
Kembali ke sudut pandang segerombolan bandit alam semesta yang telah mencoba untuk menyentuh rantai yang membelenggu Letha di dalam gua yang gelap. Mereka mencoba lagi dan lagi, tanpa henti, seolah-olah ingin menguji ketahanan rantai tersebut. Namun, tindakan mereka ini justru membuat gua bergemuruh seakan ingin roboh, dan dinding-dinding gua bergetar.
Para bandit itu terus mencoba, terlepas dari gemuruh yang semakin keras. Mereka mencoba menyentuh rantai itu dengan tangan mereka, tetapi setiap kali mereka melakukannya, gemuruh semakin menggema.
Tiba-tiba, dengan kekuatan yang luar biasa, Letha bangkit dari keterpurukannya. Matanya bersinar merah menyala, dan dengan suara yang penuh amarah, ia bersumpah, "Aku akan membalaskan dendamku pada keempat penyihir itu - Chaer, Saga, Aria, dan Kappa! Mereka akan menyesal telah membelengguku!."
Dalam kegelapan gua yang semakin gemuruh, sumpah Letha menciptakan aura ketegangan dan kebencian yang mengguncang sekelompok bandit alam semesta tersebut. Mereka sekarang tahu bahwa Letha tidak akan berhenti sampai ia membalaskan dendamnya, dan perjuangan antara Letha dan keempat penyihir akan menjadi semakin sengit di masa mendatang.
Setelah terbebas dari rantai yang telah membelenggu dirinya selama beberapa hari, Letha menatap tajam ke arah segerombolan bandit yang telah membantunya. Alih-alih mengancam mereka, Letha justru mengucapkan terima kasih kepada mereka dengan nada yang menggema di dalam gua yang gelap.
Letha berkata dengan dingin, "Terima kasih atas bantuanmu. Aku ingin kalian membantuku menemukan keberadaan keempat penyihir itu."
Ketua bandit, yang sebelumnya merasa takut, akhirnya merespons dengan serius dan menghadap Letha. Namun, dia masih meremehkan Letha dengan nada merendahkan, "Mengapa kami harus membantumu? Apa yang akan kau berikan kepada kami?."
Namun, Letha tiba-tiba menunjukkan sedikit kekuatannya kepada segerombolan bandit itu, membuat mereka terkesiap. Ketua bandit itu segera mengubah nada bicaranya, "Baiklah, baiklah, kami siap untuk bekerja sama denganmu, Letha. Kami akan mencari keempat penyihir itu bersama-sama."
Dengan kesepakatan yang telah dicapai, Letha dan segerombolan bandit alam semesta bersiap untuk memulai pencarian mereka. Mereka tahu bahwa keempat penyihir itu bukanlah lawan yang bisa diabaikan, dan kekuatan gabungan mereka mungkin akan menjadi kunci untuk mencapai tujuan Letha dalam membalaskan dendamnya.
Letha dan para bandit itu mulai kembali ke permukaan, saat melihat keadaan sekitar dipenuhi dengan kehancuran akibat penjajahan oleh para bandit alam semesta, Letha pun tersenyum lebar dan tertawa jahat sekeras-kerasnya sambil menikmati kehancuran di depan matanya.
Sudut pandang kini beralih kembali ke Priva dan keempat penyihir (Chaer, Saga, Aria, dan Kappa) yang terbang melintasi langit setelah meninggalkan Bukit Argathes. Priva menjelaskan rencana selanjutnya kepada mereka, "Kita akan menuju Lembah Airys untuk mengambil kunci khusus yang diperlukan untuk mengambil serpihan kubus yang ketiga."
Ketika Priva mengungkapkan rencana ini, wajah keempat penyihir itu penuh pertimbangan. Mereka tahu bahwa pertarungan satu lawan satu dengan seorang master tidak akan mudah, dan mereka harus memilih satu perwakilan yang akan menghadapinya. Keputusan ini akan menjadi langkah berani mereka untuk mengambil kunci yang diperlukan demi misi mereka dalam mencari serpihan kubus yang ketiga.
Chaer, yang telah merasa percaya diri dan penuh tekad, mengajukan diri untuk menjadi perwakilan yang akan menghadapi master yang menjaga kunci di Lembah Airys. Ia berkata, "Aku memiliki kemampuan khusus yang dapat membantu aku mengimbangi kekuatan lawan. Aku yang akan melawannya."
Kappa terkejut mendengar keputusan Chaer dan bertanya dengan khawatir, "Kau yakin, Chaer? Master itu mungkin memiliki kekuatan yang sangat besar. Ini bisa berbahaya."
Namun, Chaer tetap optimis dan tidak mempedulikan perbandingan kekuatannya dengan master itu. Ia memiliki keinginan yang kuat untuk menyelamatkan alam semesta dan siap menghadapi tantangan apapun. Priva pun merespon keberanian Chaer dengan pujian, "Keberanianmu sangat dihargai, Chaer. Kita akan mendukungmu sepenuhnya dalam pertarungan ini." Chaer berterimakasih kepada Priva, "Terimakasih, Priva, dan mohon dukungan dari kalian semua." Aria pun tersenyum bangga "Tenang saja, Chaer, kami semua akan mendukungmu."
Sesampainya di Lembah Airys, Priva dan keempat penyihir mendarat di sebuah kuil yang menjaga kunci yang mereka butuhkan. Seorang master yang kuat berdiri di pintu masuk kuil tersebut, dan Priva menjelaskan niat mereka untuk mengambil kunci dalam kuil itu. Master itu dengan tenang menjawab bahwa mereka harus menghadapi pertarungan satu lawan satu melawan dirinya untuk mendapatkan kunci tersebut.
Master itu menetapkan syarat-syarat pertarungan: jika mereka menang, mereka akan mendapatkan kunci, tetapi jika mereka kalah, mereka harus mengorbankan salah satu dari mereka untuk menjadi asisten penjaga kuilnya. Priva dengan tegas menyetujui persyaratan tersebut dan mengumumkan bahwa Chaer akan menjadi perwakilan mereka dalam pertarungan ini.
Chaer dan master itu berdiri berhadap-hadapan di tengah arena yang berbentuk lingkaran besar di teras kuil. Master itu menjelaskan aturan pertarungan, termasuk bahwa keluar dari arena sebanyak tiga kali akan dianggap kalah. "Baiklah!" Chaer dengan percaya diri menyatakan bahwa ia mengerti dan bersedia mengikuti aturan tersebut.
Pertarungan pun dimulai, dan suasana di arena menjadi sangat tegang. Chaer dan master tersebut saling berhadapan dalam pertarungan sengit yang akan menentukan apakah mereka akan berhasil mendapatkan kunci yang mereka butuhkan atau harus menghadapi konsekuensi yang sulit.
Di sisi lain, Letha, yang telah kembali ke permukaan planet, menikmati pemandangan kehancuran yang terjadi di depan matanya. Ia memandangnya sebagai tindakan yang cerdas oleh segerombolan bandit alam semesta dalam mendominasi planet yang mereka jajah. Letha melirik ke arah ketua bandit yang berada di belakangnya dan berbicara dengan nada tajam, "Jika kalian berhasil menemukan keberadaan keempat penyihir itu, aku akan memberikan hadiah berharga kepada kalian."
Ketua bandit sempat berpikir sejenak, menyadari bahwa hadiah yang dijanjikan Letha mungkin akan sangat berharga. Akhirnya, ia mengangguk setuju dan mulai memberi perintah kepada ratusan anggotanya untuk mengembara ke berbagai planet dengan tujuan mencari keberadaan keempat penyihir itu. "Tenang saja, mereka akan mencari keberadaan keempat penyihir itu dengan mudah" kata ketua bandit itu. "Aku juga tidak akan meragukan kemampuan anggotamu" kata Letha. Dengan bantuan segerombolan bandit yang kuat ini, Letha semakin mendekati tujuannya untuk membalaskan dendamnya kepada Chaer, Saga, Aria, dan Kappa.