adriel

adriel
bab 6



keesokan hari


nia keluar dari kamar, ia melihat pintu kamar el terbuka dan masuk kekamar el,ia tidak menemukan el dikamar. ini pertama kali nia masuk kekamar el meskipun mereka sudah 2bulan menikah nia tidak pernah masuk kekamar el, berbeda dengan el selalu sembarangan masuk kekamar nia.nia terperangah melihat kamar el yang lebih besar dari kamar nya, nia melihat foto el berciuman dengan mona diatas nakas samping tempat tidur el,


"ternyata el sangat mencintai mona, sampai kapan pun el gak akan bisa mencintai ku" tanpa terasa nia menetekan air mata


"ya tuhan mengapa hati ku begitu sakit melihat foto mereka,apa lagi melihat mereka berciuman seperti ini rasa nya aku gak rela" batin nia


"hei siapa yang menyuruh kamu masuk kekamar ku" ucap el kaget melihat nia ada dikamar


nia terkejut dan menjatuhkan bingkai foto yang ia pegang.


"apa yang kamu lakukan"el mendekati nia


"berani sekali kamu menyentuh dan merusak barang ku"benta el kesal melihat foto nya dan mona pecah


"ma..maafkan aku el, aku akan membersihkan nya"ucap nia ketakutan melihat kemarahan el


"tidak perlu,keluar kamu sekarang" el menarik tangan nia dengan kasar


"aaw"ucap nia mengijak pecahan kaca


setelah nia keluar el menutup pintu dengan kasar, nia berjalan kekamar nya dengan kaki menahan kaki sebelah karena menahan rasa sakit akibat pecahan kaca. nia duduk dikursi depan meja rias nya, tubuh nya gemetar melihat pecahan kaca menancap dikaki nya.


el memanggil bik nani dan menyuruh bik nani membersikan pecahan kaca


"tuan, apa tuan terluka" ucap bik nani melihat bercak darah dilantai


"enggak bik, aku gak ada yang terluka"ucap el duduk disofa


"bibik kira tuan terluka,, disini ada bercak darah" ucap bik nani sambil membersikan lantai


"darah?" el beranjak dari sofa mendekati bik nani


"ia tuan, seperti nya ada yang terluka tuan"ucap bik nani melihat banyak tetesan darah dilantai


"apa nia terluka" batin el, ia mengikuti tetesan darah dilantai sampai depan kamar nia, el memutar gagang pintu kamar nia, nia terkejut melihat el sudah berada didalam kamar


"el maaf kan aku"ucap nia


el melihat kaki nia terluka dan berjalan kearah nia.


"el maaf kan aku, aku gak sengaja memecahkan foto kalian" ucap nia menangis


"cuma luka sedikit,,sekali lagi aku minta maaf" ucap nia


"sedikit, kamu bilang cuma luka sedikit,,apa yang ada diotak mu,kenapa kamu tidak mencabut beling dikaki mu" bentak el cemas melihat beling masih menancap ditapak kaki nia


"a..aku gak berani" ucap nia menangis kesakitan


"tunggu disini"el mengambil kotak p3k


"non,apa non terluka"ucap bik ina membersihkan lantai


"iya bik,cuma luka sedikit"ucap nia yang didengar oleh el


"sedikit sedikit, apa nya sedikit,darah berserakan dimana-mana kamu bilang sedikit" bentak el


"bibik permisi dulu ya non tuan"ucap bik ini


"iya bik"ucap nia


el menggendong nia kesofa, ia mau mengambil beling dikaki nia


"el tunggu"ucap nia menahan tangan el


"apa lagi"bentak el


"sakit tidak el? tanya nia


"kalau sakit kenapa?,lagi lagi el membentak nia


"kalau sakit sebaik nya gak usah,,biarkan saja beling nya menancap dikaki ku"ucap nia kembali menangis


"apa kamu sudah gila,kamu mau kaki mu infeksi, terus diamputasi"el marah mendengar ucapan nia, nia tambah menangis mendengar ucapan el


"kalau kaki mu sudah tidak ada,bagaimana bisa aku mempertahankan cinta ku untuk mu" nia sontak kaget mendengar ucapan el


"apa kamu___" ucapan nia terpotong


"iya aku mencintai mu, dan biarkan aku mengobati luka mu" nia mengangguk


el berhasil melepaskan beling dan membungkus kaki nia pakai perban