
...•.• HAPPY READING •.•...
Brak
Pintu XII MIPA 1 terbuka dengan kasar.
Kebetulan guru guru lagi pada rapat, jadi mereka di bebaskan untuk keluar dan jajan. Asal jangan pulang.
Dengan gaya so cool dan so gantengnya Gempa berjalan memasuki kelas dengan kedua tangan yang masuk kedalam saku celananya.
"Gue tunggu di parkiran," ucap Gempa datar.
Anaya yang heran dengan sikap Gempa pun menatap nya dengan intens "Lo marah sama gue?" tanya Anaya lembut.
"Gak," jawab Gempa sangat singkat dan datar. "Gue tunggu di parkiran kalo dalam waktu 5 menit lo gak datang, gue tinggal." lanjutnya sebelum pergi meninggalkan kelas Anaya.
Tak hanya Anaya, keempat temannya pun heran dengan sikap Gempa yang sangat dingin dan datar pada Anaya.
"Kalian lagi marahan?" tanya Nada penasaran.
Anaya menggeleng "Enggak kok, kita baik baik ajah," jawab Anaya, masih menatap punggung Gempa yang semakin menjauh dari pandangannya.
"Kok Gempa dingin banget sama lo?" tanya Mawar heran.
"Mungkin dia lagi ada masalah sama temennya," jawab Anaya tak mau ambil pusing soal perubahan sikap Gempa.
Tring
Ponsel Anaya berbunyi menandakan ada sebuah notifikasi masuk di ponselnya.
"Hp lo bunyi Nay," ucap Andin.
"Ehh iya, bentar yaa" jawab Anaya lalu membuka ponselnya.
...Baby Gegem👶🏻❤...
...Online...
Sayang
P
P
P
^^^Kenapa?^^^
Jangan marah🙁 gue tadi gak beneran kok, tadi gue cuma...
Cuma apa yaaa?!
^^^Iya tau🙃^^^
^^^Gak usah di jelasin juga gue udah tau tujuan lo^^^
Nanay lo marah?
Maaf🙁
Baby Gegem gak serius cuekin Nanay, baby cuma jaga harga diri ajah biar keliatan cool🙏🏻
^^^Hmmm^^^
Nanay mah gitu
Tau deh kesel
^^^Apasih^^^
Gk
^^^Yaudah^^^
Tuh kan🙁
Nangis nih😕
^^^Yaudah nangis ajah, yang malu juga lo bukan gue^^^
Serah
Setelah mengirim pesan itu Gempa langsung tidak aktif. Mungkin dia kesal. Anaya tidak begitu memikirkan nya, dia memilih untuk kembali mengobrol bersama teman temannya.
Yang dimaksud Gempa "5 menit lo gak dateng gue tinggal" itu pas pulang sekolah yaaa bukan sekarang.
Beberapa menit kemudian bell pulang sekolah pun berbunyi, semua siswa langsung berhamburan keluar kelas.
"Gue duluan ya Nay," ucap Vanta sebelum ngibrit karena dia pulang bersama Amir. Lebih tepatnya nebeng sih.
"Si Vanta kayanya tanda tanda yaa ges," ucap Mawar.
"Ya syukur lah, biar si Vanta gak tomboy lagi" jawab Andin.
"Ehh gue duluan yaa takut suami gue nungguin," pamit Anaya terkekeh.
"Iya deh yang udah punya suami," ucap Nada ikut terkekeh.
"Bye," teriak Anaya lalu berlari menuju parkiran.
Anaya terus berlari menuju parkiran. Akhirnya setelah berlari lari tidak jelas Anaya pun sudah sampai di parkiran. Dia segera berjalan kearah Gempa yang sudah duduk manis di atas motornya.
"Cape yaa? Sama kok aku juga," ucap Gempa terkekeh.
"Sihh so asik aku kamu," jawab Anaya.
"Cepet naik," perintah Gempa.
"ANAYA." teriak seseorang dari arah belakang.
Anaya dan Gempa pun langsung menoleh ke sumber suara. "Lo mau kemana? Sekarang kan ada rapat OSIS," ucap Dito berjalan menghampiri Gempa dan Anaya.
Gempa menatap Dito datar "Gak usah bentak cewek gue," tegas Gempa langsung turun dari motornya.
Dito tidak menanggapi ucapan Gempa dia langsung menarik tangan Anaya menuju ruang OSIS.
"Dito lepas!! Lo gak hargain Gempa banget sih," kesal Anaya melepaskan tangan nya dari cengkraman Dito.
"Lo kenapa sih Nay? Lo kok beda banget sekarang?" tanya Dito dengan nada yang lumayan tinggi.
Untung saja Gempa masih ada di parkiran. Anaya segera berlari menuju motor Gempa.
"Gempa," panggil Anaya menepuk pundak Gempa pelan.
"Kok lo balik lagi?" tanya Gempa heran.
"Lo gak marah?" Anaya malah balik tanya karena sikap Gempa yang biasa saja.
Gempa terkekeh "Marah kenapa lagi? Aneh banget lo, masa gue marah gak ada sebab," jawabnya.
"Lo gak marah Dito pegang tangan gue?" tanya Anaya heran.
Gempa meraih tangan Anaya dan menggenggamnya erat "Gue percaya sama lo, gue percaya lo gak bakal macem macem. Gue cuma minta lo jangan sia siain kepercayaan gue." jawabnya.
"Makasih yaa lo udah mau percaya sama gue," ucap Anaya tersenyum.
"Yaudah sana, nanti ketua lo ngamuk" ucap Gempa.
"Lo kalo mau pulang, pulang ajah, nanti gue naik angkutan umum ajah,"
"Gue tungguin sampe jm 4, kalo jam 4 lo belum keluar gue balik," jawab Gempa terkekeh.
"Dihh nanggung banget yaa nungguin nya," ucap Anaya ikut terkekeh.
"Udah sana masuk,"
"Yaudah gue masuk yaa, Assalamualaikum" pamit Anaya tak lupa dia juga mencium tangan Gempa sebelum pergi.
"Istri gue emang gak ada lawan, udah cantik solehot lagi," gumam Gempa.
Anaya sudah berada di ruang OSIS dia duduk di sebelah Dito.
"Oke karena sudah kumpul semua jadi rapat gue mulai," ucap Dito.
"Yang pertama. Gue akan bahas soal camping untuk besok." lanjut Dito.
Semua anak OSIS terkejut mendengar bahwa besok mereka akan mengadakan camping. Karena di grup juga tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
"Kok mendadak banget Dit," ucap Anaya.
"Iya, tadi guru guru abis rapatin masalah ini dan mereka memutuskan besok untuk acara camping ini," jawab Dito.
"Semua atau OSIS ajah?" tanya Siska.
"Semua kelas 12 MIPA dan IPS karena ini acara camping sebelum ujian nasional, ya itung itung itu represhing lah," jawab Dito.
"Berangkat jam berapa dan berapa hari kita di sana?" tanya salah satu anggota OSIS.
"Kita berangkat jam 9 dan disana kita hanya dua hari," jawab Dito "Dan acara acaranya hanya ada dua, malam pertama itu perjalanan malam dan yang kedua itu api unggun," lanjutnya.
Semua anggota OSIS hanya mengangguk anggukan kepalanya mengerti "Berarti besok kita kesekolah jam 9 yaa," ucap Seska.
"Masih ada yang mau di tanyakan sebelum kita bahas masalah selanjutnya?" tanya Dito. Semua orang saling menatap satu sama lain. "Oke gue lanjut ya,"
"Yang kedua, gue paling gak suka kalo ada anggota gue yang pacaran di sekolah. Apalagi sampe peluk pelukan. Itu sangat sangat memalukan." tegas Dito.
Siska menatap Anaya sambil tersenyum sinis. "Rasain," gumamnya.
"Lo dengar kan Nay?" tanya Dito menatap Anaya.
"Iya gue dengar kok tenang ajah, tapi maaf gue rasa itu urusan pribadi. Dan gue rasa itu gak ada hubungannya sama organisasi ini," jawab Anaya.
"Ya jelas ada lah. Kalo lo atau kalian bersikap kaya gitu yang di pandang jelek siapa? Ya pasti organisasi." tegas Dito.
"Sorry ya Dit tapi gue rasa lo terlalu over. Dan gue rasa lo punya maksud lain." ucap Anaya tak mau kalah.
"Itu peraturan gue kalo kalian gak mau nurut sama peraturan itu, silahkan mengundurkan diri," ucap Dito santai.
Anaya terkekeh "Oke, kalo itu mau lo. Saat ini juga gue ngundurin diri jadi wakil ketua OSIS SMA Mandala." tegas Anaya lalu keluar dari ruangan rapat.
Dito tak menyangka bahwa Anaya akan mengundurkan diri seperti ini, dia fikir Anaya akan diam dan menuruti semua peraturannya. Tapi Dito salah. Karena Anaya paling tidak suka di kekang apalagi hanya karena sebatas hubungan organisasi.
Dito segera berlari menyusul Anaya "Nay. Anaya." Dito menarik tangan Anaya.
"Apalagi sih, gue udah bukan wakil lo lagi. Gue juga udah cape Dit sama semua peraturan dari lo yang aneh aneh kaya gini," ucap Anaya kesal.
"Gue kaya gini karena gue gak mau organisasi kita di pandang jelek sama guru guru," jawab Dito.
Anaya terkekeh "Iya, karena lo terlalu mikirin itu sampe sampe lo gak mikirin perasaan kita. Anggota anggota OSIS yang lain." ucap Anaya.
"Iya iya gue minta maaf, gue sadar gue salah, udah ya Nay jangan marah lagi. Lo jangan ngundurin diri dari OSIS," ucap Dito mengalah.
"Sorry Dit, tapi gue emang udah gak tahan sama peraturan yang lo buat, gue juga sekarang udah punya Gempa jadi gue gak mau terlalu sibuk sama organisasi," jawab Anaya melepaskan tangannya dari Dito.
"Apa cuma gara gara cowok tukang onar itu lo bela belain ngundurin diri dari OSIS?!" Dito terkekeh "Gue gak nyangka Nay, lo selemah ini," ucap Dito tak habis fikir.
"Jangan gitu lah Nay, kita masih butuh lo," ucap salah seorang anggota OSIS.
"Iya Nay, fikirin lagi lah keputusan lo, kita gak yakin bisa jalanin acara ini kalo tanpa lo," ucap angkot OSIS yang lain.
Anaya berfikir sejenak "Gue belum bisa jawab sekarang, gue pulang dulu, sorry gak bisa ikut rapat sampe selesai" ucap Anaya lalu berjalan menuju parkiran
Untung saja Gempa masih setia menunggunya di parkiran.
"Sayang," panggil Anaya sangat lesu.
"Kenapa?" tanya Gempa sambil mengelus pipi Anaya lembut.
"Gue ngundurin diri dari OSIS," jawab Anaya menghembuskan nafasnya gusar.
"Hah. Emang kenapa?" tanya Gempa terkejut.
"Gue udah gak tahan sama peraturan yang Dito buat, gue juga udah cape," jawab Anaya.
"Yaudah kalo itu mau lo, gue juga gak bisa maksa lo untuk tetep jadi OSIS ataupun keluar dari OSIS, karena itu keputusan lo, dan gue gak berhak ikut campur," ucap Gempa mengelus rambut Anaya lembut.
"Makasih ya Gem," ucap Anaya tersenyum manis kearah Gempa.
Sedangkan di koridor ada dua orang yang sedang menatap mereka dengan penuh kebencian.
"Gue bakal ambil lo dari Gempa. Gue pastiin itu," tegas Dito mengepalkan kedua tangannya.
"Gue gak akan biarin kalian hidup bahagia" ucap Siska melipat tangannya di dada.
...•.• BERSAMBUNG •.•...