
...•.• HAPPY READING •.•...
"Nanay gue gak mau ikut camping lah, males." ucap Gempa kesal saat Anaya sedang memasukan peralatan camping miliknya.
Anaya masih acuh dan tidak merespon ucapan Gempa sama sekali.
"Nanay ihhh... Gue gak mau ikut camping kalo gak seregu sama lo." teriak Gempa kesal sendiri.
"Gak usah kaya anak kecil deh Gem. Ini acara sekolah, bukan acara kita berdua." bentak Anaya.
"Lo bisa se regu sama si Dito kenapa gue nggak?!"
"Yaa gue gak tau, lo sendiri kan udah tau semuanya lo juga ikut rapat tadi sore," jawab Anaya sangat kesal.
"Nye nye nye bilang ajah mau selingkuh sama si Dito," gumam Gempa sambil memukul mukul bantal love nya.
Selalu saja bantal love yang menjadi sasaran kekesalan Gempa.
"Kesel tau gak kesell..." gumam nya lagi.
Anaya berjalan menghampiri Gempa yang sedang duduk di atas tempat tidur "Lo gak percaya sama gue?" tanya Anaya lembut.
"Gak." jawab Gempa singkat.
"Mau susu gak?" tanya Anaya sangat lembut.
Gempa langsung menatap Anaya dengan mata yang berbinar "MAUU..." teriaknya sangat girang.
"Yaudah tunggu gue buatin dulu," ucap Anaya tersenyum manis.
"Apaan sih orang gue maunya yang itu," Gempa menunjuk 'ehem' dengan tatapan matanya.
Anaya mengikuti arah tatapan Gempa "Astagfirullah lo mesum banget Gempa." teriak Anaya sambil menutupi dadanya dengan kedua tangan.
Gempa mengerutkan bibirnya kesal "Sini. Pokonya gue mau yang itu." ucapnya kesal lalu menarik Anaya kedalam pelukannya.
"Gempa gue gak mau. Istigfar Gem. Istigfar. Gue masih mau perawan. Plis jangan nodai tubuh gue yang masih suci ini." teriak Anaya histeris.
"Kita udah halal Nay, jadi gak bakal dosa." jawab Gempa santai.
"Tapi gue masih mau perawan." teriak Anaya. Jujur saya dia sangat takut sekarang.
Gimana kalo nanti Gempa khilaf? Gimana nanti kalo Gempa benar benar mengunboxingnya? Gimana kalo nanti prosesnya sakit? Gimana kalo besok dia gak bisa jalan? Gimana kalo? Ah sudahlah.
"Dikit ajah Nay, cuma mau itu gak sampe unboxing," jawab Gempa.
"Gempa...." teriak Anaya saat Gempa mulai membuka kancing baju miliknya.
Gempa hanya tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya setelah sekian lama dia bisa meminum susu dari sumber nya langsung.
"Gempa gue gak mau...." teriak Anaya semakin histeris.
Gempa semakin mengeratkan pelukannya dan tangan yang satunya masih berusaha untuk melepaskan kancing baju Anaya.
Drettttt
Drettttt
Drettttt
Ponsel Anaya berbunyi. Menandakan ada panggilan masuk di ponselnya.
"Bunda telpon," ucap Anaya.
"Arghhhh ganggu ajah sih, tau deh kesel gue." ucap Gempa lalu melepaskan pelukannya dengan kesal.
"Fyuhhh akhirnya," Anaya menghembuskan nafasnya lega.
"Bunda penyelamat hidup Anaya," gumam Anaya sangat bahagia.
Sedangkan Gempa, dia sedang uring uringan tidak jelas. Dan lagi lagi yang menjadi sasaran kekesalannya adalah bantal love.
Entah apa kesalahan bantal love yang sangat imut itu, selalu menjadi sasaran kekesalan Gempa.
"Keselll... Kalo gak boleh ngapa ngapain kenapa di paksa nikah coba" gumam nya.
"Gue kan cuma mau minum susu langsung dari sumbernya," gumam nya lagi.
"Ihhh kesell kesell kesell" teriak Gempa. Teriakan Gempa terdengar sampai ruang tamu.
"Lohh itu Gempa kenapa teriak teriak?" tanya Santi.
"Dia cuma lagi kesel gara gara gak mau ikut camping tapi Anaya paksa," jawab Anaya berbohong.
Berbohong untuk kebaikan itu gak dosa yee kan. Gak tau juga sih soalnyaa gue kan anak baik gak pernah boong.
/angkuh tingkat sultan
"Yang sabar ya Nay, Gempa emang suka gitu kalo gak diturutin. Bahkan bisa sampe ngunci di kamar sampai berhari hari," ucap Santi.
"Iya bun," jawab Anaya.
"ANAYAAAAAAAAAAAA" teriak Gempa dari dalam kamar.
"Iya, sebentar" jawab Anaya.
"Yaudah sana samperin nanti dia tambah uring uringan," ucap santi.
"Emmm Anaya tutup dulu ya bun, nanti di lanjut lagi kalo Gempa nya udah gak rewel," ucap Anaya tak enak hati.
"Iyaa, yaudah sana cepet samperin,"
"Anaya tutup ya bun, Assalamualaikum" salam Anaya sebelum mematikan sambungan telponnya.
Anaya berjalan menuju kamarnya dan Gempa.
"Anjing, anjing, anjing banget"
"Anjing, anjing banget" teriak Gempa saat Anaya memasuki kamar.
"Ngejek nya gak seru ihh, kasar." ucap Anaya.
"PD. Orang lagi nyanyi" jawabnya kesal.
Anaya duduk di sebelah Gempa yang sedang duduk bersila di atas tempat tidur.
"Lo marah?" tanya Anaya sangat lembut.
"Lo marah gara gara gak mau ikut camping?" tanya Anaya lagi.
"Gak." jawab Gempa sangat singkat.
Anaya tersenyum mengejek "Utututu sini sini baby gak boleh ngambek," ucap Anaya merentangkan tangannya.
Gempa masih diam. Tidak seperti biasanya yang langsung berhambur dan merengek.
"Gempa lo beneran marah?" tanya Anaya mulai khawatir.
"Gempa maafin gue dong,"
"Gempa"
"Gempa lo beneran marah nih sama gue?"
"Jawab dong Gem,"
"Berisik banget sih lo," bentak Gempa kesal.
"Gempa lo beneran marah yaa?" tanya Anaya lirih.
Gempa masih diam. Dia malah memainkan bantal love nya dengan mengelus elus bulu bulunya lembut.
Stttttt jangan ambigu. Kalian bisa lihat foto bantal love nya ada di part Apartemen.
"Baby Gegem," panggil Anaya lembut.
Gempa masih diam. Sebisa mungkin dia menahan agar tidak merengek seperti biasanya.
"Baby, baby Gegem," panggil Anaya lagi.
Gempa mulai sedikit goyah dengan benteng pertahanannya.
"Baby Gegem," panggil Anaya lagi. Dan dia berhasil meruntuhkan benteng pertahanan Gempa yang sudah goyah itu.
"Aaaaaaaa Nanay...." teriak Gempa manja.
"Gue mau ini...." rengek Gempa dalam pelukan Anaya.
"Jangan yang ini yaa, yang di gelas ajah gimana?" ucap Anaya lembut.
"Gak mau... Gue maunya yang ini," teriak Gempa sangat kekeh.
Anaya menarik nafasnya "Sabar Nay, ini ujian kehidupan," batin Anaya.
"Baby gak boleh nakal," ucap Anaya sangat lembut.
"Yaudah yang di gelas ajah tapi gak mau rasa coklat," final Gempa.
"Tapi yang ada tinggal rasa coklat ajah, gimana dong?"
"Gak mauuu... Maunya rasa strobery," teriak Gempa kesal.
"Oke oke, sebentar yaaa gue buatin dulu," ucap Anaya lalu berjalan menuju dapur.
"Ada ada ajah, bayi gede gue rewel banget sih heran," gumam Anaya.
Sesampainya di dapur dia langsung membuka kulkas, dan lihat ada susu rasa vanila di dekat Y*kult.
"Gempa rasa vanila mau gak?" teriak Anaya.
"Gak mau. Mau rasa stroberi." teriak Gempa dari dalam kamar.
Anaya berfikir sejenak. Terlintaslah sebuah ide yang sangat cemerlang dan minim budget.
Dia menuangkan susu vanila kedalam gelas dan memasukan satu buah gula cakar. Untung saja dia sempat membeli gula cakar khas Majalengka.
...
...
...Gula cakar...
Dan coba lihat penampakan susu vanila ditambah gula cakar. Persis seperti susu stroberi.
...
...
...Susu vanila cakar...
Anaya berjalan menuju kamar nya dengan segelas susu vanila cakar di tangannya.
"Nih," ucap Anaya menyodorkan gelas yang dia bawa.
"Ini ada, lo bohongin gue," ucapnya kesal.
"Gue gak liat, Yaudah cepet minum," ucap Anaya lembut.
Gempa pun meminum susu itu tanpa curiga sedikitpun.
"Nanay kok rasanya beda sih?!" ucap Gempa heran.
"Ahhh masa, padahal ini susu yang biasa lo minum loh," jawab Anaya tanpa dosa.
"Tapi rasanya kok beda, gak ada rasa stroberi stroberinya juga," ucap Gempa.
"Minum ajah, ini stroberi kok," jawab Anaya menahan tawanya.
Gempa pun meminum susu vanila cakar itu sampai habis tak tersisa.
"Ahhhh, enak" ucapnya setelah menghabiskan satu gelas susu.
"Ngantuk mau bobo sambil peluk lo," rengek nya sambil mengucek ngucek matanya ngantuk.
"Sini sini, baby Gegem bobo yaaa" Anaya merentangkan tangannya.
"Aaaaaa elusin rambut gue," rengek Gempa dalam pelukan Anaya.
Anaya pun mengelus rambut Gempa dengan lembut sampai dia tertidur dalam pelukannya.
...•.• BERSAMBUNG •.•...