adriel

adriel
bab 4



hari ini el akan menemui rekan bisnis,betelulan rekan bisnis nya mengajak ketemuan dikafe milik nia, tiba dikafe el mencari keberadaan pak bram, tanpa sengaja el melihat nia berbincang dengan seorang pria, nia dan pria itu kelihatan nya begitu bahagia,mereka tertawa bareng.el mau menghampiri nia tiba-tiba urung mendengar seseorang memanggil nya.


"pak adriel"bram melambaikan tangan


el tersenyum dan berjalan kearah pak bram


"apa kabar pak bram"el mengulurkan tangan


"baik, bapak el sendiri? tanya bram menjabat tangan el


"baik juga" ucap el


"silahkan duduk pak" bram mempersilahkan


mereka nampak serius membicarakan masalah bisnis mereka, sesekali el menatap kearah nia, el sangat kesal melihat nia tertawa dengan pria itu.


"siapa pria itu, kelihatan nya mereka begitu dekat,apa mereka berdua ada hubungan" batin el


"aagr kenapa juga aku harus peduli, mau mereka punya hubungan atau enggak bukan urusan ku"batin el


"baik lah pak el kalau begitu saya permisi dulu"ucap bram mengulurkan tangan, el tidak menanggapi ia sibuk dengan lamunan nya


"pak el,apa bapak baik-baik saja" bram memegang bahu el,


"iya pak bram,kenapa hem? tanya el membuyarkan lamunan nya


"apa bapak baik-baik saja,saya lihat bapak melamun" ucap bram sedikit bingung melihat el


"oh iya pak bram,saya baik-baik saja, maaf pak bram saya tadi tidak mendengarkan ucapan pak bram" el tersenyum sambil memicit dahi


"syukur lah,,kalau gitu saya permisi dulu" bram berdiri dan mengulurkan tangan


el memutuskan untuk kembali kekantor, ia sebenar nya ingin menghampiri nia tetapi tidak jadi karena sekretaris nya menelon ada meeting penting.


el masih terngiang-ngiang dengan bayangan nia dan pria itu


"ada apa dengan ku,kenapa aku merasa kesal melihat nia bedekatan dengan pria lain,apa lagi kelihatan mereka begitu dekat,apa betul mereka punya hubungan spesial, aaaagr" el mengusap wajah nya dengan kasar


"apa mungkin aku cemburu? gak...mana mungkin aku cemburu dengan wanita yang tidak aku cintai" gumam el


tok tok tok


seseorang mengetuk pintu


"masuk" ucap el


"permisi pak, ini laporan yang bapak minta" sekretaris memberikan laporan


"terima kasih" el mengambil laporan


hari ini nia pulang agak malam karena kafe nya begitu banyak pengunjung. saat el tiba dimansion ia tidak melihat mobil dihalaman, biasa nya nia selalu pulang duluan dari pada el.


el mencari mobil nia digarasi ternyata tidak ada juga, el menaiki anak tangga,ia masuk kekamar nia mencari nia tetapi ia juga tidak menemukan nia.


"kemana dia,gak biasa nya dia pulang terlambat seperti ini,jangan-jangan mobil nya mogok,atau ban nya bocor,kalau dia kenapa-napa di jalan gimana" el merasa khawatir, ia mengambil hape disaku celana, ingin menghubungi nia,


"gak...seperti nya aku gak usah menghubungi dia, pasti dia lagi senang-senang dengan pria itu" el membatalkan niat nya


"gimana kalau dia tidak bersama pria itu, terus gimana kalau terjadi sesuatu sama dia,,kenapa aku mengkhawatirkan wanita menyebalkan itu" el mengacak rambut nya,ia kesal dengan pikiran nya yang bertolak belakang


"sebaik nya aku mandi dulu,setelah itu aku akan mencari dia" guman el meninggalkan kamat nia