Adventure In Lost Universe

Adventure In Lost Universe
Hujan Hujan (Part.2)



Setelah terbebas dari mimpi buruk yang mengancam di ladang bunga lavender, Chaer, Aria, Saga, Kappa, dan Eulalia melanjutkan perjalanannya. Eulalia bersyukur karena mereka telah menyelamatkannya dari monster lavender yang tersembunyi di tengah bunga berlian. Ia menyampaikan terima kasih dengan tulus kepada Chaer dan sahabatnya.


Eulalia: "Terima kasih, kalian telah menyelamatkan nyawaku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika tidak ada kalian di sini."


Chaer: "Kami senang bisa membantu. Tapi sekarang, bagaimana kita bisa melanjutkan perjalanan kita untuk mencari Kunci Prisma?"


Eulalia: "Jangan khawatir. Aku akan membantu kalian. Aku tahu jalur-jalur rahasia di planet ini."


Mereka melanjutkan perjalanan di bawah bimbingan Eulalia, yang tampak sangat akrab dengan planet Eulianis. Ia membawa mereka melewati hutan berlian yang semakin cantik dan misterius. Mereka melewati sungai berlian yang mengalir dengan air yang berkilauan seperti kristal, dan makhluk-makhluk berlian yang hidup dengan damai di lingkungan ini.


Sementara perjalanan berlangsung, Chaer, Aria, Saga, dan Kappa mendengarkan dengan seksama ketika Eulalia menceritakan lebih banyak tentang dirinya. Eulalia menjelaskan bahwa dia adalah seorang putri yang hilang dari salah satu kerajaan di planet Eulianis.


Eulalia: "Dulu, aku adalah seorang putri yang hidup dengan nyaman di istana. Tapi suatu hari, aku menghilang secara misterius. Keluargaku mencariku selama bertahun-tahun, tetapi mereka tidak bisa menemukan jejakku."


Saga: "Itu sungguh luar biasa. Bagaimana kamu bisa sampai di tempat ini?"


Eulalia: "Aku tidak tahu apa yang terjadi. Aku bangun di tengah ladang bunga lavender berlian ini. Selama bertahun-tahun, aku menjalani hidup di sini, berjuang untuk bertahan hidup dan menghindari monster-monster lavender. Aku selalu berharap ada yang akan datang menyelamatkan aku, dan sekarang kalian datang."


Aria: "Kami senang bisa membantumu, Eulalia. Tapi apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"


Eulalia: "Kita akan melanjutkan perjalanan ke 'Hujan Hujan'. Itu adalah tempat yang sangat penting di planet ini, dan aku yakin Kunci Prisma berada di sana. Tetapi perjalanan menuju sana tidak akan mudah. Kita harus menjawab tiga teka-teki yang diberikan oleh makhluk penjaga 'Hujan Hujan'."


Kappa: "Teka-teki? Itu terdengar menarik. Kami siap."


Mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju "Hujan Hujan". Eulalia terus memimpin mereka, menunjukkan jalan di tengah hutan berlian yang semakin indah. Sementara itu, keempat penyihir tersebut merasa semakin dekat satu sama lain. Mereka telah menghadapi begitu banyak rintangan dan petualangan bersama-sama, dan persahabatan mereka semakin kokoh.


Sampailah mereka di depan gerbang besar yang menghadap ke "Hujan Hujan". Gerbang itu dihiasi dengan berlian berkilauan yang membentuk pola yang tak terhitung jumlahnya. Mereka melihat dua makhluk berkilauan berdiri di depan gerbang, dan itu adalah penjaga "Hujan Hujan", Geiva dan Reghelias. Penjaga tersebut memiliki mata berkilauan yang menyala-nyala, dan mereka tersenyum kepada Chaer dan teman-temannya.


Geiva: "Selamat datang di 'Hujan Hujan', para penyihir dan teman-teman. Untuk melanjutkan, kalian harus menjawab tiga teka-teki kami."


Chaer: "Kami siap."


Righelias: "Baiklah, teka-teki pertama. Apa yang tidak bisa dilihat tetapi bisa dirasakan?"


Chaer dan sahabat-sahabatnya berpikir sebentar. Mereka berdiskusi sebentar dan akhirnya Chaer menjawab.


Chaer: "Itu adalah angin."


Geiva: "Benar! Kalian bijaksana. Sekarang teka-teki kedua. Apa yang dapat mengisi ruang kosong, mengalahkan waktu, dan bisa membawa kalian ke tempat-tempat yang jauh?"


Aria segera merespons.


Aria: "Itu adalah imajinasi."


Righelias: "Tepat sekali! Kalian hebat. Sekarang teka-teki terakhir. Apa yang menjadi lebih besar saat kalian memberikannya kepada orang lain?"


Saga tersenyum lebar.


Saga: "Itu adalah cinta."


Geiva: "Benar sekali! Kalian telah menjawab semua teka-teki dengan benar. Kalian adalah tamu yang istimewa di 'Hujan Hujan'. Silakan masuk."


Gerbang itu terbuka, memberi jalan bagi Chaer, Aria, Saga, Kappa, dan Eulalia untuk melanjutkan ke "Hujan Hujan". Mereka tidak tahu apa yang akan mereka temui di dalam, tetapi mereka siap menghadapinya bersama. Dengan keyakinan dan persahabatan mereka yang kuat, mereka melangkah maju, siap menghadapi apa pun yang menunggu mereka di dalam "Hujan Hujan."


Mereka memasuki "Hujan Hujan" dengan perasaan campur aduk. Tempat itu sungguh spektakuler, penuh dengan hujan berkilauan yang jatuh dengan lembut dan menghiasi udara dengan warna-warni. Hujan itu terasa seperti hujan pelangi yang menyenangkan hati.


Chaer: "Itu benar-benar indah."


Aria: "Aku merasa seperti berada di dalam dongeng."


Kappa: "Tapi kami tidak boleh lupa, tujuan utama kita adalah menemukan Kunci Prisma."


Eulalia: "Kami akan mencari Kunci Prisma, tapi untuk sampai ke sana, kita harus melewati beberapa rintangan yang ada di dalam 'Hujan Hujan' ini."


Mereka melanjutkan perjalanan mereka, mengikuti Eulalia melalui "Hujan Hujan". Mereka melihat berbagai makhluk berlian yang hidup di sini, dari burung berlian yang mengepakkan sayapnya dengan gemerlap warna-warni hingga ikan berlian yang berenang di sungai-sungai berkilauan.


Namun, semakin dalam mereka menjelajahi "Hujan Hujan," semakin jelas terasa adanya kekuatan magis yang mengisi udara. Mereka merasa seperti tengah terlibat dalam sebuah perjalanan mistis yang penuh dengan teka-teki dan misteri.


Eulalia: "Kita harus berhati-hati di sini. Energi dari 'Hujan Hujan' bisa jadi tidak selalu bersahabat."


Mereka tiba di sebuah persimpangan yang dijaga oleh dua makhluk berlian besar. Makhluk-makhluk itu tampak seperti penjaga yang menghadang mereka. Penjaga pertama berbicara dengan suara yang merdu.


Geiva: "Kalian adalah para tamu di 'Hujan Hujan'. Sebelum kalian melanjutkan, kalian harus menjawab pertanyaan kami."


Righelias: "Pertanyaan pertama: Apa yang dapat membuatmu hidup jika kau melepaskannya?"


Chaer, Aria, Saga, Kappa, dan Eulalia mulai berdiskusi. Mereka mencoba memahami arti dari pertanyaan ini.


Aria: "Ini adalah teka-teki baru. Apa yang bisa membuat kita hidup jika kita melepaskannya? Mungkin jawabannya adalah 'napas'."


Chaer: "Itu bisa jadi benar. 'Napas' adalah sumber kehidupan."


Mereka merenung sebentar dan kemudian Chaer menjawab dengan keyakinan.


Chaer: "Napas."


Geiva: "Benar. Jawaban kalian benar. Pertanyaan kedua: Apa yang dapat kau hancurkan tanpa menyentuhnya?"


Mereka memikirkan pertanyaan tersebut dengan cermat. Eulalia berbicara dengan nada lembut.


Eulalia: "Ini adalah pertanyaan yang menarik. Mungkin 'suara' adalah jawabannya. Kau bisa menghancurkan sesuatu hanya dengan suara."


Kappa: "Bagus sekali, Eulalia. Aku setuju, 'suara' adalah jawaban yang tepat."


Righelias: "Benar lagi. Kalian benar-benar cerdas. Pertanyaan terakhir: Apa yang tidak dapat kamu lihat dengan mata telanjang, tetapi bisa dilihat dengan mata tertutup?"


Mereka berdiskusi lagi dan mencoba memecahkan teka-teki ini. Saga akhirnya menemukan jawaban.


Saga: "Ini mungkin tentang 'mimpi'. Kita mungkin dapat melihat sesuatu dengan mata telanjang dalam mimpi, tetapi kita tidak menyadarinya."


Geiva: "Kalian benar lagi. Kalian bisa melanjutkan perjalanan kalian."


Mereka melewati penjaga dan melanjutkan perjalanan mereka di dalam "Hujan Hujan." Semakin jauh mereka pergi, semakin kuat energi magis yang mereka rasakan.


Eulalia: "Kita sudah semakin dekat dengan tujuan kita. Tapi jangan lengah. Rintangan terbesar mungkin menanti di depan."


Mereka merasa tegang, tetapi mereka tahu bahwa mereka harus terus maju. Di tengah "Hujan Hujan" yang indah dan misterius ini, petualangan mereka menuju Kunci Prisma masih panjang.