
Letha telah memutuskan untuk mengambil langkah yang lebih drastis dalam pencariannya. Setelah menghimpun para bandit alam semesta di planet yang mereka kuasai, dia memimpin sebuah pemberontakan besar. Mereka menyerang koloni-koloni yang diyakini berpotensi menjadi tempat persembunyian para penyihir.
Planet demi planet jatuh ke tangan Letha dan para banditnya. Mereka menjarah, menghancurkan, dan menahan tawanan demi tawanan. Letha mencoba menggunakan tekanan ini untuk memaksa para penyihir untuk muncul, tetapi Chaer, Saga, Aria, dan Kappa tetap tersembunyi, mengejar misi mereka dengan penuh tekad.
Di antara serangan-serangan brutal dan penjarahan, para bandit alam semesta mulai merasa tertarik pada apa yang sedang mereka lakukan. Mereka melihat bahwa tindakan mereka membawa kehancuran dan penderitaan kepada planet dan penduduknya. Beberapa di antara mereka mulai merasa bimbang, menyadari bahwa mengikuti Letha mungkin bukan pilihan yang benar.
Letha, yang semakin putus asa dalam upayanya untuk menemukan para penyihir, mulai melihat pemberontakannya sendiri memunculkan masalah baru. Ketidaksetujuan mulai timbul di antara para bandit. Ada yang ingin melanjutkan perang dan mengambil apa yang mereka inginkan dengan paksa, sementara yang lain mulai merasa bersalah dan ingin menghentikan semua ini.
Dalam sebuah pertemuan mendalam, beberapa pemimpin bandit memutuskan untuk menuntut penjelasan dari Letha. Mereka bertanya apa tujuan sebenarnya dari semua ini dan mengapa mereka harus terlibat dalam kehancuran ini.
Letha merasa terpojok, tetapi ia tahu ia harus menjelaskan. Dia menjelaskan tentang serpihan-serpihan kubus yang hilang, tentang kekuatan besar yang dimiliki oleh para penyihir, dan mengapa dia begitu keras mengejar mereka. Dia berbicara tentang rasa dendam yang mendalam dan keinginannya untuk menghentikan kekuatan yang mungkin mengancam alam semesta.
Namun, beberapa pemimpin bandit tetap skeptis. Mereka bertanya apakah ini benar-benar hanya tentang kebaikan alam semesta ataukah Letha hanya mencari kekuasaan. Mereka meminta bukti atas apa yang telah dia katakan.
Letha mengambil risiko besar dengan mengungkapkan salah satu dari kekuatannya. Dengan lembut, dia menunjukkan kemampuannya untuk memanipulasi elemen-elemen di sekitarnya, menciptakan semacam pertunjukan api dan air yang memukau.
Para pemimpin bandit terkesan, tetapi juga tercengang oleh kekuatan yang mereka lihat. Mereka mengerti bahwa Letha memang memiliki tujuan yang lebih besar dan bahwa mereka mungkin telah salah memilih jalur dalam pencarian mereka.
Setelah pertemuan panjang, para bandit itu memutuskan untuk menghentikan pemberontakan. Mereka ingin mengakhiri kehancuran yang telah mereka sebabkan dan memberikan alam semesta kesempatan untuk menjalani hidupnya tanpa gangguan. Mereka mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi berpartisipasi dalam pencarian Letha.
Letha, yang merasa putus asa dan kehilangan banyak sekutu, merasa kesepian dan marah. Dia tahu bahwa para penyihir tidak akan begitu mudah menyerah, dan dia akan terus mengejar mereka dengan cara apa pun.
Letha, yang semakin putus asa dan penuh kebencian, terus melanjutkan pencariannya untuk menemukan Chaer, Saga, Aria, dan Kappa. Dia telah kehilangan sekutu-sekutunya dalam pemberontakan dan merasa bahwa satu-satunya jalan adalah dengan menghadapinya sendiri. Setelah menerima informasi tentang keberadaan Negara Para Pencari Elang, Letha tahu bahwa inilah saatnya untuk menghadapi mereka.
Planet tempat berada Negara Para Pencari Elang dipenuhi oleh para penyihir yang melindungi kerajaan mereka. Letha bergerak dengan hati yang penuh dendam, memimpin segerombolan bandit alam semesta yang masih setia padanya. Mereka menghadapi pertahanan yang kuat dan berkali-kali diserang oleh penyihir-penyihir Aegleseeker yang berusaha melindungi kerajaan mereka.
Pertarungan-pertarungan yang sengit meletus di sepanjang perbatasan kerajaan Aethera. Letha yang telah memperoleh kekuatan baru selama pencariannya, menggunakan kemampuan alam semestanya dengan begitu mahir. Serangan api, gempa bumi, dan badai es meletus dari tangannya. Namun, penyihir-penyihir Aegleseeker tidak kalah tangguh. Mereka melancarkan serangan balik dengan sihir-sihir yang kuat dan strategi perang yang terlatih.
Pertarungan terbesar terjadi di istana kerajaan, di mana Priva, pemimpin Aegleseeker, dan Letha akhirnya berhadapan. Priva yang bijaksana dan memiliki kemampuan alam semesta yang luar biasa, menghadapi Letha yang dipenuhi kemarahan dan kekuatan alam semesta yang kuat.
Mereka bertarung dengan penuh semangat, melepaskan serangan yang hebat satu sama lain. Priva menggunakan kekuatan elemen alam semestanya untuk mencoba menahan Letha, sementara Letha mengeluarkan kemampuannya yang mematikan. Cahaya berkilau dan ledakan sihir mengguncang istana itu.
Pertarungan tersebut berlangsung lama, menguras energi dan kekuatan mereka berdua. Namun, Letha yang semakin kuat dan terobsesi untuk membalaskan dendamnya akhirnya berhasil mengalahkan Priva. Dengan serangan energi terakhirnya, Letha menghancurkan perisai sihir Priva dan melemahkan lawannya.
Priva yang sudah kelelahan akhirnya jatuh, dan Letha dengan nafas tersengal menatapnya, "Kau hanya seorang penyihir muda yang tidak ada apa-apanya bagiku, sekarang katakan dimana keempat penyihir itu?. Jika tidak kau akan ku habisi menggunakan pedangmu ini." Priva menjawab dengan lantang seolah tidak takut dengan ancaman Letha, "Tidak!, aku tidak mengenali penyihir yang kau maksudkan. Kalian datang hanya meluluhlantakkan negeriku!." Meskipun Letha telah memenangkan pertarungan, kemenangan itu tidak memberinya kepuasan yang dia harapkan. Dia merasa kekosongan dalam hatinya, dan menyadari bahwa dendamnya tidak membawa kebahagiaan yang dia cari.
Dengan perasaan yang campur aduk, Letha meninggalkan istana itu, membiarkan kerajaan Aethera jatuh ke tangan para bandit alam semesta yang masih setia padanya. Dia merasa bahwa keberhasilannya dalam menaklukkan kerajaan itu adalah bukti atas kekuatannya, tetapi juga merupakan pengingat akan harga yang harus dia bayar untuk itu.
Di sisi lain, Chaer, Saga, Aria, dan Kappa semakin dekat dengan tujuan mereka, tidak tahu bahwa Letha telah berhasil menemukan mereka. Saga merasakan bisikan Priva mengatakan jika Letha akan menghampiri mereka berempat tak lama lagi. Chaer mulai khawatir dengan pernyataan Saga, "Letha ternyata tidak akan menyerah begitu saja, dia mungkin akan membalaskan dendamnya. Kita harus bergegas, teman-teman." Mereka mulai mempercepat langkah mereka dalam mencari serpihan kubus yang keempat sebelum Letha menjemput. Sementara itu, alam semesta semakin terancam oleh kekuatan yang mereka tidak bisa bayangkan. Petualangan mereka akan terus berlanjut, dan pertempuran antara kebaikan dan kejahatan akan terus bergulir di seluruh alam semesta.