AMANDA & RASHYA Falling In Love

AMANDA & RASHYA Falling In Love
Pasar Malam



Lalu aku pergi setelah membalas perbuatan Rashya padaku. Aku menatap Kak Alfian dengan memberikan jempol tanda rencana ini berhasil. “Kak Alfian aku berhasil kak” Kataku dengan bahasa tubuh. Kak Alfian merespon dengan jempol.


“Kak aku pamit yaa dahh.” Pamitku pada Kak Alfian dengan basa-basi.


“Hati-hati Amanda.” Begitupun Kak Alfian.




“Apa aku terlalu kasar pada Amanda?” Tanya Rashya pada dirinya sendiri.


“Jika memang iya apa mungkin aku sudah keterlaluan? Tidak kenapa aku memikirkan dia, seharusnya aku? Ahhh kenapa kau jadi seperti ini Rashya, ada apa denganmu?”.




Entah kenapa hari ini membuatku lebih percaya diri apa karna aku berhasil bangkit dan aku telah berubah tapi aku tetaplah aku. Yah ini karena Kak Alfian aku tidak bisa membalas kebaikannya tapi aku pernah janji kepadanya jika rencana ini berhasil aku akan mentraktirnya. Jadi saat pulang sekolah aku akan temui kak Alfian dan itu pun kalo tidak ada Rashya.


“Eh tau gak, ada pasar malam lohh di kota kita..” Ucap murid sebelah yang tidak sengaja aku dengar.


“Hah serius lohh kebetulan juga gua udah lama gak ke pasar malam.”


“Yudah gas kita kesono yukk gua udah gasabar nihh.”


Setelah menguping pembicaraan tadi, aku berpikir mengajak kak Alfian ke pasar malam dan aku mengirimkan pesan pada Kak Alfian untung saja aku tidak akan bertemu Rashya.


Suasana di toko kue...


“Alfian bagaimana keadaan toko hari ini?” Tanya Rashya yang baru datang.


“Seperti biasanya pak.” Jawab Alfian.


“Ohiya pak saya sebelumnya saya mau izin pulang lebih awal karna malamnya saya ada urusan pak?” Izin Alfian pada Rashya.


“Urusan apa itu?” Tanya Rashya.


“Hmm apa sebaiknya aku jujur saja pada bos biar bos mengizinkan?” Kata hati Alfian.


“Ini Pak, Amanda mengajak saya ke suatu tempat karna itu, saya merasa tidak enak pak jika menolaknya, maka itu saya izin pada Pak Rashya, Apakah boleh Pak?” Ungkap Alfian pada Rashya.


“Kalian pergi kemana?” Rashya dengan penasaran.


“Pergi ke pasar malam pak..” Ungkap Alfian.


“Baiklah saya izinkan karna ini pertama kali buat kamu.” Ucap Rashya.


“Terimakasih Pak Rashya, saya bersih-bersih toko dulu pak, permisi.” Ujar Alfian yang hendak bersih-bersih.


“Pasar Malam???” (Rashya sedang memikirkan sesuatu).




Suasana malam tiba aku yang sedang menunggu di luar rumah sambil menunggu Kak Alfian menjemput ku dan Kak Alfian akhirnya sampai di rumahku, lalu aku naik motor Kak Alfian dan entah kenapa aku jadi gugup begini. “Amanda pegangan yaa biar kamu gak jatohh.” Ujar Kak Alfian dengan menarik tanganku. Mendengar itu hatiku jadi denyat-denyut. Lalu kami berdua pergi menuju pasar malam.


Selama perjalanan kami mengobrol obrolan random aku dan kak Alfian menikmati perjalanan dengan malam yang penuh cahaya bintang, aku tidak tahu kenapa hatiku jadi terpikat pada kak Alfian, tidak mulai sekarang kamu harus membiasakan diriku jangan terpikat pada cinta lagi. Dan akhirnya kami tiba di pasar malam.


“Akhirnya sampai juga bokong ku juga mulai pegal nihh hahaha”. Canda Kak Alfian mencairkan suasana.


“Ahh iya kak akhirnya sampai juga.” Ucapku dengan lega.


“Kak gimana kalo kita naik wahana kincir angin yuk, atau wahana ombak banyu kakak mau naik yang mana?” Ajak ku pada kak Alfian.


“Kita naik kincir angin aja yuk biar menantang.” Usul Kak Alfian menunjuk ke arah Kincir Angin.


Aku pun dan kak Alfian naik wahana kincir angin sebetulnya aku takut ketinggian, dan tiba-tiba kak Alfian memelukku dengan menenangkanku, dan itu membuat ku jadi tambah gugup dan takut sebetulnya ini pertama kali aki jalan dengan pria. “Kamu gapapa Amanda, kamu takut ketinggian yaa tenang ada aku kok.” Ucap Kak Alfian dengan menenangkanku.


Dan selesai juga kami naik wahana kincir angin akhirnya aku bisa keluar dari situasi tadi, lalu kak Alfian menahanku.


“Amanda tunggu ada yang ingin aku bicarakan?” Ucap Kak Alfian dengan serius.


“Bicara apa kak?” Jawabku dengan penasaran.


“Maaf di situasi yang gak nyaman ini waktu yang tepat bagiku mengucapkan kamu mau tidak jadi pacarku Amanda?” Ungkap Kak Alfian yang sebenarnya.