
el keluar dari mansion ia ingin mencari nia,tiba dihalaman el terperangah melihat mobil nia sudah ada dihalaman.
"ini mobil nya, bearti dia sudah pulang" gumam el kesal, ia kembali masuk kemansion
"nia..nia" teriak el menggedor pintu
"nia...hey nia"el menggedor pintu dengan kasar tapi tetap tidak ada jawaban dari nia.
setelelah 30menit nia akhir nya keluar dari kamar,
"ka..ka..kamu ngapain ada didepan kamar ku" nia terkejut melihat el didepan kamar dengan tatapan mata elang nya
"dari mana kamu? bentak el dengan tatapan tajam
"da..dari kafe lah,dari mana lagi kalau bukan dari kafe" bentak nia dengan sedikit takut karena tatapan el begitu tajam seperti mau memakan nya
el berjalan kearah nia dan mendorong nia kembali masuk kekamar nya, el yang sudah berada dikamar pun langsung mengunci pintu.
"mau apa kamu el, keluar gak dari kamar ku" bentak nia
el mendekat kearah nia, nia mengumpul kan keberanian untuk mengusir el meskipun sebenar nya ia takut
"keluar..keluar"nia mendorong el, tetapi nia tidak berhasil mendorong tubuh kekar el, nia mendekati pintu saat nia mau memutar kunci el menarik tangan nia dan memasukan kunci disaku celana.
"el kamu apa-apaan sih, buka gak pintu nya" bentak nia dengan kesal
"kalau aku gak mau buka kenapa"ucap el menatap nia
"kamu benar-benar, sini kunci nya" nia mau mengambil kunci disaku el, el malah memasukan tangan kesaku dan menggerakan tubuh nya,sehingga nia kesusahan mengambil kunci
"ambil kalau bisa"el tersenyum senang melihat wajah nia nampak kesal
"gimana bisa aku mengambil kunci kalau tangan mu didalam saku"ucap nia sambil menampar tangan el disaku
"ya sudah,kalau kayak gini bisa"el menggenggam kunci dan mengangkat tanga
nia menarik tangan el yang menggam kunci, tapi el selalu memindahkan kunci dari tangan satu ketangan satu membuat nia makin kesal
"el kamu benar-benar menyebalkan"ucap nia dengan mata berkaca-kaca
"apa kamu bilang aku menyebalkan?.. kalau aku menyebalkan terus kamu apa" tersenyum meledek sambil mendekatkan wajah kewajah nia
"jauh kan wajah jelek mu dari hadapan ku, aku tidak sudi melihat wajah jelek mu dari kedekatan" nia mendorong bahu el
"hahaha, yah setidak nya wajah jelek ini sudah membuat mu jatuh cinta" ucap el
nia langsung terperanjak mendengar ucapan el, wajah nya merah menahan malu, ia kembali mendekati el untuk mengambil kunci
"ets,,tidak bisa" el tersenyum sambil mengangkat tangan
nia terus meloncat untuk mengambil kunci ditangan el
"aduh, aaw"ucap nia karena kaki nya terjentik, el riflek memeluk nia agar tidak jatuh kelantai
"kamu gak papa" ucap el cemas
"aaw kaki ku el" ucap nia merintih kesakitan
"biar aku lihat"el mengangkat nia kekasur
"aaaaw,,kamu sengaja ingin mematahkan kaki ku ya"teriak nia
"kamu dibantu bukan nya berterima kasih malah nuduh yang bukan-bukan"el mendongakan kepala menatap nia yang duduk ditempat tidur
"mending gak usah dibantu dari pada membuat ku semakin kesakitan"ucap nia
"ya sudah, biar saja kaki mu membengkat"el berdiri melepaskan kaki nia dengan kasar
"aduh, kamu sudah gila ya"bentak nia, kaki nya terbentur kelantai
"sini kunci kamar ku" pinta nia menyodorkan tangan
"nih" ucap el singkat memberikan kunci kepada nia, el tau nia gak akan bisa berjalan dengan kaki terkilir
nia turun dari tempat tidur,ia kesakitan saat kaki nya menyentuh lantai dan hampir membuat diri nya terjatuh,el dengan sigap menangkap nia, nia dan el saling bertatapan, wajah mereka sama-sama merah karena grogi, jantung mereka sama-sama berdegup kencang
"aaw,sakit"ucap nia merasa sakit pada kaki nya yang menyadarkan nya
"sudah ku bilang biar aku urut"ucap el kembali membantu nia duduk ditempat tidur
"tapi urutan mu menyakiti ku el" ucap nia
"ya nama nya diurut pasti sakit lah,sekalipun kamu urut ketukang urut" el kembali mengurut pergelangan kaki nia
"aaw,el sakit" nia menangis
el mendongak kan kepala ia melihat nia menangis karena kesakitan
"kamu harus tahan,kalau gak diurut sekarang kaki mu akan membengkak dan itu akan lebih menyakitkan"el menguatkan nia dan menghapus air mata nia,
nia mengangguk, el kembali mengurut pergelangan kaki nia,
"ternyata dibalik sifat yang menyebalkan dia baik juga, coba saja kamu juga mencintai ku el"batin nia
"aduh sakit sakit sakit" nia mencengkram bahu el,
el tidak memperdulikan sakit dibahu nya, ia terus mengurut pergelangan kaki nia,
"selesai"el mencoba menggerakan pergelangan kaki nia
"coba kamu berdiri" el berdiri menarik tangan nia dengan pelan
"gak mau,nanti sakit" ucap nia
"enggak..kamu percaya sama aku" nia berdiri el memegang tangan nia
"i..iya, sudah gak sakit lagi"nia senang dan riflek memeluk el
"kaki ku sembuh"ucap nia dipelukan el
"iya kamu sembuh,tapi kamu mau membunuh ku"ucap el merasa tercekik karena nia terlalu kencang merangkulkan tangan dileher el
"ma..maaf"ucap nia melepaskan pelukan nya sambil tersenyum malu
el mengambil kunci dan dan meninggalkan nia