AMANDA & RASHYA Falling In Love

AMANDA & RASHYA Falling In Love
Kepergian Rashya



BRAK BRUK BRAK BRUK (Suara keributan)


Belum sempat aku jawab terdengar suara keributan antara dua orang lain pria, lalu aku dan kak Alfian melihat ke arah keributan itu.


“Kalo jalan itu pake mata jadi kan makanan gua jatuh semua, gua udah capek lama-lama ngantri tau!!” Bentak si pria itu pada pria yang dimarahinya.


“Kan saya minta maaf kenapa anda masih emosi terhadap saya?”


“Yah jelaslah gua emosi gua udah beli makanan ini ampe ngantri lama dan lu berani-beraninya jatohin seenaknya!!” Bentak si pria yang tak terkontrol.


“Sudah saya bilang saya tidak sengaja!!!”


“KENAPA LU MAKIN NYOLOT B***S*T!!!” Emosi si pria yang hendak akan memukul pria tersebut.


“ANDA MAKIN KETERLALUAN JUGA ANDA PIKIR SAYA LEMAH AYOO SINI KITA SELESAIKAN SECARA JANTAN!!!”


“AYOO SIAPA TAKUT!!”


Perkelahian itu mengundang banyak orang yang disana jadi teralihkan pada kedua pria itu dan suasana di pasar malam hari itu sungguh sangat kacau. Anehnya dari salah satu kedua pria itu ada yang tidak asing bagiku dan semakin aku lihat dan itu ternyata RASYHA. Aku tak diam lalu aku melerai perkelahian itu.


“PAK RASHYA HENTIKAN!!” Tegurku dengan suara keras.


Rashya menengok ke arah ku dan dia terlihat kaget dan perkelahian pun terhenti aku mencoba menghentikan nya dan akhirnya semua orang yang di dalam kerumunan itu kembali pada aktivitas masing-masing. Aku mencoba berbicara pada orang yang jadi korban Rashya dan mencoba menenangkan aku meminta Rashya untuk meminta maaf dan pria itu juga.


“Maaf saya ikut campur tapi kalian berdua harus meminta maaf supaya masalah kecil ini tidak dibesar-besarkan.” Pungkas ku pada Rashya dan pria tersebut.


“Gak bisa dia yang nyari masalah duluan kenapa gua yang harus minta maaf?!” Protes si pria itu.


“Saya juga dia begitu kasar padahal saya sudah bicara baik-baik.” Protes Rashya juga.


“Kalo kalian berdua Pak Rashya dan bapak ini tidak saling minta maaf masalahnya tidak akan selesai.” Ucap Kak Alfian yang saling mengakur keduanya.


“Begini saja Pak Rashya ganti makanan yang jatuh itu kepada bapak ini dan setelah itu kalian berdua minta maaf sudah jadi selesai kan?” Pesanku dengan kepala dingin.


“Baiklah saya setuju, Saya minta maaf atas kesalahan saya yang tadi dan makanan itu akan saya ganti.” Permintaan maaf Rashya terhadap pria itu.


“Yah gua juga minta maaf karna kalo gaada anak ini yang melerai, lu akan abis ama gua dan makanan itu gua akan tunggu di parkiran, awas aja kalo ga nepatin janji.” Ucap pria dengan memalingkan wajahnya lalu pergi.


“Pak Rashya biar saya yang belikan makanan itu dan saya juga akan memberinya pada pria itu.” Kak Alfian menawarkan dirinya


“Alfian ini uangnya.” Rashya memberi uang tersebut.


“Pake uang saya saja pak, Hmm Amanda kamu tungguin disini yaa aku nanti kembali lagi kok.” Ujar Kak Alfian.


Kak Alfian pun membeli makanan tersebut dan yang tersisa hanya aku dan Rashya.


“Pak Rashya kenapa ada sini?” Tanyaku pada Rahsya dengan bersikap dingin.


“Hmm Amanda ada yang ingin saya jelaskan pada kamu, sebenarnya..”


“STOP, sudah pak Rashya mau menjelaskan apa lagi kan sudah jelas toh tadi pak Rashya buat onar di pasar malam ini, ternyata pak Rashya tidak hanya kasar pada saya yaa ternyata orang lain juga ikut jadi korban pak Rashya.” Lontarku yang penuh kekesalan.


“Terus kenapa pak Rashya ada disini bukannya bapak saat ini sedang sibuk memikirkan urusan bapak, bukankah tempat ini tidak cocok bagi pak Rashya berada disini kan, sudah saya mau menyusul kak Alfian.” Tuturku yang hendak pergi.


“Saya disini karna kamu dan Alfian pergi bersama dan Alfian mengungkapkan perasaannya pada kamu itu alasan saya disini, saya ingin menjelaskan tapi kamu memotong pembicaraan saya daritadi dan saya juga berhak berada di tempat ini saya juga ingin bahagia seperti orang lain.” Ungkap Rashya mencoba menjelaskan semuanya.


“Kalau pun kamu berpikir saya orangnya kasar tidak apa-apa, tapi jika saya jatuh cinta pada seseorang yang saya cintai pertama kalinya saya akan bersikap seperti pria yang tulus dan lembut saya tidak akan pernah melepaskan perempuan yang saya cintai apapun itu.” Sambung Rashya.


Rashya berbalik badan dan pergi begitu saja entah mengapa aku terhanyut kembali pada perkataan Rashya apa yang dimaksud Rashya itu apakah mungkin dia mulai menyukaiku, perasaan ku yang campur aduk aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.


“Amanda kok sendirian disini bukannya kamu sama pak Rashya yaa tadi..?” Tanya Kak Alfian.


“Kak Alfian sebaiknya kita pulang aja yuk..” Ajakku pada Kak Alfian.


“Baiklah ayo kita pulang aja deh takutnya kamu gak betah lama-lama disini.” Setuju Kak Alfian.




DIRUMAH AMANDA


“Kak makasih banyak yaa udah mau nganterin aku sampai rumah, tapi aku belum sempet traktir kakak.” Ucapku dengan perasaan bersalah.


“Gapapa aku gak akan berharap itu kok, tapi aku mengharapkan jawaban kamu yang tadi tertunda karna ada insiden tadi jadi apa jawaban mu?” Kak Alfian yang menunggu jawaban ku.


Kak Alfian tiba-tiba mencium bibirku ini pertama kalinya aku mendapatkan ciuman dari pria seketika perasaan ku teralihkan pada perkataan Rahsya aku melepaskan ciuman itu.


“Kak Alfian aku belum bisa memberi jawaban sekarang, aku akan beri jawabannya besok dan aku masuk dulu...” Tangkas ku dengan tak terduga.


Saat masuk ke kamar aku tak bisa terpikirkan yang tadi kak Alfian mencium ku perasaan ku saat ini benar-benar campur aduk disisi lain aku memikirkan tentang Rashya dan disisi itu juga kak Alfian yang mencium ku secara tiba-tiba, aku bingung aku harus memilih siapa? Benar-benar keduanya bagiku sangat berat tentang Kak Alfian karna dia sudah banyak membantuku dia sangat baik padaku jika aku menolaknya aku tidak tahu balas budi dan tentang Rahsya saat dia mengatakan itu benar-benar serius tapi dia begitu kasar padaku dan aku sebenarnya masih suka pada dia dan saatnya itu dia mulai menyukaiku. Aku benar-benar bingung.


Keesokannya disituasi yang membingungkan itu tidak bisa membuatku tidur nyenyak saat itu aku mendapatkan pencerahan dari sebuah slogan “Ikuti kata hatimu dan kejarlah cintamu”. Dan yaa itu dia saat ini yang ada di hatiku yaitu RASHYA. Dia memang cinta pertama ku dan aku sampai melupakan misiku mendapatkan Rashya itu tujuanku. Akhirnya aku bergegas menuju ke toko kue aku akan mengungkapkan nya.


BEGITU SAMPAI


“Amanda bagaimana kamu sudah akan menjawab kepastianku aku tidak bisa tidur semalaman?” Tanya Kak Alfian yang benar-benar menunggu jawabanku.


“Kak sebelumnya aku minta maaf kakak tau kan aku suka Pak Rashya Kakak juga sampai membantu ku menjalankan misi Amanda, maka itu aku akan menunggu kepastian Pak Rashya padaku.” Jawabanku yang sebenarnya pada Kak Alfian.


“Baiklah aku mengerti aku juga merasa tidak enak saat bilang seperti itu dan aku sadar bahwa kamu masih ada perasaan pada bos Rashya.” Rasa kecewa Kak Alfian dengan memelukku.


“Terima kasih Amanda.”


Tiba-tiba Rahsya datang tanpa diduga melihat kami sedang pelukan aku bisa merasakan apa yang Rashya rasakan itu aku mencoba melepaskan pelukan itu.


“Maaf membuat keromantisan kalian terganggu saya hanya ingin mengambil barang saja sebentar saja lalu saya akan pergi lagi.” Ucap Rashya dari perasaan yang tidak bisa ditebak.


“Alfian tolong jaga toko ini dan tolong catat progres toko untuk beberapa hari ini. Saya akan pergi ke Sydney untuk Minggu ini kebetulan saya akan berangkat sekarang dan saya titip kunci toko juga, saya pergi pamit dulu.” Pamit Rashya seakan dia akan pergi jauh.


Rashya pergi dengan ekspresi wajah yang tidak bisa ditebak dia seakan ingin menghindariku karna dia salah paham baru saja aku ingin berniat mengungkap perasaan ku yang sebenarnya, aku tak akan bisa diam aku mengejar Rashya dan terlambat aku tak bisa menyusulnya.