
jam sudah pukul 4 sore el meninggalkan kantor dan menjemput nia,
"ibu nia nya ada" tanya el kepada kasir kafe
"ada pak,diruangan" ucap sari menyunggikan senyuman
"itu suami nya bu nia kan? tanya uci
"iya ci, ganteng banget, cocok sama bu nia,secara bu nia cantik pintar lagi"ucap sari
"iya sar kamu benar"ucap uci
uci dan sari melanjutkan pekerjaan, dilain tempat nia terperangah melihat el sudah berada dirungan tanpa mengetuk pintu
"el, kamu mengagetkan ku saja" nia mengelus dada
el terkekeh melihat ekspresi nia, ia duduk didepan meja kebesaran nia
"ngapain kamu kesini" nia menatap el
"kenapa? apa aku gak boleh kesini? ooh ya aku tau,kamu pasti menyembunyikan pria diruangan ini" tuduh el
"apa maksud mu, kamu kira aku seperti mu pria mesum" bentak nia
"apa kamu bilang,, coba ulangi sekali lagi" el menatap nia
"gak ada siaran ulang, kalau kamu kesini cuma mau ngajak ribut mending kamu pergi,dan kamu taukan pintu keluar nya dimana" usir nia
"kamu mengusir ku?" bentak el
"aku tidak mengusir mu,, aku cuma bilang kalau kamu mau mengajak ribut mending kamu pergi,, sekarang aku lagi sibuk gak ada waktu untuk ngeladenin kamu" ucap nia sambil mengetik
el kesal mendengar ucapan nia,ia beranjak dari tempat duduk mendekati nia dan menekan tombol-tombol dipapan keyboard
"el apa yang kamu laku kan" nia menepiskan tangan el
"aku tidak melakukan apa-apa, aku cuma membantu mu" el tersenyum puas berhasil mengacaukan pekerjaan nia
el tidak menyangka nia akan semarah ini, ia sadar kalau perbuatan nya kali ini sangat keterlaluan sampai membuat nia menangis dan semarah ini, el mengambil mouse dan menarok kemeja nia
"pergi kamu dari sini el, aku muak melihat wajah mu"nia kembali melempar mouse kearah pintu sambil terisak menangis
"nia aku minta maaf,, aku benara-benar tidak sengaja" sesal el
"apa kamu bilang..tidak sengaja?,, jelas-jelas kamu melakukan nya dengan sengaja,, dan kamu tau laporan apa yang sedang ku kerjakan" bentak nia menunjuk kearah laptop, el menggelengkan kepala
"kamu sendiri tidak tau kan apa yang sedang ku kerjakan,,terus kenapa kamu mengacaukan pekerjaan ku el" nia kembali menangis dan melempar sebuah map kehadapan el
el membuka dan membaca map yang diberikan nia, ternyata laporan keuangan kafe
"nia aku benar-benar minta maaf" el memeluk nia
"pergi kamu"nia mendorong tubuh el
"kamu tau berapa lama aku harus menyelesaikan laporan ini,, butuh waktu seminggu el untuk menyelesaikan laporan ini, kamu tau satu kesalahan saja membuat laporan ini semua harus diketik ulang, dan sekarang adalah pekerjaan terakhir ku menyelesaikan laporan tapi kamu mengacaukan semua nya" nia mengusap wajah sambil menangis
el terdiam ia merasa sangat bersalah dan menyesali perbuatan nya.el melihat betapa kesal nya nia terhadap diri nya.
"sekali lagi aku minta maaf nia, aku akui ini semua kesalahan ku,sebagai tanda minta maaf aku akan mengerjakan laporan mu" ucap el
"tidak usah, aku gak butuh bantuan mu" tolak nia
"aku akan mengcopy file mu" el keluar mengambil flashdisk dimobil
el kembali masuk keruangan dan memasang flashdisk kelaptop nia, lagi dan lagi nia melarang,
"nia ini keselahan ku, dan aku harus bertanggung jawab" el merampas laptop ditangan nia
"aku akan mengerjakan secepat nya" el melepas flashdisk
el mengajak nia untuk pulang.