AMANDA & RASHYA Falling In Love

AMANDA & RASHYA Falling In Love
Cinta Pertama Amanda



“Hmm anu Pak dia pelanggan kita yang ingin membeli kue kebetulan dia ingin menanyakan harga beberapa kue begitu Pak.” Jawab Kak Alfian dengan ekspresi wajah panik.


Untungnya Kak Alfian sadar dan berikan alasan supaya tidak ketahuan, saat itu aku pikir Kak Alfian sungguh baik dan peka, dia memang tampan tapi tak setampan Rashya. Namun Rashya menatapku dengan ekspresi wajah yang masam. Lalu Rashya bilang kepadaku.


“Kamu bukannya pelanggan Anak SMA yang 2 hari lalu waktu itu kan?” Tanya Rashya.


Aku kaget ketika Rashya bilang begitu dan bertanya padaku, ini pertama kalinya dia bicara dengan ku, biasanya saat itu aku pernah bicara kepada dia tapi dia mengabaikan ku dan ini saat pertama kalinya dia berbicara padaku.


“Ah-i-iya Pak saya anak SMA itu..”Jawabku dengan tergugup.


“Saya cuman ingin minta maaf saat 2 hari yang lalu itu.” Ucap Rashya.


“Mi-minta maaf untuk apa pak?” Ucapku dengan heran.


“Kamu yang waktu itu ingin menyebrang jalan karena ada genangan air yang tersiram oleh mobil saya sehingga air genangan itu kena seragam kamu, sebenarnya saya sadar tapi karna ada urusan mendadak saya terburu-buru.” Penjelasan Rashya sebenarnya.


“Tidak jadi masalah kok pak biarkan saja itu sudah berlalu pak, jadi tidak usah dipikirkan pak saya sudah memaafkan bapak kok.” Ucapku.


Rashya yang hanya menunduk wajah seakan menandakan bahwa dia berterima kasih padaku, lalu pergi “Alfian saya pergi dulu tolong jaga toko ini yaa.” Kata Rahsya sambil berjalan.


“Baik Pak Rahsya saya akan jaga”.


Rashya berbalik badan dan mengatakan sesuatu padaku, “Ohiya soal aku mengabaikan pertanyaan mu itu saya merasa tidak enak terhadap mu jadi saya bingung harus melakukan apa, jadi jangan berpikir bahwa saya orang yang tidak tahu adab.” Ucap Rashya.


Apa yang dikatakan Rashya tadi membuatku semakin terpincut olehnya, jadi dia bukan orang yang kurang ajar dia tahu cara berminta maaf. Mulai hari ini aku tetap akan menjalankan misiku.


“Hei Amanda kamu kenapa senyum-senyum?” Tanya Kak Alfian dengan muka tersenyum.


“Ah ini bukan apa-apa kok?” Jawabku dengan malu malu.


Dari Ekspresi kak Alfian itu seolah tau apa yang aku rasakan saat ini, “Kamu jangan bohong Amanda aku tau kok kenapa kamu begitu hahaha.” Tawa Kak Alfian. Aku tidak bisa lagi mengontrol ekspresi ku, “Hmm apa sih kak yudah deh aku pulang dulu.”


“Eh tunggu katanya kamu mau menanyakan tentang bos Rashya?” Tanya Alfian dengan menahan tanganku.


“Hmm lain kali aja deh kak, Sekarang hati aku lagi berbunga bunga apa yang tadi Pak Rashya katakan, Yudah kak sampai jumpa.” Jawabku dengan ekspresi berbunga-bunga.




“Amanda kamu belum tidur nak, ini udah mau jam 12 loh?” Tanya Ayah.


Saat itu ayah datang ke kamar, dan aku beritahu nasib beliau sekarang ayah sudah berada ditempat indah yang Tuhan berikan di sana. Saat ayah meninggal aku terpukul saat itu ayah yang selalu mendengarkan cerita ku kapan dan dimana pun. Baik kita lanjut cerita, sebelumnya ayahku belum meninggal.


“Ayah juga belum tidur, ayah belum minum obat yaa?” Tanyaku.


“Sayang justru ayah khawatir sama kamu, kalo kamu belum tidur ayah juga tidak bisa tidur, gimana ayah bisa minum obat juga kalo perasaan ayah gak tenang.” Gumam Ayah.


“Apa hubungannya dengan aku? Kan aku gak apa-apa, kenapa jadi kepikiran?” Ucapku terhadap ayah.


Ayah duduk disampingku bilang, “Amanda kamu pasti suatu saat nanti jadi orangtua dan punya anak, pasti kamu akan merasakan kekhawatiran seorang orangtua sama seperti ayah kepada kamu sayang.”


Apa yang diucapkan ayah itu memang benar benar terjadi, aku merasakan hal yang sama saat ayah rasakan, disaat sudah jadi orangtua aku mulai khawatir terhadap anak-anakku, Andai saja ayah ada disini.


“Ayah Amanda mau cerita boleh?” Ugkapku.


“Boleh kok ayah siap dengerin cerita kamu sayang.” Ucap Ayah dengan mengusap kepala ku.


“Ayah suatu saat nanti Amanda punya pacar, ayah akan mengizinkan Amanda berpacaran?” Ungkapku.


Ekpresi dari wajah ayah yang tertawa itu, aku pikir ayah menganggap aku main-main dan bercanda, sebenarnya aku tuh gak main-main, “Ayah kok ekpresinya gitu sihh!!” Ucapku.


“Emang kamu punya pacar?” Tanya Ayah dengan nada meledek.


“Belum sihh, tapi aku akan punya pacar nanti, karna dia itu cinta pertama Amanda.” Ucapku dengan lembut.


“Amanda jika ayah nanti sudah tidak ada, pasti pacar kamu akan jadi pengganti ayah untuk menjaga kamu dan ayah minta tolong jagalah ibu kamu sayang, berilah kebahagiaan ibumu suatu saat nanti. “Ucap Ayah sambil memegang tanganku.


“Ayah ngomong apa sih justru aku sayang ayah dan ibu, walaupun Amanda punya pacar, Amanda juga janji suatu saat nanti Amanda lulus SMA akan buat ayah dan ibu bahagia. “Ucapku.


Ayah hanya tersenyum dan memelukku aku senang lahir dari keluarga ini, walaupun keluarga ku sederhana tapi kebahagiaan yang kami punya. Jika saja aku dan Rashya bersatu dan membentuk keluarga baru dan harmonis dari kita berdua. Rashya kamu adalah cinta pertama and my last love, aku akan buktikan bahwa cintaku tulus.