku buat selesai, tinggal besok aku kasih pada Rahsya.


“Semoga Rashya menyukainya hehe..” Harapanku dengan khayalan.




Sepulang sekolah seperti biasanya aku mampir ke toko kue, dan hari itu mengunjung yang tadinya sepi menjadi lebih ramai, mungkin ini musim banyak yang ulang tahun atau mungkin musim acara pernikahan. Kak Alfian pun terlihat sibuk bahkan dia sendirian menangani pelanggan, aku berniat untuk membantu Kak Alfian. “Kakak sini biar aku bantu, kelihatannya Kakak keliatan kewalahan dehh.” Paparku yang sedang membantu. “Amanda makasih banyak yaa, kalo kamu capek sebaiknya istirahat aja yaa.” Sahut Kak Alfian yang sebenarnya merasa tidak enak padaku. “Santai aja kak”.


Dan akhirnya pesanan pelanggan sudah selesai semuanya, Kak Alfian benar-benar berterimakasih padaku, “Amanda makasih banyak yaa mau bantu aku yang tadi itu”. Ucap Kak Alfian dengan rasa lega. “Iya kak, sebenarnya aku juga gak enak sih kalo ada orang lagi kesusahan masa aku gak bantu gak lucu juga yaa hahaha”. Sahutku dengan tujuan mencairkan suasana.


Kak Alfian terlihat ke arah kotak yang aku bawa, “Amanda itu kotak apa yang kamu bawa?” Tanya Kak Alfian. Akupun melihat ke arah kotak yang aku bawa dan aku tunjukkan pada Kak Alfian, “Ini kak aku bawa kue yang kubuat karna kue ini tanda terimakasih pada Pak Rashya yang membiayai rumah sakit Amanda.” Jawabku.


TRINGGGGGGG (Suara notifikasi ponsel Kak Alfian)


“Kebetulan nihh ada pesan dari bos Rashya katanya dia mau datang kesini.” Kata Kak Alfian menunjukkan ponselnya.


“Wahh kebetulan banget emang ini takdir yaa hehehe.” Ucapku penuh harapan.


Dan beberapa menit akhirnya Rashya datang aku langsung menghampiri nya dan berterima kasih padanya saat itu yang sudah menolongku.


“Halo Pak Rashya aku datang kesini tujuanku ingin berterimakasih banyak karna Pak Rashya sudah menolongku membawa kerumah sakit dan itu biaya Administrasi sudah dibayar oleh Pak Rashya, ahh yaa Pak memang aku dikasih tahu oleh Kak Alfian tapi aku yang memaksanya memberitahu padahal Pak Rahsya menyuruh rahasiakan, dan itupun pasti akan ketahuan oleh ku nantinya.” Ungkapku dengan perasaan gugup sekaligus gelisah.


“Dan ini kue yang saya buat untuk pak Rashya sebagai tanda terimakasih saya pada Pak Rashya, karna Pak Rashya suka dengan macam-macam kue, Saya mohon Pak Rashya terima yaa dan tolong makan kue ini.” Harapku dengan memberikan kue pada Rashya.


Rashya menerimanya lalu mencoba kue buatanku aku melihat ekspresi saat tahu rasa kue buatanku, Dan...


“APA INI KUE MACAM INI MANA ADA YANG RASA KUE YANG SEMACAM INI RASANYA BASII!!” Bentak Rashya terhadap ku yang ekspresi wajahnya memerah


“Maaf Pak apa hak anda bilang seperti itu, memang saya masih tanggung jawab orangtua saya tapi, APA SAYA PERNAH MEMINTA ANDA UNTUK MELAKUKANNYA DAN ITU BAPAK SENDIRI YANG MELAKUKANNYA KAN? Saya tidak pernah memintanya pak, dan saya disini hanya ingin berterimakasih saja, dan saya tahu arti balas budi tapi apa yang bapak lakukan tadi itu tidak bermoral, PERMISI!!” Bentak ku dengan irisan air mata.


“AMANDA TUNGGU AMANDA!!” Panggilan Kak Alfian mengejar ku.


Kesedihan yang aku rasakan begitu menusuk saat aku tahu sifat asli pria yang aku impikan itu, aku tak menyangka dia yang tadinya berhati malaikat berubah menjadi hati iblis dengan api yang membara, memang aku salah menilai dia, aku terlalu bodoh menilai seseorang yang bahkan tidak bermoral aku telah dibutakan oleh cinta yang sungguh bohong, dan mulai sekarang aku tak ingin mengenal pria yang aku cintai apapun itu.




TOK TOK TOK (Suara ketukan Pintu)


“Sayang ayah boleh masuk?” Sahut Ayah mengetok pintu.


KRIETTTTT (Suara Pintu Terbuka)


“Ayah ingin tau kenapa kamu daritadi sepulang sekolah terlihat sedih dan murung, sampai Ayah dan Ibu bingung harus berbuat apa, cerita saja sayang apa yang terjadi?” Ayah yang terlihat khawatir padaku.


“Ayah apa salah kita menilai seseorang terlalu sempurna sehingga seseorang tersebut tidak terlihat sifat ketidaksempurnaan nya?” Tanyaku dengan tangisan.


Ayah mengelus kepala ku dengan lemah lembut, “Sayang kamu tau kan manusia itu tidak sempurna, termasuk ayah, kamu dan orang lain juga kadang juga kita selalu menilai orang yang terlalu sempurna tapi dibalik kesempurnaan nya itu mereka kadang seperti memiliki sifat buruk.” Nasihat ayah yang menyentuh.


“Di ibaratkan seperti idola yang kamu cintai, kamu anggap bahwa idola itu selalu sempurna terkadang kamu ingin memilikinya, tapi kamu tau dibelakang nya mereka memiliki sifat yang tidak sempurna sama seperti manusia umumnya dan ingat jangan terlalu cinta padanya kita semua sama-sama manusia yang Tuhan ciptakan namun kita tak sempurna hanya Tuhan yang sempurna.” Ucapan Ayah yang menyentuh hati.


Ayah benar aku salah menilai seseorang dengan sempurna sehingga aku terlalu terobsesi jadi sekarang aku tau, aku akan bertindak sesuai dengan sikapku jadi jangan menilai seseorang dengan sempurna.