AFTER AKAD

AFTER AKAD
GEMPA ANEH



...•.•HAPPY READING•.•...


"Eh Nay, itu Gempa lagi gadoin cewek," teriak Andin heboh. Seheboh orang yang baru saja mendapatkan uang kaget Gtv.


Alah siah boyy kok malah promosi.


"Godain bego. Lo euhhhhh bikin gemes deh," ralat Vanta gemas sendiri.


"Yaa itulah pokonya," jawab Andin watados.


Anaya hanya menatap Gempa datar, dia percaya bahwa Gempa gak mungkin godain cewek lain. Apalagi dia adalah Siska. Lebih tidak mungkin lagi.


Merasa diperhatikan, Gempa memperhatikan sekelilinya dan mata Gempa tertuju pada sekelompok gadis yang sedang duduk di depan kelas.


Anaya tersenyum kearah Gempa, "Beuhhhh manis banget senyum istri gue," ucap Gempa sambil memegang dadanya.


"Iya tau, aku emang manis kok," jawab Siska centil.


Gempa menatap Siska aneh "Pede lu, orang gue bilang istri gue yang manis, bukan lo." ucap Gempa.


"Istri? Emang lo udah nikah? Kapan? Sama siapa? Dimana? Kok gue gak tau sih?!" tanya Siska bertubi tubi.


"Gak penting juga lo tau, yang penting istri Gempa lebih cantik paras dan akhlak nya dari pada lo," jawab Jeno santai.


Biasalah King of sans.


Siska mengerucutkan bibirnya sebal "Gempa jawab. Lo belum nikah kan?" tanya Siska.


"Diem elah, berisik banget sih, mulut lo bau Sis," jawab Gempa kesal.


"Bhahahahah..." tawa mereka semua pecah.


"Ihh Gempa, kamu yaaa nyebelin banget deh," Siska menghentak hentakan kakinya kesal.


"Udah Siskol mending lo sama babang Amir ajah," ucap Amir menyisir rambutnya sok cool.


Siska melirik Amir dengan ekor matanya "Dihh najis," sinis Siska.


"Sabar bro, mending lo sama adiknya ajah, gak kalah cantik juga dia, bohay lagi," ucap Niko menepuk nepuk bahu Amir.


"Boleh juga tuh, Liakol i'm coming" ucap Amir merentangakn tangannya.


Gempa terus memperhatikan Anaya yang sedang asik bersenda gurau bersama teman temannya.


...


...


"Gempa. Kamu liatin apa sih?!" kesal Siska menangkup kedua pipi Gempa dan mengarahkan pada wajahnya.


"Apaan sih, berani banget lo pegang pegang wajah gue," kesal Gempa menepis tangan Siska dengan kasar.


Gempa langsung menatap Anaya yang ternyata dia juga sedang menatap kearahnya smbil tersenyum.


Entah kenapa melihat Anaya yang malah tersenyum manis kearahnya, Gempa malah sesak dan sangat marah pada Siska yang berani beraninya berbuat seperti itu di depan Anaya.


"Apasih cuma pegang pipi doang, masa gak boleh," jawab Siska santai.


"Awas ajah lo kaya gitu lagi, gue pastiin lo mati saat itu juga," ucap Gempa lalu berjalan menuju Anaya yang sedang duduk santai dengan keempat temannya.


"Gempa... Ihhh lo mau kemana?" teriak Siska kesal.


Anaya menatap aneh Gempa yang berjalan kearahnya dengan ekspresi yang kesal.


"Suami lo kenapa, Nay? Gitu amat komuknya," tanya Vanta.


"Gak tau, mungkin dia lagi ada masalah sama temen temen nya," jawab Anaya tidak mau ambil pusing.


"Eh eh dia nyamperin kesini," ucap Mawar.


"Ikut gue," ucap Gempa datar dan langsung menarik tangan Anaya dengan paksa.


"Awshhh pelan pelan Gem, kaki gue masih sakit," ringis Anaya kesakitan.


Dengan cepat Gempa menggendong Anaya ala bridge style, yang berhasil membuat ke empat teman Anaya melongo tak percaya.


"Gempa turunin gue, inget ini masih di sekolah, jangan kaya gini" bisik Anaya, jujur saya dia sangat takut jika sampai ada guru atau Dito melihat kejadian ini.


"Kita pulang," ucap Gempa datar lalu membawa Anaya menuju parkiran.


"Gempa gue gak mau bolos," tolak Anaya, tapi Gempa tidak menghiraukan ucapan Anaya, dia masih terus berjalan menuju parkiran.


"Gue gak suka yah kalo lo kaya gini," ucap Anaya kesal.


Mereka sudah berada di parkiran, Gempa mendudukan Anaya di jok motornya. "Mau pulangg," rengek Gempa manja.


"Gempa!! Lo gak malu diliatin adek kelas," ucap Anaya.


"Nanay, gue mau pulang," rengek gempa semakin manja.


Anaya memutar bola matanya malas "Yaudah ayo, tapi ini untuk pertama dan terakhir kali nya lo ngajak gue bolos," final Anaya.


"Makasih Nanay sayang," ucap Gempa sambil memeluk tubuh Anaya gemas.


"Udah nanti ajah di rumah, gak enak di liat adik kelas," ucap Anaya. Gempa pun melepaskan pelukannya dan langsung menaiki motor ninja miliknya.


"Pegangan." ucap Gempa. "Iya, nanti kalo udah keluar dari gerbang," jawab Anaya.


Gempa yang mengertipun langsung melajukan motornya dengan kecepatan rata rata.


"Emang kita di bolehin keluar sama pak satpam?" tanya Anaya. Dia memang tidak tahu menau soal perbolos bolosan seperti ini.


"Tenang ajah," jawab Gempa santai.


Gempa membunyikan klakson motornya.


"Mau kemana bro?" tanya pak satpam santai. Anaya membulatkan matanya tak percaya. Saking seringnya Gempa membolos sampai sampai pak satpam pun sudah menjadi bestfriend nya.


"Balik pak, mau ehem dulu," jawab Gempa santai. Yang langsung mendapat pukulan dari Anaya.


"Ehh neng wakil, kok neng wakil ikut sesat kaya Gempa sih neng," ucap pak satpam pada Anaya.


"Mati. Gue harus jawab apa nih?!" batin Anaya.


"Gak usah godain cewek gue bro, buruan buka gerbang nya," ucap Gempa yang tau apa yang sedang Anaya rasakan.


Pak satpam pun membuka gerbang dan mempersilahkan motor Gempa untuk keluar.


"Thanks bro," teriak Gempa dan langsung melajukan motornya dengan cepat.


"Gempa pelan pelan, gue takuttt" teriak Anaya ketakutan karena Gempa mengendarai motor dengan sangat ugal ugalan.


"Makanya pegangan," jawab Gempa santai. Anaya pun melingkarkan tangannya pada pinggang Gempa, Anaya berpegangan dengan sangat erat.


20 menit kemudian.


Mereka sudah sampai di apartemen dan sedang duduk duduk santai di depan tv.


"Naaaaay," rengek Gempa sambil ndusel pada leher Anaya.


"Apa," jawab Anaya yang masih fokus menonton tayangan televisi.


"Aaaaa Anaya mahhh, tau ahh kesel gue," ucap Gempa melepaskan pelukannya dan memalingkan wajahnya dari Anaya.


"Apa sih Gem, yang jelas kalo ngomong, gue gak ngerti" ucap Anaya santai.


"Iihhh tau lah kesel gue," teriak Gempa lalu beranjak dari duduknya dan berjalan memasuki kamar dengan kaki yang dihentak hentakan.


Anaya memutar bola matanya malas. Bisa bisanya dia punya suami modelan kaya Gempa. Yang di sekolah sok cool, senggol bacok, tapi kalo di rumah jadi baby boy seperti ini.


Anaya beranjak dari duduknya untuk menyusul Gempa kedalam kamar.


"Loh kok gak ada," heran Anaya saat melihat tempat tidurnya kosong.


"Gem, Gempa, lo dimana?" teriak Anaya sambil berjalan mencari Gempa keseluruh penjuru kamar.


"Gempa, Gempa," teriak Anaya lagi.


"Gue di sini," jawab Gempa pelan.


"Disini nya di mana? Gue gak tau," tanya Anaya lembut.


"Di dalam lemari," jawab Gempa sedikit kesal.


Anaya berjalan menuju lemari yang pintunya terbuka. "Astaga Gempa, lo lagi ngapain disini," ucap Anaya tak habis fikir.


...


...


"Gue kesel sama lo," jawab Gempa cemberut.


"Ya ampun, udah sini sini keluar, ngapain juga lo di dalam lemari kaya gini," ucap Anaya.


"Gak mau, gue kesel sama lo," jawab Gempa seperti anak kecil yang sedang marah.


Anaya duduk di hadapan Gempa "Kenapa sih, baby Gegem kenapa?" tanya Anaya lembut.


"Aaaaaaa gue kesell..." teriak Gempa langsung berhambur dalam pelukan Anaya.


Anaya terkekeh, sudah ia duga kalo Gempa itu tidak mungkin bisa marah apalagi sampai mendiami Anaya.


"Jangan ketawa, gue lagi kesel," kesal Gempa.


"Uhhh cup cup cup, baby Gegem kenapa?" tanya Anaya lembut.


"Gue kesell, gue kesell" teriak Gempa di dalam pelukan Anaya.


"Kesel kenapa?" tanya Anaya lembut.


"Tadi Siska pegang pipi gue," jawab Gempa cemberut.


"Gakpapa, kan cuma pegang pipi doang Gem, gak bakal kena virus juga," jawab Anaya selembut mungkin.


"Tapi gue gak suka, aaaa Anaya mah gak ngerti sih, Iiihhh kesell..." teriak Gempa semakin kencang.


"Gue gak suka kalo ada cewek deket deket sama gue tapi lo malah diem ajah sambil senyum senyum gitu, gue gak suka." ucap Gempa.


Anaya melepaskan pelukannya "Mana yang di pegang Siska?" tanya Anaya.


"Ini sama ini," jawab Gempa sambil menunjuk kedua pipinya.


Cup


Cup


Anaya mengecup kedua pipi Gempa "Udah yaa jangan kesel lagi, kan udah aku cium," ucap Anaya tersenyum


"Aaaaaaaa tambah sayang," teriak Gempa girang.


"I love you Nanay," ucap Gempa dalam pelukan Anaya.


Gempa memang sangat sangat aneh dan susah di tebak. Masa dia yang deket sama cewek, dia juga yang uring uringan seperti ini. Yang ada juga harusnya Anaya yang marah karena suaminya di sentuh cewek lain. Tapi kok malah Gempa yang marah sampe ngumpet di dalam lemari segala lagi.


...•.• BERSAMBUNG•.•...