
Di bawah cahaya rembulan yang bersinar terang, empat penyihir hebat bersiap-siap di pinggiran hutan terlarang. Mereka adalah Chaer, pemimpin kelompok dengan rambut merah menyala; Saga, ahli ilmu sihir elemen yang memiliki mata biru berkilau; Aria, penyihir pengendali angin dengan rambut perak yang selalu bergerak; dan Kappa, penyihir alkimia yang selalu membawa benda-benda aneh dalam jubahnya yang berwarna hijau.
Misi mereka adalah menemukan kubus ajaib yang kabarnya merupakan pintu gerbang menuju alam semesta yang hilang. Kubus itu, katanya, dapat menghubungkan mereka ke paralel universe yang belum pernah dijelajahi oleh manusia. Ini adalah tantangan yang sangat berbahaya, namun mereka siap menghadapinya.
Namun, sebelum mereka bisa memulai perjalanan mereka, sebuah gelap yang ganjil muncul di langit. Sebuah warna merah misterius melingkari bulan dan bintang-bintang, membentuk portal ajaib yang tak terduga. Dan dari dalam portal itu, muncullah seorang penyihir jahat bernama Letha, dengan rambut hitam pekat dan mata tajam yang memancarkan kejahatan.
"Dalam perburuanmu yang sia-sia, kalian tak akan pernah berhasil!" kata Letha dengan suara mengancam.
Dia mengayunkan tongkat sihirnya, dan seketika, alam semesta di sekitar mereka bergetar. Pohon-pohon dan batu-batu seakan hidup, bergerak tanpa kendali. Chaer, Saga, Aria, dan Kappa saling memandang dengan kekhawatiran. Mereka harus menemukan cara untuk menghadapi penyihir jahat ini jika ingin melanjutkan petualangan mereka.
Letha mengerahkan kekuatan sihirnya untuk menciptakan hujan meteorit yang turun dengan kecepatan tinggi. Chaer, Saga, Aria, dan Kappa berusaha menghindar, dengan Kappa menggunakan alkimia untuk menciptakan perisai pelindung. Batu-batu meteorit dengan kekuatan mengerikan jatuh di sekitar mereka, mengguncang tanah di bawah mereka.
Dengan sigap, Saga melancarkan serangan sihir elemen, menciptakan pusaran air yang menghantam Letha. Namun, Letha dengan cepat mengubah air itu menjadi es yang tajam dan melemparkannya kembali ke arah mereka. Aria mengambil langit-langit sebagai bantuannya, mengendalikan angin yang menderas dengan kekuatan tak terbatas, mencoba meniup Letha menjauh.
Tetapi Letha bukanlah lawan yang mudah dikalahkan. Dia menggeliat melalui udara dengan angsa hitam dari kekuatan magisnya dan menyerang Chaer dengan kilatan cahaya gelap. Chaer dengan cepat merespon, mengeluarkan energi api yang membara dari tangan-tangannya, menciptakan kilatan api yang membalikkan serangan Letha.
Kappa, sambil tetap berada di belakang, mencoba mencari cara untuk menangkap Letha dalam perangkap alkimia. Dia meracik zat-zat aneh dalam botol-botolnya dan melemparkannya ke arah penyihir jahat itu. Namun, Letha dengan lincah menghindar dan terus menyerang dengan serangan sihir yang menghancurkan.
Sambil terus bertempur, Chaer, Saga, Aria, dan Kappa menyadari bahwa mereka tidak bisa melarikan diri dari planet ini tanpa mengalahkan Letha. Dan mereka bertekad untuk melindungi alam semesta dari ancaman penyihir jahat ini, sehingga petualangan mereka dalam mencari kubus aneh dan pintu menuju paralel universe bisa berlanjut.
Dalam pertarungan yang melelahkan, keempat penyihir akhirnya menemukan celah di pertahanan Letha. Dengan serangan bersamaan dari Chaer, Saga, Aria, dan Kappa, mereka berhasil membelenggu tubuh Letha dengan rantai khusus yang disebut "Sacred Chain." Rantai ini terbuat dari material magis yang tak bisa dipecahkan oleh sihir Letha.
Letha terjebak dalam belenggu rantai itu, energinya terperangkap dan kekuatannya mereda. Dia marah dan teriak, tetapi tidak ada yang bisa dia lakukan. Keempat penyihir itu melihat tanda kemenangan di mata mereka, tetapi mereka juga tahu bahwa perjalanan mereka belum selesai.
Dengan Letha terbelenggu, mereka segera menuju gua terlarang yang terletak di inti planet mereka. Gua itu adalah tempat yang dilarang bagi siapa pun, tempat yang dijaga ketat oleh kekuatan alam semesta. Namun, keempat penyihir itu memiliki tekad yang kuat.
Menggunakan sihir elemen, Saga membuka jalan ke dalam gua tersebut. Mereka melangkah dengan hati-hati, melewati lorong-lorong gelap yang dipenuhi dengan rintangan magis. Mereka akhirnya mencapai pusat gua, di mana terdapat portal misterius yang konon mengarah ke alam semesta yang hilang.
Dengan hati-hati, mereka membuka portal itu. Cahaya yang cerah dan mempesona menghampiri mereka, menggoda mereka untuk melangkah maju. Namun, mereka ingat tujuan mereka dan tujuan alam semesta yang lebih besar. Mereka tahu bahwa mereka harus menjaga kubus ajaib dan pintu ke paralel universe ini dari jangkauan Letha.
Dengan satu langkah berani, Chaer, Saga, Aria, dan Kappa melompat ke dalam portal. Mereka merasakan energi luar biasa memenuhi tubuh mereka saat mereka menembus atmosfer dan meninggalkan planet mereka. Petualangan mereka yang luar biasa di alam semesta yang hilang baru saja dimulai, dan mereka siap menghadapi segala rintangan yang ada di depan.