
Dimulai saat suasana kelas 3 SMA tahun 2015. Saat itu aku berumur 17 tahun menghabiskan waktu dengan teman teman se”Geng” tidak hanya teman melainkan sahabat kita punya empat member aku, Stefani, Rina dan Deddy satu-satunya cowok di geng kami tapi sayang sikap dia kayak perempuan (kita sebut bencong), yaa walaupun gitu dia cukup menghibur lohh, Deddy selalu menghargai perempuan disaat ada perempuan digoda oleh laki laki usil deddy langsung labrak tuh cowok dengan tegas.
“Heh dasar lekong hidung belang gak malu tuh sama lekong kawanua yang besar.”
“Heh banci nyadar loh sendiri cowok!!” Teriak si cowok usil.
“Heh walau akika banci tapi akika menghargai perempuan ga kayak kawanua.”
“Huh dasar banci, banci, banci..” Ledek si cowok usil.
“WOEYY SINI LU MAJU” (Suara asli Deddy keluar).
Deddy emang punya bahasa ngondek yang kita gak ngerti, walau gitu aku terhibur dengan Deddy. Dan disaat kebetulan juga sahabatku Stefani ulang tahun kita rencana mau ngasih kejutan dengan membelikan kue dan kado.
“Guyss besok Stefani ultah lohh gimana kalo kita kasih suprise beli kue dan kado setuju gak kalian??” Ajakan Rina.
Karna kebetulan juga uang jajanku menipis aku hanya bisa patungan hanya sedikit begitu juga Deddy dia sama seperti ku.
“Apose? Heh akika gak adinda duta apalagi beli kue sama kado mehong.” Gumam Deddy.
“Gua sih ayo aja tapi uang gua menipis tapi gua patungan dikit aja yaa??” Tanyaku.
“Yah gua gimana yaa?? Yudahlah kita beli sesuai uang yang kita punya aja.” Kata rina.
•
•
Karena toko kue yang biasa kita beli pindah tempat, maka mau tidak mau beli ke toko kue yang baru. Aku dan Deddy yang membeli kue karna Rina ada urusan, kami berdua naik motor Deddy dan sialnya ban motor Deddy bolong akibat jalan nya tidak rata dan banyak bebatuan.
“Eh bentar? Yah ban motor akika bocor gimana dongg?!” Kesal Deddy dengan menepukan kepala.
“Yah lu bawa aja ke bengkel ribet amat!!”. Ungkapku.
“Akika tawar, tapi kalo akika ke bengkel terus kawanua sendirian mana bengkel jauhh lagi.”
“Yah mau gamau deh gua pergi sendiri ke toko kue.” Ungkapku.
“Kawanua yakinn??” Tanya Deddy.
“Mau gimana lagi gua harus minta orang numpang gitu hah??”
“Sialan pergi loh banci!!” Kataku dengan emosi.
“Hahaha sayonara cintahh!!” Kata Deddy melambaikan tangan.
•
•
Dan untungnya aku sudah hampir ke jalan raya kota karena toko kue tersebut ada di jalan raya sebrang kota, tinggal menyebrang lalu jalan sedikit.
Saat aku hendak menyebrang tiba tiba ada mobil berwarna hitam menyiramkan genangan air tepat di hadapan ku, saat itu memang sudah turun hujan. Genangan air itu membuat baju ku basah dan kotor, aku yang ingin marah saat itu mobil tersebut langsung pergi tanpa minta maaf dan tanpa menengok sekali pun.
Aku melihat pria berkacamata hitam didalam mobil hitam tersebut dan entah itu tidak terlalu jelas. Akhirnya aku sampai ke toko kue dari sekian berbagai kejadian sial yang aku alami hari itu.
“Selamat datang di Home Sweet Cake Shop ada yang ingin dipesan?” Sambutan pegawai toko kue tersebut.
Aku langsung memesan kue yang aku sesuai dengan yang tadi kami diskusikan di kelas. Karna kebetulan juga toko kue tersebut baru launching beberapa minggu yang lalu, aku dikasih promo. Aku bersyukur banget ternyata selama yang aku alami kejadian sial terus ternyata ada hikmahnya karna uangku menipis jadi bisa buat simpanan.
Tiba-tiba ada seorang pria yang masuk kedalam toko kue tersebut dan alangkah terkejutnya pria itu mirip yang tadi menyiramkan air genangan ke hadapan ku.
“Gimana progres toko ini apakah lancar??” Gumam si pria tersebut dengan membuka kacamata nya.
“Selamat datang bos, Progresnya cukup bagus pak!!”..
Aku tak menyangka pria yang tadi itu merupakan pemilik toko kue tersebut dan wajahnya yang tampan dan berkarisma, entah mengapa hatiku jadi terpikat terhadap si pria itu.
Selama ini tipe cowok yang aku inginkan akhirnya datang tepat di hadapan ku, dan aku akan selalu menjadikan pria itu sebagai pacarku suatu saat nanti. Aku ingin bertanya kepada pria itu..
“Permisi apakah anda pemilik toko kue ini??” Tanyaku dengan keberanian.
Si Pria tersebut memalingkan wajahnya lalu pergi ke ruangan kerjanya. Aku yang hanya terdiam dan menahan rasa malu mencoba untuk tetap tegar. Pegawai toko kue hanya tertawa dan tersenyum terhadap ku.
“Jangan terlalu di pikirkan yaa? Memang bos orang nya begitu dia cuek dan agak kasar jadi di maklumi yaa.” Ungkap pegawai toko kue.
Aku merasakan ada hal yang membuat ku janggal dari diriku biasanya jika ada seseorang yang bersikap seperti itu membuatku semakin benci dan tak ingin bertemu dengan orang tersebut. Tapi ini beda entah kenapa aku ingin selalu bertemu dengannya.
Saat itu aku memutuskan pulang karna hari sudah semakin sore lalu aku bergegas menuju rumah, malamnya aku mencoba mencari tahu tentang pria itu di sosial media, akhirnya ketemu nama pria tersebut Rashya Ghiffari Nasution tidak disangka pria itu merupakan anak tunggal dari pembisnis besar. Aku mulai ragu tapi dalam mengejar cinta pertama ku aku akan berhasil membuat Rashya Ghiffari Nasution menjadi cinta pertama ku.