Adventure In Lost Universe

Adventure In Lost Universe
Hujan Hujan (Part.3)



Mereka melanjutkan perjalanan di dalam "Hujan Hujan" yang penuh dengan keindahan dan teka-teki. Setiap langkah mereka memberikan mereka kekaguman yang lebih besar akan keajaiban alam Eulianis. Hujan berkilauan jatuh dengan lembut, menciptakan atmosfer yang tenang dan magis di sekitarnya.


Eulalia: "Kita sudah semakin dekat. Kunci Prisma harus ada di dekat sini."


Chaer: "Aku berharap begitu. Tapi bagaimana kita tahu di mana persisnya?"


Eulalia: "Kita akan tahu ketika kita sampai. Energi 'Hujan Hujan' akan membimbing kita."


Mereka terus berjalan, dengan perasaan antusias karena mendekati tujuan mereka. Namun, ketika mereka berjalan lebih dalam, mereka dihadapkan dengan rintangan baru. Mereka tiba di sebuah jembatan berlian yang menghubungkan dua tebing berkilauan. Tapi jembatan itu tampak rapuh dan bergetar.


Aria: "Ini tidak terlihat stabil. Bagaimana kita akan menyeberang?"


Eulalia: "Jangan khawatir. Kita akan menyeberang bersama-sama. Bersiaplah!"


Mereka perlahan-lahan melangkah ke jembatan. Saat mereka melangkah, jembatan bergetar dengan intensitas yang meningkat. Mereka harus berjalan dengan hati-hati untuk menjaga keseimbangan mereka. Tapi ketika mereka hampir di tengah jembatan, sebuah gempa kecil terjadi. Jembatan berlian mulai runtuh di bawah kaki mereka.


Kappa: "Ya, sudah kuduga. Cepat, kita harus segera ke tebing lain!"


Mereka berlari secepat mungkin menuju tebing lain, namun jembatan terus runtuh. Chaer mencapai tepi tebing dengan selamat, diikuti oleh Aria dan Saga. Namun, Kappa terperangkap di tengah jembatan yang hampir runtuh.


Chaer: "Kappa, cepat! Gapai tanganku!"


Kappa meraih tangan Chaer dengan sekuat tenaganya, dan akhirnya Chaer menariknya ke tepi tebing. Mereka selamat dari gempa yang meruntuhkan jembatan di belakang mereka. Mereka mengambil napas lega, tetapi mereka juga merasa sedih karena harus meninggalkan jembatan indah yang telah runtuh.


Eulalia: "Kita berhasil melewati rintangan itu. Sekarang, kita harus melanjutkan perjalanan. Kalian masih ingin melanjutkan perjalanan, kan?."


Chaer: "Ya, tentu saja."


Mereka melanjutkan perjalanan mereka di dalam "Hujan Hujan." Setelah beberapa waktu berjalan, mereka tiba di sebuah bagian dari tempat tersebut yang penuh dengan bunga berlian berkilauan. Bunga-bunga itu bergerak sesuai irama angin, menciptakan tampilan yang sangat mempesona.


Kappa: "Ini tempat yang menakjubkan. Bunga-bunga ini sangat indah."


Aria: "Benar, mereka seperti berlian sungguhan yang hidup."


Eulalia: "Tapi kita tidak boleh terlalu lama di sini. Rintangan terakhir menunggu di ujung 'Hujan Hujan'."


Mereka melanjutkan perjalanan mereka melalui bunga berlian, dengan hati yang penuh harap-harap cemas. Mereka tahu bahwa rintangan terakhir menunggu mereka, dan mereka harus menghadapinya dengan bijak.


Mereka akhirnya tiba di ujung "Hujan Hujan." Di sana, mereka melihat sebuah batu berkilauan yang besar, seolah menandakan akhir dari perjalanan mereka. Tapi ketika mereka mendekat, batu itu mulai berkilau lebih terang dan memancarkan cahaya prisma yang memukau.


Chaer: "Itu dia, Kunci Prisma!"


Mereka meraih Kunci Prisma yang dikelilingi oleh sinar prisma yang indah. Eulalia hanya bisa tersenyum dengan bangga melihat semangat para penyihir itu.


Eulalia: "Hati-hati!. Ingat dengan misi kalian!"


Mereka merasa terpesona dengan gemerlap batu kristal tersebut sampai-sampai tidak mendengarkan peringatan dari Eulalia. Mereka seperti bersiap untuk mengambil dan menggunakan Kunci Prisma untuk mengembalikan keseimbangan alam semesta.


Chaer: "Wow, ini adalah pesona yang tidak pernah kulihat sebelumnya."


Eulalia berdiri di pinggiran batu kristal yang semakin bersinar, matanya terbuka lebar oleh kekaguman dan kecemasan. Dia merasakan aura aneh yang mengelilingi batu itu, sesuatu yang jauh lebih kuat daripada yang dia harapkan. Tanpa pikir panjang, dia berteriak sekuat tenaga meminta Chaer dan sahabatnya untuk menjauhi batu kristal tersebut.


Eulalia: "Kalian harus menjauh sekarang juga! Batu ini berbahaya!"


Batu kristal itu meledak dengan kekuatan yang mengguncang seluruh tempat itu. Ledakan itu menciptakan gelombang kejut yang mendorong Chaer, Aria, Saga, dan Kappa terpental. Mereka terjatuh ke tanah dengan kebingungan, mengelilingi reruntuhan dari batu kristal yang dahulu ada.


Eulalia: "Tidak!. Aku kan sudah memperingatkan kalian!"


Eulalia juga terpental oleh ledakan tersebut, meskipun ia berada cukup jauh dari batu kristal itu. Dia bangkit dari tanah dan bergegas mendekati Chaer dan sahabatnya yang tergeletak.


Eulalia: "Apakah kalian baik-baik saja? Tolong, katakan kalian baik-baik saja!"


Mereka mulai sadar kembali dan merasa seperti terbangun dari mimpi buruk. Chaer menggosok kepalanya yang terasa pusing.


Chaer: "Kami... kami baik-baik saja, Eulalia."


Eulalia merasa lega mendengar itu dan membantu mereka berdiri.


Eulalia: "Sial, aku merasa seharusnya aku tahu. Batu itu tidak seperti yang aku perkirakan. Bahkan kekuatan prisma bisa sangat berbahaya jika tidak digunakan dengan benar."


Mereka mengamati sisa-sisa batu kristal yang hancur berkeping-keping. Yang tersisa adalah potongan-potongan kristal berwarna-warni yang berserakan di tanah.


Aria: "Kunci Prisma... te-telah hancur."


Saga: "Kita kehilangan Kunci Prisma."


Chaer: "Tidak hanya itu, kita juga kehilangan satu-satunya jalan pulang."


Mereka merasa putus asa dan kecewa. Kunci Prisma adalah satu-satunya harapan mereka untuk mengembalikan keseimbangan alam semesta. Mereka merasa tertipu oleh keindahan cahaya prisma yang menipu.


Eulalia: "Maaf, ini semua salahku. Aku seharusnya lebih berhati-hati."


Kappa: "Tidak, Eulalia. Ini juga salah kami. Kami terlalu terpikat oleh keindahan itu."


Eulalia: "Tapi kita tidak boleh menyerah. Kita harus mencari cara untuk memperbaiki situasi ini."


Mereka bersama-sama mencari sisa-sisa batu kristal yang tidak hancur. Mereka menyadari bahwa batu kristal telah melepaskan banyak potongan berwarna-warni yang masih bisa digunakan. Eulalia menyarankan untuk mengumpulkan potongan-potongan tersebut dan mencoba membangun kembali Kunci Prisma.


Eulalia: "Kita tidak tahu pasti apakah kita bisa memperbaiki Kunci Prisma ini, tetapi kita harus mencobanya. Ini adalah satu-satunya harapan kita."


Mereka mulai mengumpulkan potongan-potongan kristal dan mencoba menyusunnya kembali seperti teka-teki yang rumit. Mereka bekerja dengan penuh tekun, dengan harapan bahwa Kunci Prisma dapat diperbaiki.


Mereka menghabiskan berjam-jam bahkan berhari-hari untuk mencoba memperbaiki Kunci Prisma. Proses itu sangat rumit, dan mereka menghadapi banyak kesulitan. Tapi mereka tidak pernah menyerah.


Kappa: "Kita hampir berhasil, aku yakin!"


Eulalia: "Aku sangat terkesan oleh semangat kalian. Kita hampir selesai."


Akhirnya, setelah berjuang keras, mereka berhasil membangun kembali Kunci Prisma. Meskipun tidak sempurna, Kunci Prisma telah dapat digunakan.


Chaer: "Kunci Prisma telah terbangun kembali! Sekarang kita punya harapan lagi."


Mereka merasa gembira dan bersyukur bahwa mereka tidak menyerah. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka belum berakhir, dan masih banyak rintangan yang harus mereka hadapi. Tapi dengan semangat dan keberanian, mereka siap melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah dan mengembalikan keseimbangan alam semesta.