
Setelah berhasil mengambil Kunci Prisma dari gua kristal, tiba-tiba sebuah pintu misterius keluar lagi dan membawa mereka ke sebuah ladang bunga lavender nan indah dan eksotik, bermekaran di sekeliling mereka. Mereka berempat melangkah ke depan dan terus saja bunga-bunga lavender mengiringi perjalanan mereka.
Aria mencoba melihat sekeliling dan melihat, "Hei, aku melihat sebuah pohon beringin di depan sana." Chaer juga menyadari keberadaan pohon beringin itu, "Ya, tampak terlihat sangat jelas dari kejauhan ini. Ayo kita bergegas teman-teman!."
Mereka akhirnya dapat mencapai pohon beringin itu. Chaer, Saga, Aria, dan Kappa berdiri di tengah ladang bunga lavender berlian yang memancarkan kecantikan yang luar biasa. Mereka memandang sekeliling, takjub akan keindahan alam di planet Eulianis ini.
Tengah-tengah ladang, terdapat pohon beringin tua yang menjulang tinggi. Akarnya menjalar di tanah dan menciptakan tempat duduk yang unik, sebuah ayunan yang terbuat dari akar pohon. Di ayunan itu, duduk seorang gadis muda yang cantik dengan bunga-bunga lavender di rambutnya. Gadis itu tersenyum manis ketika mereka mendekat.
"Gadis itu pasti Eulalia," bisik Saga kepada teman-temannya, mengingatkan mereka akan cerita tentang Eulianis yang mereka dengar sebelumnya. "Hah?, apa maksudmu?, kita bahkan sama sekali tidak pernah bertemu dengan gadis itu", ucap Aria sambil terheran-heran. "Jangan ragukan instingku, Aria. Aku tahu banyak tentang ladang bunga ini dari buku yang dituliskan oleh guruku semasa aku di sekolah penyihir", ucap Saga dengan gaya angkuhnya.
Chaer memimpin langkah menuju gadis itu. "Maaf, kami tersesat di sini. Kami ingin mencari jalan keluar dari ladang ini."
Gadis itu mengangguk, mata biru tuanya selalu penuh dengan kehangatan. "Tidak perlu berkecil hati. Namaku Eulalia, penjaga ladang bunga ini. Bagi mereka yang mengunjungi Eulianis, ada aturan khusus yang harus diikuti."
Aria bertanya, "Apa aturannya, Eulalia?." Eulalia tersenyum lembut. "Untuk keluar dari ladang ini, kalian harus menunggu bulan purnama selama 55 hari ke depan. Itu adalah syarat dari alam Eulianis ini."
Chaer dan sahabatnya terkejut mendengar itu. Mereka tahu waktu sangat berharga dalam misi mereka, dan menunggu 55 hari akan memperlambat kemajuan mereka. Saga mulai berkata, "Apakah tidak ada cara lain untuk keluar dari sini lebih cepat?."
Eulalia menjawab, "Eulianis memiliki kekuatan sendiri, dan aturan ini harus diikuti. Namun, selama kalian tinggal di sini, kalian akan merasakan kedamaian dan ketenangan yang jarang ditemukan di tempat lain. Ladang bunga ini memberikan kekuatan pada jiwa-jiwa yang datang untuk mengunjunginya."
Chaer setuju dengan Aria. Meskipun Eulianis merupakan tempat yang unik dan harus dihormati. Mereka menyadari bahwa misi mereka lebih penting daripada menuruti perintah Eulalia.
"Tetapi Eulalia, 55 hari adalah waktu yang cukup lama. Kami tidak akan bisa menunggu selama itu. Kami ingin segera menyelesaikan misi kami untuk mencari serpihan kubus yang keempat dari planet cantik ini", ucap Chaer merasa keberatan akan syarat yang ditentukan oleh Eulalia.
Eulalia tersenyum lebih lebar lagi. "Kalian adalah tamu yang langka di Eulianis. Jadilah diri kalian sendiri, nikmati keindahan alam ini, dan biarkan Eulianis memberikan kekuatan pada kalian."
"Tetapi kami tidak bisa tinggal selama itu, Lalia. Kami masih punya tugas yang akan kita tuntaskan bersama", ucap Saga sambil memohon-mohon kepada Eulalia untuk membebaskan ia dan ketiga sahabatnya dari ladang bunganya. "Aku tahu jika kalian pasti merasa berat dengan syarat yang kuberikan, sebenarnya aku juga ingin terbebas dari ladang menyeramkan ini", ucap Eulalia.
"Apa?!", keempat penyihir itu terkejut mendengar Eulalia mengatakan jika ia ingin terbebas dari ladang bunganya. "Tetapi mengapa kau ingin terbebas dari sini, Lalia?. Apakah ada semacam kisah dibaliknya?", ucap Chaer merasa khawatir dengan Eulalia. Saga bersimpati ingin menolong Eulalia, "Bisakah kau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi denganmu, Lalia? Siapa tahu kami bisa membantumu."
"Sebenarnya ladang inilah jebakan untuk kalian, untuk itu kalian jangan mempercayai sedikitpun ucapan dariku atau kalian akan bernasib sama seperti korban-korban sebelumnya," ucap Eulalia dengan lantang memperingatkan kepada mereka. Eulalia pun menceritakan kisah pilunya, "Sebenarnya ladang ini hidup dan dalam kesempatan tertentu akan menghisap para korban yang berdiri di atasnya. Dan aku adalah hati dari ladang bunga ini, sebelumnya aku juga merupakan korban dari ladang bunga menyeramkan ini, mereka membuangku begitu saja ke dalam ladang bunga ini. Tetapi takdir berkata lain, ladang bunga ini justru menyukai kecantikanku dan mulai memanfaatkan diriku sebagai penghipnotis para korban yang tak sengaja masuk kedalam sini, seperti kalian semua."
Kappa pun mulai merasa ketakutan setelah mendengarkan kisah Eulalia, "Apakah ia mengatakan jika ladang bunga ini hidup?. Apa yang terjadi jika ladang ini mencoba memakan kita?!." Chaer menjawab dengan tenang, "Tidak usah khawatir Kappa. Aku yakin kita bisa mengatasi ini bersama." "Apa yang kau maksud dengan "mereka", Lalia?. Apakah kau bernasib malang karena terjebak dalam ladang bunga ini?", Saga merasa penasaran dengan apa yang ia dengar dari kisah pilu Eulalia.
"Para bandit alam semesta, mereka menjajah planet Eulianis beberapa dekade lalu dan menculik diriku ke sebuah gua, kemudian aku dicampakkan ke dalam ladang bunga ini. Mereka memang tidak berperasaan dengan siapapun," ucap Eulalia dengan lantang dan penuh dendam hingga membuat seisi ladang bunga bergemuruh.
"Eulalia!, tenanglah!, kami akan mencoba membantumu untuk terbebas dari ladang bunga ini. Beritahu apa yang harus kami lakukan agar kau bisa terbebas, oke?," ucap Chaer. Eulalia menjawab dengan serius "Kalian harus melawan dia." Chaer dengan gugup, "Di-di-dia, siapa?." Eulalia menjawab lagi dengan sangat serius, "Yang lain tidak bukan adalah...