Adventure In Lost Universe

Adventure In Lost Universe
Fatamorgana Mistik



Setelah melewati upacara perpisahan yang hangat dengan Raja Gordham dan penduduk Negara Para Pencari Elang, Chaer, Saga, Aria, dan Kappa memutuskan untuk beristirahat sejenak hingga menjelang pagi hari. Mereka tahu bahwa perjalanan ke planet berikutnya akan menjadi petualangan yang panjang dan menantang, sehingga istirahat diperlukan untuk memulihkan tenaga.


Malam berlalu dengan tenang, dan ketika matahari mulai terbit, keempat penyihir tersebut bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka ke planet berikutnya yang terletak sangat jauh dari tempat mereka sekarang. Mereka yakin bahwa petualangan mereka akan terus menghadirkan misteri, tantangan, dan keajaiban di setiap langkahnya. Dengan semangat yang membara, mereka melangkah maju menuju cahaya pagi yang baru.


Aria membukakan portal agar mereka bisa sampai ke planet itu dengan cepat. Kappa mulai memasuki portal milik Aria dengan penuh semangat, tetapi saat masuk kedalamnya ia terkejut portal milik Aria mengarahkan ia di sebuah tepi jurang. Kappa terkejut bukan main bahkan hampir jantungan dengan napas tersengal-sengal. Kappa mulai keluar dari portal milik Aria dan menanyakan kepada Aria mengapa portal miliknya mengarahkan mereka ke tepi jurang.


Kappa keluar dari portal milik Aria dengan napas tersengal-sengal, penuh kejutan dan ketakutan karena portal tersebut mengarahkannya ke tepi jurang yang sangat berbahaya. Kappa segera berbicara kepada Aria dengan nada penuh kebingungan dan kekhawatiran, "Mengapa portal milikmu mengarahkan kita ke tepi jurang?!." Aria yang melihat reaksi Kappa segera memberikan penjelasan, mencoba meredakan kepanikan temannya, "Mungkin portalnya mengarah ke koordinat yang salah, tetapi sebelumnya aku tidak pernah mengalami hal itu sepanjang hidupku."


"Hah?, bagaimana bisa kau tidak pernah mengalami kelalaian saat menggunakan kekuatan portal milikmu?", ucap Kappa dengan lantang. Aria menjelaskan bahwa kecelakaan seperti ini terkadang bisa terjadi ketika mereka menggunakan portal untuk perjalanan antar planet yang sangat jauh. Ia menyesali insiden ini dan berjanji untuk lebih berhati-hati di masa mendatang. Aria juga berusaha menenangkan Kappa dan mengajaknya kembali ke portal untuk melanjutkan perjalanan ke planet berikutnya, dengan harapan bahwa petualangan mereka akan berlanjut tanpa hambatan lebih lanjut.


"Sudahlah Kappa, Aria telah berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan portal untuk kita, kita bisa tangani ini bersama", ucap Chaer yang mencoba menenangkan Kappa. "Baiklah, aku mengerti. Maafkan aku, Aria", Kappa meminta maaf kepada Aria walaupun masih merasa sedikit kesal. Alih-alih mendengar balasan Aria, Kappa kembali memasuki portal milik Aria dan mendapati dirinya berada di sebuah padang pasir yang terlihat tak berujung. Kappa bergumam, "Hah?, padang pasir?, ini aneh..."


Dalam perjalanan mereka menuju planet berikutnya, Aria berusaha untuk menggunakan kekuatannya dalam menciptakan portal yang menghubungkan mereka ke destinasi yang tepat. Namun, alam semesta yang tak terduga seringkali membawa mereka ke tempat-tempat yang salah, di mana atmosfer dan pemandangan sungguh luar biasa.


Mereka berempat terpaksa harus menghadapi petualangan yang tidak terduga ini, di mana setiap sudut planet yang mereka kunjungi adalah fatamorgana mistik yang membingungkan. Kesannya adalah seolah-olah alam semesta sedang bermain-main dengan mereka, mengubah bentuk dan realitas sekitar mereka. Setiap langkah yang mereka ambil membawa mereka lebih dalam ke dalam labirin ilusi dan misteri yang tak terpecahkan.


Di salah satu momen, mereka menemukan diri mereka terperangkap dalam sebuah padang pasir yang tampaknya tak berujung. Pasir yang panas memancarkan kilatan emas, dan cakrawala menyala dengan warna-warna yang tak pernah mereka lihat sebelumnya. Mereka merasa seperti berada di tengah-tengah kisah arabian nights yang ajaib.


Kappa, yang selalu penuh semangat, tertawa kecil, "Baiklah, kita mungkin belum sampai di planet yang tepat, tapi setidaknya kita mendapatkan petualangan yang tak terlupakan!"


Tantangan terbesar mereka adalah berurusan dengan fatamorgana. Mereka berjalan melalui gurun pasir, hanya untuk menemukan bahwa oasis yang indah dan menggoda yang mereka lihat di kejauhan sebenarnya hanyalah ilusi. Aria mencoba memahami energi mistik yang mengelilingi mereka, tetapi fatamorgana terus menggoda mereka dengan visi palsu.


Saga, yang selalu peka terhadap perubahan, mulai menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan. "Kita harus tetap fokus, teman-teman. Fatamorgana ini bisa menjadi sangat mengganggu."


Aria yang berusaha untuk memandu mereka ke arah yang benar berkata, "Aku akan mencoba lagi untuk membuka portal. Tetap bertahan!, jangan sampai ilusi ini merusak harapan kita."


Namun, setiap kali Aria mencoba, mereka hanya terjebak dalam siklus ilusi yang semakin membingungkan. Mereka berusaha keras untuk tidak terpengaruh oleh fatamorgana dan tetap menjaga semangat tinggi mereka.


Kappa berbicara dengan nada antusias, "Hei, ingat saat kita pertama kali bertemu? Ini jauh lebih menyenangkan daripada belajar sihir di akademi!"


Tetapi pada akhirnya, mereka tiba di ujung yang mereka cari. Mereka menemukan sebuah portal yang mengeluarkan sinar cahaya yang terang dan tulus. Mereka saling pandang dengan rasa kemenangan yang menyala-nyala.


Saga berkomentar, "Ketika kita melalui portal ini, kita akan mencapai planet berikutnya. Ini adalah petualangan yang tak terlupakan."


Dengan hati yang penuh semangat, mereka melangkah melalui portal tersebut, melepaskan diri dari fatamorgana mistik yang membingungkan mereka. Mereka tahu bahwa tak peduli seberapa rumit petualangan ini, mereka akan terus maju, bersama-sama, menuju tujuan akhir mereka dalam mencari serpihan kubus yang keempat.