adriel

adriel
bab 7



el masuk kekamar nia membawa makan malam untuk nia


"kamu makan dulu" ucap el duduk ditempat tidur


"apa kamu sudah makan?"tanya nia


"sudah,, cepat kamu makan,semoga kaki mu cepat sembuh,biar tidak merepotkan ku"ucap el


"apa kamu bilang..,aku merepotkan mu? bentak nia menatap el


"he em"ucap el mengedikan bahu


"kalau begitu kamu bawa makanan ini keluar, biar aku sendiri yang mengambil makan untuk ku"nia menarok makanan keatas nakas dengan kasar


"hei seharus nya kamu berterima kasih kepada ku,, sudah tiga kali kamu berhutang budi pada ku" ucap el dengan sombong


"aku berhutang budi dengan mu? sampai tiga kali?" nia melotot


"iya...apa perlu aku sebut" ucap el


"apa?" ucap nia


"kamu benar-benar tidak tau terima kasih, kaki mu terkilir siapa yang mengobati?,kaki mu terluka siapa yang mengobati?, yang membawakan mu makan sekarang siapa?" ucap el


"bik nani.. bik nani yang telah membantu ku" ucap nia, el membulatkan mata nya mendengar ucapan nia


"apa maksud mu... kamu kira aku mirip dengan bik nani sampai-sampai kamu bilang bik nani yang membantu mu" bentak el kesal


"iya hahahaha" ucap nia ketawa mendengar ucapan el


"kamu____" el sengaja memukul kaki nia yang diperban


"aaw, apa kamu sudah gila,sakit tau gak" nia merintih kesakitan dan memukul lengan el


"itu akibat nya kalau orang tidak tau terima kasih" el tersenyum puas


"bawa makanan mu, dan keluar dari kamar ku" nia cemberut


"ok.. aku akan keluar membawa makanan ini, dan ku pastikan malam ini kamu kelaparan karena aku akan membuang semua makanan yang ada didapur" el beranjak dari tempat tidur


"el"teriak nia, el tetap berjalan menuju pintu kamar


"el aku lapar,aku mohon kembalikan makanan ku"terik nia


"apa kamu bilang,,makanan mu? el menghentikan langkah nya dan berbalik kearah nia


"kalau aku gak mau gimana"ucap el


"el aku mohon 🙏,aku sangat lapar"el kembali mendekati nia dan memberikan nya kepada nia


"el"ucap nia


"apa lagi"bentak el


"aku kan lagi sakit,aku minta kamu suapin aku dong" nia sengaja mengerjai el


"apa?,, hey yang sakit itu kaki mu bukan tangan,, apa selama ini kamu makan pakai kaki" el kesal


"el aku mohon"pinta nia dengan manja


"dasar manja, sini"el mengambil makanan ditangan nia


el menyuapkan makanan kemulut nia dengan kasar membuat nasi berserakan ditempat tidur


"el pelan-pelan dong,kalau tidak iklas biar aku sendiri"ucap nia sambil mengambili nasi ditempat tidur


"iya iya"ucap el, nia tersenyum puas mengerjai el


"el terima kasih"ucap nia mengambil minum


"apa..kamu bilang apa aku tidak dengar" el pura- pura tidak mendengar


"terima kasih el" nia mengulangi


"untuk" ucap el tersenyum senang


"untuk semua nya" ucap nia


"semua nya?, maksud kamu apa sih, sungguh aku tidak mengerti" el pura-pura tolol


"ya kamu sudah membantu aku mengobati luka ku,memberiku makan, dan eem kamu sudah mencintai ku" nia tersenyum menundukan kepala karna malu


"hahahaha...a..apa? aku mencintai mu? nia nia kamu ini benar-benar sangat lucu" el beranjak dari tempat tidur


"bukan kah tadi kamu bilang sudah mencintai ku? ucap nia


"nia nia seharus nya kamu sadar diri,mana mungkin aku mencintai mu secepat ini dan asal kamu tahu cinta ku hanya untuk mona, aku bilang aku cinta kamu biar kamu bisa menahan rasa sakit dikaki mu dan aku lebih mudah melepaskan beling,,aku berbaik kepada mu bukan bearti aku mencintai mu, tapi aku menganggap mu seperti adik ku sendiri,jadi kamu gak usah ge er"ucap el panjang lebar dan keluar dari kamar


setelah el pergi nia menangis ia sandmgat terluka dan hati nya sangat sakit mendengar ucapan el,