
“Hihihihihi Hahahaha.”
“Berani-beraninya kalian memanggilku padahal temanmu menyuruh untuk tidak melakukan nya tapi ini akibatnya aku akan kembali lagi saat kalian berada dikelas ini akan aku ganggu kalian semua hihihihi...” Ucap si hantu yang merasuki jiwa Stefani.
Brukkkk (Stefani pingsan)
Brakkkkkkkk (suara debrokan pintu)
“ADA APA INI KENAPA KELAS JADI BERANTAKAN??!” Pak Guru datang menanyakan situasi kelas ini.
“BAPAKK STEFANI PINGSANN!!” Teriakku memberitahu pak guru.
“Untuk yang laki-laki tolong bawa Stefani ke UKS dan yang perempuan satu orang saja menemani Stefani.” Perintah pak guru.
“Bapak aku saja yang temani Stefani..” Tawaranku untuk menemani Stefani.
“Baik untuk yang lain di kelas saja dan sekarang jadwal mengajar saya tolong rapihkan kelas ini lalu duduk tempat kalian masing-masing.”
“Baik Pakk..”
Aku pun segera ke UKS saat sampai pun Stefani belum sadar juga kekhawatiran ku ini memang sudah terjadi, apa yang dikatakan hantu itu tadi apa benar-benar. Aku harap kejadian yang tadi sudah tidak terjadi lagi dan aku harap semuanya bisa melupakannya.
Sementara di kelas
“Ded kita jenguk Stefani ke UKS yuk nanti pulang sekolah.” Ajak Rina.
“Iya akika setuju akika khawatir Stefani kenapa napa.” Setuju Deddy.
TRINGGGGGG (Suara bel pulang)
Bel pulang sudah berbunyi Stefani masih saja belum sadar sementara ini sudah menjelang sore dan sekolah akan ditutup. Aku mencoba membangunkan Stefani itu tidak berhasil aku mencoba tanya pada penjaga UKS.
“Permisi, temanku belum sadar juga sementara sekolah akan ditutup setelah semuanya pulang bagaimana ini?.” Tanyaku dengan meminta saran.
“Begini saja nanti temanmu diantar saja ke rumahnya.” Saran penjaga UKS.
“Masalahnya jika aku antar melalui angkutan umum sementara angkutan umum jika menjelang sore sudah tidak ada?” Tanyaku dengan bimbang.
“AMANDA GIMANA KEADAAN STEFANI?” Deddy dan Rina.
“Liat aja gimana tuh belum sadar-sadar..” Jawabku.
“Ohiya Ded lu kan bawa motor kan bisa gak anterin Stefani kerumah nya nanti gua temenin.” Sambungku.
“Bawa sih tapi kenapa kanunu gak coba kasih tau orang tuanya Stefani?” Tanya Deddy.
“Masalahnya gua gatau nomor orang tuanya Deddy.” Sahutku yang tak tahu.
“Kan Stefani bawa hp pasti punya nomor orangtunya dongg?” Jawab Deddy.
“Iya Deddy kalo itu pasti gua akan lakuin daritadi dan gak minta bantuan lu tapi ini hp Stefani di kunci gua gatau password nya apa dan Stefani masih belum sadar juga.” Penjelasan ku pada Deddy.
“Tapi akika khawatir aja kalo akika bawa Amanda naik motor takutnya Amanda kenapa-kenapa.” Tegas Deddy.
“Kan ada gua ikut anterin Stefani kita bertiga naik motor.” Ucapku dengan tegas.
“Tapi apa yang dikatain Amanda ada benernya juga lagian sekolah mau tutup ini juga udah terlalu sore banget keburu Maghrib nanti gua takut Stefani terlambat pulang sementara kita gatau nomor telepon orangtunya takut orangtuanya khawatir.” Ucap Rina.
Akhirnya Deddy dan aku mengantar Stefani ke rumahnya sebelum menjelang Maghrib saat sampai ibu Stefani terlihat khawatir dan menanyakan apa yang terjadi pada Stefani kami menceritakan semuanya kejadi yang tadi kami alami di kelas.
“Apa yang kalian lakukan itu bisa mengundang bahaya pada Stefani lagi!!” Ucap tante sheila (ibu Stefani) yang sedikit emosi.
“Kalian tidak perlu tahu sebaiknya kalian pulang saja Stefani harus banyak istirahat!!” Usir tante sheila yang terlihat menyembunyikan sesuatu.
“Maaf sebelumnya ini perbuatan kami kami bersalah kami minta maaf Tante, kalo begitu kami pamit dulu.” Pamitku bersama Deddy.
BRAKKKKKKK.........
“Hah Amanda akika merasa bersalah emang akika itu bodoh ngapain akika ikutan permainan kayak gitu dan akhirnya Stefani yang kena jadi batu.” Rasa bersalah Deddy.
“Lagian juga kanunu udah ngelarang tapi teman-teman dikelas keras kepala termasuk juga akika.” Sambung Deddy.
“Udah Ded lagian udah terlambat udah semua terjadi.” Pasrahku.
Aku juga merasa bersalah begitu Tante sheila menutup pintu dengan keras dengan emosi yang ada, memang firasat burukku pada Stefani itu benar-benar terjadi, begitu juga ibu Stefani terlihat kesal pada kami ini tidak boleh terjadi lagi aku akan menyelesaikan masalah ini aku tidak mau terjadi apa-apa pada Stefani.
•
•
Esoknya banyak kejadian yang janggal yang tadinya begitu biasa saja setelah aku sampai di kelas semua teman-teman terdiam semuanya terlihat cemas dan ada juga yang tidak masuk sekolah karna kejadian kemarin. Aku mencoba untuk bersikap tenang.
Setelah bel masuk pintu dibiarkan terbuka lebar begitu juga jendela-jendela takut terjadi apa-apa melihat ini aku semakin penasaran yang dikatakan hantu yang merasuki Stefani apa benar-benar terjadi tapi Stefani hari ini tidak masuk mana mungkin hantu itu datang pada kami.
Dan entah kebetulan pelajaran kosong atau jamkos terjadi lagi karna guru yang mengajar kami tidak masuk, kami saat itu mulai was-was aku mulai berdoa supaya kami tidak terjadi apa-apa. Saat itu,,
BRAKKKKKKK BRUKKKKKK......
Pintu dan jendela tertutup sangat kencang dengan sendirinya itu artinya hantu itu benar-benar meneror kami semua walau sekarang hantu itu menakuti kami dengan suara-suara.
“Tolong semuanya keluar dan dobrak pintu!!” Perintah ketua kelas pada kami.
“Tidak bisa pintu ini terkunci sangat keras!!” Adi yang mencoba mendobrak setenaga keras.
“Tolong jangan ganggu kami, kami tau kami salah tolong hentikan!!” Mohon Aziza pada hantu tersebut.
Hantu itu tidak peduli suara demi suara mengganggu kami dan itu membuat kami menjerit dan lebih parahnya meja berterbangan menghadang kami, secepatnya kami menghindar begitu meja itu menghadang Adi terkena pada membuatnya terluka, anak-anak cowok mencoba mendobrak pintu dengan sekuat tenaga akhirnya pintu terbuka teror pun berakhir.
Begitu selesai kami langsung melapor pada guru-guru dan kepala sekolah lalu Adi dibawa ke UKS Adi cukup terluka parah, teror itu benar-benar mengerikan jika ini selalu terjadi bisa-bisa membuat semua orang jadi takut. Dan lebih terkejutnya lagi aku melihat Stefani di jendela karna sekolah kelas kami dekat belakang sekolah. Dia terlihat diam berdiri menatap ke arah jendela dengan perasaan kosong.
Aku langsung bergegas ke luar belakang sekolah dan menuju kepada Stefani dia lari begitu cepat aku mengejarnya sampai saat itu aku tak bisa mengejarnya dia terlalu cepat dan hilang begitu saja.
TOK TOK TOK.....
“Permisi tante apa Stefani keadaannya sudah membaik?” Tanyaku pada tante sheila.
“Amanda kamu ngapain kesini lagi kan sudah saya bilang Stefani butuh istirahat yang banyak!!” Bentak tante sheila.
“Tante maaf saya hanya ingin menjenguk Stefani saja.” Izinku pada Tante sheila.
“Tidak bisa sudah saya bilang Stefani butuh istirahat!!” Tolak Tante Sheila..
“Kau mohon Tante aku sangat ingin bertemu Stefani.” Bujukku dengan memohon.
“Untuk kali ini tidak bisa permisi....!!”
Sebenarnya ada yang tidak beres dengan Stefani aku harus menyelidiki teror itu di kelas.
Tut Tut Tut (Suara bunyi telpon)
“Halo guys kalian sekarang sibuk gak, bisa bantu gua gak?”